Geger Puluhan Babi Mati Mendadak di Sumut, Diduga Terpapar Virus Dari Eropa

Chandra Iswinarno

Selasa, 15 Oktober 2019 | 22:40 WIB
Geger Puluhan Babi Mati Mendadak di Sumut, Diduga Terpapar Virus Dari Eropa
Ilustrasi peternakan babi (Shutterstock).

Suara.com - Masyarakat di Kecamatan Siatas Barita Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara digegerkan kematian puluhan babi secara mendadak. Diduga puluhan babi tersebut terserang virus Hog Cholera.

Salah satu wilayah terdampak parah wabah tersebut adalah Desa Simorangkir Hanbiaaran, Kecamatan Siatas Barita. Peternak babi disana mengaku resah dengan kematian hewan ternaknya yang mati mendadak dalam kurun waktu dua minggu.

Kepala Desa Simorangkir Hardi Saut Simorangkir mengatakan virus tersebut menyerang babi dengan cepat hingga babi di sana mati mendadak dalam kurun waktu dua minggu.

”Gejalanya babi itu gemetar lalu mati, ada 30 lebih kalau tidak salah secara tiba tiba mati di serang wabah itu,” ujar Hardi seperti dilansir dari Medanheadlines.com-jaringan Suara.com pada Selasa (15/10).

Meski, wilayahnya terserang Hog Cholera, kekinian jumlah babi yang mati setiap harinya sudah jauh berkurang. Hal tersebut terantisipasi karena Pemkab Tapanuli Utara sudah memberikan vaksin.

“Karena pemerintah sudah membawa (vaksin) antibiotik untuk mencegah agar tidak menular,” ujar Hardi.

Meski begitu, ia berharap agar pemerintah bersegera mencari penyebab kematian babi ternak di wilayah tersebut.

”Tolong pemerintah segera mencari penyebabnya, masyarakat resah karena hewanya berkurang,” katanya

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Taput, Sondang Ey Pasaribu membenarkan terjadinya fenomena tersebut. Dia mengatakan virus tersebut kali pertama merebak di Eropa sebelum menyebar ke Indonesia.

baca juga

”Sebelumnya wabah Hog Cholera terjadi di Medan, menyebar ke Kabupaten Dairi, Humbang Hasundutan dan selanjutnya Tapanuli Utara,” ujar Sondang.

Sondang mengatakan, gejala babi yang terpapar virus tersebut diawali dengan gejala demam, menggigil, kotoran mengeras, kurang nafsu makan hingga di sekitar telinga berwarna merah kebiruan.

”Dampaknya menyebabkan kematian apabila tidak segera ditangani. Berdasar laporan petugas Kecamatan Siatas Barita, ternak Babi yang mati akibat tertular Hog Cholera sekitar 52 ekor,” ujar Sondang .

Untuk mencegah virus tidak menular ke ternak babi yang lain, Dinas Pertanian melakukan vaksinasi ke ternak yang belum tertular serta melakukan pencegahan kepada ternak yang sudah tertular.

”Kita juga melakukan penyuluhan kepada masyarakat untuk melaksanakan sanitasi dan desinfeksi kandang, tidak memotong ternak yg tertular, membawa ternak dari daerah tertular, serta mengubur ternak yang mati, bukan membuangnya ke sungai,” katanya.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Heboh Kornea Babi, Ini Organ Manusia yang Bisa Ditransplantasi dengan Hewan

Heboh Kornea Babi, Ini Organ Manusia yang Bisa Ditransplantasi dengan Hewan

Health | Sabtu, 14 September 2019 | 08:15 WIB

Cangkok Jantung Babi ke Manusia Terwujud dalam 3 Tahun

Cangkok Jantung Babi ke Manusia Terwujud dalam 3 Tahun

Tekno | Selasa, 20 Agustus 2019 | 19:28 WIB

Heboh Isu Dendeng Babi, Pemerintah Aceh Lapor Polisi

Heboh Isu Dendeng Babi, Pemerintah Aceh Lapor Polisi

News | Jum'at, 16 Agustus 2019 | 05:36 WIB

Terkini

Gus Ipul Apresiasi HKBP Beri Layanan Keagamaan Inklusif Penyandang Disabilitas

Gus Ipul Apresiasi HKBP Beri Layanan Keagamaan Inklusif Penyandang Disabilitas

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 08:39 WIB

Riau Nihil Titik Api tapi Masih Dikepung Kabut Asap, Mengapa?

Riau Nihil Titik Api tapi Masih Dikepung Kabut Asap, Mengapa?

Riau | Minggu, 18 Oktober 2026 | 08:35 WIB

Listrik Padam Lagi, Warga Batam Mengeluh Acara Pesta Gelap Gulita

Listrik Padam Lagi, Warga Batam Mengeluh Acara Pesta Gelap Gulita

Batam | Minggu, 18 Oktober 2026 | 08:25 WIB

Bencana Asap dan Moral: Dana Siap Pakai Kebencanaan Perlu Guardrail Digital

Bencana Asap dan Moral: Dana Siap Pakai Kebencanaan Perlu Guardrail Digital

Your Say | Minggu, 18 Oktober 2026 | 08:25 WIB

Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai, Musyafirin Resmi Diusulkan Dipecat PDIP

Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai, Musyafirin Resmi Diusulkan Dipecat PDIP

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 08:08 WIB

Forest Camp 2026 Ajak Generasi Muda Jaga Hutan, Wujudkan Riau Bebas Asap

Forest Camp 2026 Ajak Generasi Muda Jaga Hutan, Wujudkan Riau Bebas Asap

Riau | Minggu, 18 Oktober 2026 | 08:07 WIB

DPD RI Kawal Keuangan Daerah Kaltim, Rekomendasi BPK Jadi Sorotan

DPD RI Kawal Keuangan Daerah Kaltim, Rekomendasi BPK Jadi Sorotan

Kaltim | Minggu, 18 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Healing vs Saving: Dilema Gen Z Pilih Mental Health atau Masa Depan Aman

Healing vs Saving: Dilema Gen Z Pilih Mental Health atau Masa Depan Aman

Your Say | Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:45 WIB

Tidur Kurang Berkualitas? Fitur Baru Samsung Health Ini Wajib Dicoba!

Tidur Kurang Berkualitas? Fitur Baru Samsung Health Ini Wajib Dicoba!

Your Say | Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:21 WIB

Pelatih Garudayaksa FC Bongkar Kunci Comeback Dramatis atas Arema FC

Pelatih Garudayaksa FC Bongkar Kunci Comeback Dramatis atas Arema FC

Bola | Minggu, 18 Oktober 2026 | 00:22 WIB

×