Belasan Paus Terdampar di Pulau Sabu, Ini Penjelasannya

Chandra Iswinarno

Minggu, 13 Oktober 2019 | 00:10 WIB
Belasan Paus Terdampar di Pulau Sabu, Ini Penjelasannya
Paus terdampar di Pulau Sabu, NTT. [Antara]

Kajian terhadap paus-paus yang terdampar itu memang sangat penting, sehingga ada langkah pencegahan dan atau mitigasi terhadap 'stranding cetanceans' atau paus yang terdampar.

Menurut dia, kajian itu terutama yang berkaitan dengan alur ruaya ikan paus di wilayah perairan NTT, karena wilayah perairan Laut Sawu kaya akan nutrisi yang dicari mamalia laut, seperti ikan paus dan lumba-lumba.

Pemerhati masalah Laut Timor Ferdi Tanoni juga mendesak para ahli perikanan dan kelautan untuk segera memeriksa dan meneliti kasus tewasnya puluhan ikan paus biru serta terdamparnya paus pilot di Pulau Sabu.

"Saya menduga kuat, matinya ikan-ikan paus yang dilindungi itu akibat pencemaran minyak di wilayah perairan yang menjadi lintasan paus biru setelah meledaknya anjungan minyak Montara di Blok Atlas Barat Laut Timor pada 21 Agustus 2009," kata dia.

Kasus terdampar dan matinya paus pilot dan puluhan ekor paus biru lainnya itu, mengemuka tatkala wilayah perairan Laut Timor dan Laut Sawu tercemar akibat tumpahan minyak dari anjungan Montara serta semprotan zat berbahaya dispersant untuk menenggelamkan tumpahan minyak ke dasar Laut Timor pada saat itu.

"Ini perlu penelitian ilmiah, karena wilayah perairan Laut Sawu yang menjadi lintasan paus biru dari kutub utara ke selatan Australia sudah tercemar akibat tumpahan minyak dari anjungan Montara dan zat kimia dispersant yang disemprotkan Australia untuk menenggelamkan tumpahan minyak pada saat itu," kata Tanoni.

Terdamparnya paus ini hampir mengenai semua spesies paus di samudera, seperti paus pilot sirip panjang dan sirip pendek cenderung menjadi korban yang paling sering. Spesies lain misalnya paus pembunuh palsu, paus kepala melon, paus berparuh Cuvier, dan paus sperma.

Makhluk sosial

Kawanan mamalia laut ini biasa hidup di kedalaman 1.000 meter lebih dan merupakan makhluk sosial, sebab mereka selalu membentuk kelompok yang bisa terdiri dari ratusan ekor.

Menurut catatan sejumlah literatur spesies paus yang paling sering terdampar adalah mereka yang hidup di laut dalam, dan di lokasi yang sama, sehingga alam lebih berperan sebagai penyebab dibandingkan manusia.

Paus kerap terdampar di area yang sangat dangkal dengan lantai laut yang melandai perlahan dan sering kali berpasir.

Dengan situasi seperti itu, tidak heran jika hewan-hewan tersebut yang terbiasa berenang di laut dalam, bisa kesulitan dan bahkan kembali terdampar bila mereka berhasil mengambang lagi.

Kemampuan ekolokasi yang mereka gunakan untuk membantu navigasi juga tidak berfungsi baik di lingkungan yang demikian, sehingga cukup mungkin bila mayoritas paus terdampar akibat kesalahan navigasi, seperti ketika mereka memburu mangsa hingga daerah asing dan berbahaya.

Kemungkinan juga terjadi gempa bawah laut yang menyebabkan kerusakan fisik atau perilaku yang mengakibatkan paus terdampar, meski belum seorang pun yang membuat hubungan statistik di antara keduanya.

Kabupaten Sabu Raijua merupakan kabupaten yang termasuk dalam Kawasan Taman Nasional Perairan (TNP) Laut Sawu, yang dideklarasikan melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan pada 8 Mei 2009 dengan No.KEP.38/MEN/2009 tentang Pencadangan Kawasan Konservasi Perairan Nasional Laut Sawu dan sekitarnya di Provinsi NTT.

Laut Sawu memiliki sebaran tutupan terumbu karang dengan keragaman hayati spesies yang sangat tinggi di dunia serta merupakan habitat kritis sebagai wilayah perlintasan 18 jenis mamalia laut, termasuk dua spesies paus yang langka, yakni paus biru dan paus sperma.

Laut Sawu juga merupakan habitat yang penting bagi lumba-lumba, duyung, ikan pari manta, dan penyu sehingga dorongan untuk melakukan pengkajian terhadap fenomena mamalia laut yang terdampar di wilayah perairan pantai Pulau Sabu itu tampaknya menjadi keharusan yang patut dilakukan. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sebanyak 17 Ekor Paus Terdampar di NTT, 7 Sudah Mati

Sebanyak 17 Ekor Paus Terdampar di NTT, 7 Sudah Mati

Tekno | Kamis, 10 Oktober 2019 | 16:58 WIB

Warga Wanasalam Digegerkan Terdamparnya Hiu Paus di Tepi Pantai

Warga Wanasalam Digegerkan Terdamparnya Hiu Paus di Tepi Pantai

Banten | Senin, 07 Oktober 2019 | 13:57 WIB

Penyelamatan Hiu Paus Terdampar di sekitar PLTU Paiton Diapresiasi Profauna

Penyelamatan Hiu Paus Terdampar di sekitar PLTU Paiton Diapresiasi Profauna

Press Release | Minggu, 22 September 2019 | 11:53 WIB

BBKSDA Jatim Kirim Tim Teliti Paus yang Terdampar di Pantai Bambang

BBKSDA Jatim Kirim Tim Teliti Paus yang Terdampar di Pantai Bambang

Jatim | Sabtu, 13 Juli 2019 | 14:02 WIB

Bangkai Paus 11 Meter Ditemukan Terdampar di Pantai Bambang

Bangkai Paus 11 Meter Ditemukan Terdampar di Pantai Bambang

Jatim | Kamis, 11 Juli 2019 | 20:04 WIB

Terkini

Pati Viral Lagi! Anak Bakar Rumah Ortu Gara-gara Tak Diberi Uang Merantau

Pati Viral Lagi! Anak Bakar Rumah Ortu Gara-gara Tak Diberi Uang Merantau

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 14:57 WIB

Boni Hargens: Tak Perlu Buat UU Baru, Kompolnas Telah Diperkuat UU Polri Hasil Revisi

Boni Hargens: Tak Perlu Buat UU Baru, Kompolnas Telah Diperkuat UU Polri Hasil Revisi

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 14:43 WIB

Kesal Tak Diberi Uang, Pria di Pati Diduga Bakar Rumah Orang Tuanya Sendiri

Kesal Tak Diberi Uang, Pria di Pati Diduga Bakar Rumah Orang Tuanya Sendiri

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 14:34 WIB

Sopir Truk Penabrak Tokoh Pramuka Herman Resmi Jadi Tersangka, Ini Pengakuannya

Sopir Truk Penabrak Tokoh Pramuka Herman Resmi Jadi Tersangka, Ini Pengakuannya

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 14:12 WIB

Disemprot Doktor Ekonomi, Kritik Rieke 'Oneng' Soal Anggaran KemenHAM Dinilai Asal Bunyi

Disemprot Doktor Ekonomi, Kritik Rieke 'Oneng' Soal Anggaran KemenHAM Dinilai Asal Bunyi

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 14:06 WIB

Hanya Kirim PDF Tanpa Balasan, Polres Jakpus Jelaskan Soal Aksi BEM UI Tak Ajukan Izin Resmi

Hanya Kirim PDF Tanpa Balasan, Polres Jakpus Jelaskan Soal Aksi BEM UI Tak Ajukan Izin Resmi

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 12:55 WIB

3 Fakta Dugaan Korupsi MBG: Kejagung Geledah Enam Lokasi, DPR Minta Program Dihentikan

3 Fakta Dugaan Korupsi MBG: Kejagung Geledah Enam Lokasi, DPR Minta Program Dihentikan

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 12:50 WIB

Jangan Adu Rakyat vs Rakyat, TB Hasanuddin Tegaskan Komcad Tak Boleh Hadapi Demo Mahasiswa

Jangan Adu Rakyat vs Rakyat, TB Hasanuddin Tegaskan Komcad Tak Boleh Hadapi Demo Mahasiswa

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 12:47 WIB

Nasib 21 Ribu Motor Listrik Era Dadan, Jadi Besi Tua atau Dipaksa Jalan Demi MBG?

Nasib 21 Ribu Motor Listrik Era Dadan, Jadi Besi Tua atau Dipaksa Jalan Demi MBG?

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 12:33 WIB

Divonis 13 Tahun Penjara, Sejumlah Pakar Duga Ada Kejanggalan di Putusan Hukum Arief Pramuhanto

Divonis 13 Tahun Penjara, Sejumlah Pakar Duga Ada Kejanggalan di Putusan Hukum Arief Pramuhanto

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 12:00 WIB