Ananda Badudu ke Budiman Sudjatmiko: Bapak Punya Power Diam Saja

Selasa, 15 Oktober 2019 | 08:12 WIB
Ananda Badudu ke Budiman Sudjatmiko: Bapak Punya Power Diam Saja
Ananda Badudu usai ditangkap dan kembali dipulangkan oleh Polda Metro Jaya, Jumat (27/9/2019). (Suara.com/Arga)

Suara.com - Nama Budiman Sudjatmiko akhir-akhir ini ramai diperbincangkan karena membandingkan Awkarin dengan Tri Mumpuni. Kali ini dia jadi omongan kembali setelah Ananda Badudu mengomentari cuitannya.

Mantan Vokalis Banda Neira Ananda Badudu menanggapi cuitan politisi PDI Perjuangan Budiman Sudjatmiko. Ananda menyebut Budiman punya power tapi dia diam saja.

Komentar ini berawal dari cuitan Budiman yang menyebut soal penyakit laten orang-orang pintar. Dia juga mengatakan kalau orang Indonesia kurang melakukan pemikiran yang kritis.

"Saya jadi melihat kita diam-diam mengidap penyakit laten bahkan di antara orang-orang pintar & free thinker versi NKRI: tak ada tradisi critical & analytical thinking..Persis yang pernah kukeluhkan bulan lalu: tradisi filsafat analitis Inggris kurang digeluti di sini," tulis @budimandjatmiko pada Senin (14/10/2019).

Menurut Ananda Badudu, penyakit laten orang-orang pintar ini bisa ada karena mereka yang punya kuasa hanya diam saja.

"Boro boro critical & analytical thinking pak, baru mau diskusi aja udah dibubarin. Buku masih dipajang di toko udah disweeping. Masih tanya kenapa ga ada budaya kritis? ya karena bapak dkk yang punya power dan posisi diam saja melihat semua itu," balas @anandabadudu.

Mantan Vokalis Banda Neira Ananda Badudu menanggapi cuitan politisi PDI Perjuangan Budiman Sudjatmiko (twitter @anandabadudu)
Mantan Vokalis Banda Neira Ananda Badudu menanggapi cuitan politisi PDI Perjuangan Budiman Sudjatmiko (twitter @anandabadudu)

Cuitan tersebut telah mendapatkan lebih dari 4 ribu retweet dan 6 ribu like sejak diunggah Senin (14/10/2019).

Ananda Badudu juga sempat mendukung Awkarin yang dibandingkan Budiman Sudjatmiko dengan Tri Mumpuni.

"Maju terus Awkarin, we love you," cuit Ananda.

Baca Juga: Nyinyir di Medsos Soal Penusukan Wiranto, Guru PNS di Serang Kena SP

Mengenai buku disweeping sebagaimana disinggung Ananda Badudu, kejadiannya pernah terjadi di bulan Agustus lalu. Buku-buku berbau komunis disita ormas.

Seperti yang dilakukan ormas yang menamakan diri Brigade Muslim Indonesia (BMI) saat melakukan razia di toko buku Gramedia di Makassar, Sulawesi Selatan. Foto saat mereka melakukan sweeping buku berbau komunis ini tersebar di media sosial dan mendapat banyak kritik.

Sebab buku yang mereka sita justru buku karya Romo Magnis yang mengungkapkan bahwa sang penulis menyampaikan kritik dan pandangannya yang berlawanan dengan Marx dan komunis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI