Pengamat: Jokowi Inginkan Koalisi Gemuk, Antisipasi Partai Membelot

Bangun Santoso, Novian Ardiansyah

Rabu, 16 Oktober 2019 | 09:54 WIB
Pengamat: Jokowi Inginkan Koalisi Gemuk, Antisipasi Partai Membelot
Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan pertemuan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (11/10). [ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay]

Suara.com - Presiden Joko Widodo secara beruntun melangsungkan tiga pertemuan berbeda dengan ketua umum dari partai non-pendukung di Istana. Hal itu dinilai menjadi bagian dari manuver politik Jokowi demi menambah dukungan bagi koalisi pemerintah.

Jokowi belum lama ini menggelar pertemuan dengan Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ketum Gerindra Prabowo Subianto, dan terakhir Ketum PAN Zulikifli Hasan. Gerindra terlihat yang paling intens. Di mana Prabowo berlanjut safari pertemuan dengan sejumlah pimpinan parpol koalisi Jokowi.

Jayadi Hanan pengamat politik dari Saiful Mujani Research and Consulting mengatakan, atas dasar itu pula peluang Gerindra bergabung koalisi lebih besar dibanding Demokrat dan PAN.

“Jadi memang tiga partai ini Gerindra, Demokrat dan PAN memang masih ada peluangnya untuk masuk, cuma tampaknya yang paling intensif kan Gerindra tuh lobinya, sudah ketemu Megawati, Prabowo-nya sudah ketemu Jokowi, sekarang dia ketemu dengan partai-partai yang tampaknya tidak setuju Gerindra masuk,” kata Jayadi kepada Suara.com, Selasa (15/10/2019).

Menurutnya, peluang partai-partai non-pendukung bergabung koalisi terbuka lebar karena dibarengi dengan keinginan Jokowi untuk membuat koalisi menjadi gemuk dengan tambahan dari partai non-pendukung. Meski saat ini sudah disokong oleh lima partai, PDIP, Golkar, Nasdem, PKB, dan PPP di parlemen, namun hal tersebut masih dirasa kurang.

Jayadi melihat ada hitung-hitungan tersendiri mengapa Jokowi ingin menambah satu atau dua partai bergabung dengan koalisi. Salah satu alasannya ialah untuk mem-backup sejumlah kebijakan ekskutif di parlemen bila ada partai di dalam koalisi yang membelot dari kebijakan Jokowi.

"Mungkin dia ingin jaga-jaga kalau kalau ada partai yang membelot salah satu, kalau cuma lima, kan kalau satu membelot tinggal empat. Tapi kalau partainya enam atau tujuh, kalau ada satu yang membelot misalnya kebijakan tertentu kan masih ada enam atau lima. Jadi itu salah satu cara mengamankan dukungan politik dari segi jumlah partai di DPR,” Jayadi menjelaskan.

Sebab bukan tidak mungkin ke depannya Jokowi bakal tersendat lantaran ketidaksetujuan partai koalisi di parlemen terhadap kebijakan yang bakal ia ambil. Untuk memuluskan kebijakan itu, tentunya Jokowi perlu suara mayoritas.

Partai anggota koalisi yang membelot dalam kebijakan tertentu kan biasa dalam sistem kita. Di zaman SBY, PKS suka beda dengan pemerintah padahal anggota koalisi.

baca juga

"Di zaman Jokowi ini PAN kan sering beda dengan pemerintah meskipun anggota koalisi, kan kemungkinan itu pasti ada. Jadi untuk mencegah supaya kalau ada pembelotan dari partai dalam kebijakan tertentu itu,” kata Jayadi.

Ia kemudian menyebutkan sejumlah kebijakan ekskutif Jokowi yang memerlukan dukungan partai politik di legislatif. Misalnya soal pemindahan ibu kota, infrastruktur, utang luar negeri, pajak hingga APBN yang semuanya harus melalui persetujuan oleh DPR.

“Jadi itu logika politik ya mungkin dipakai mengapa ada upaya untuk menambah jumlah anggota koalisi Jokowi,” tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Herlambang Wiratraman: Tanpa Penyeimbang, Potensi Otoritarianisme Menguat

Herlambang Wiratraman: Tanpa Penyeimbang, Potensi Otoritarianisme Menguat

wawancara | Rabu, 16 Oktober 2019 | 07:37 WIB

Mahathir Mohamad hingga Utusan Donald Trump Bakal Hadiri Pelantikan Jokowi

Mahathir Mohamad hingga Utusan Donald Trump Bakal Hadiri Pelantikan Jokowi

News | Selasa, 15 Oktober 2019 | 23:13 WIB

Menanti Dilantik jadi Wapres, Maruf Amin Ngaku Deg-degan

Menanti Dilantik jadi Wapres, Maruf Amin Ngaku Deg-degan

News | Selasa, 15 Oktober 2019 | 22:58 WIB

Ingin Tetap Independen, Alasan Jokowi Tak Libatkan KPK Seleksi Menteri

Ingin Tetap Independen, Alasan Jokowi Tak Libatkan KPK Seleksi Menteri

News | Selasa, 15 Oktober 2019 | 22:13 WIB

Bakal Dilantik Wapres, Maruf Amin: Saya Tetap Ketua MUI Non Aktif

Bakal Dilantik Wapres, Maruf Amin: Saya Tetap Ketua MUI Non Aktif

News | Selasa, 15 Oktober 2019 | 21:51 WIB

Ditanya soal Gerindra Gabung ke Pemerintah, Airlangga: Itu Domain Presiden

Ditanya soal Gerindra Gabung ke Pemerintah, Airlangga: Itu Domain Presiden

News | Selasa, 15 Oktober 2019 | 20:55 WIB

Zulkifli Sebut Pelantikan Presiden Jokowi Menabrak UUD 1945 Hasil Amandemen

Zulkifli Sebut Pelantikan Presiden Jokowi Menabrak UUD 1945 Hasil Amandemen

Jatim | Selasa, 15 Oktober 2019 | 19:59 WIB

Terkini

Petinggi Lama PT ABM Terseret Kasus Korupsi, Direksi Baru Janji Benahi Tata Kelola Perusahaan

Petinggi Lama PT ABM Terseret Kasus Korupsi, Direksi Baru Janji Benahi Tata Kelola Perusahaan

Banten | Rabu, 04 November 2026 | 00:20 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan, Ketua PKB Mengaku Kaget

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan, Ketua PKB Mengaku Kaget

Banten | Rabu, 04 November 2026 | 00:14 WIB

Comeback Dramatis! Kendal Tornado FC Kalahkan Persebaya Surabaya

Comeback Dramatis! Kendal Tornado FC Kalahkan Persebaya Surabaya

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 23:58 WIB

Viral Mata Melotot Bahar bin Smith Robohkan Pagar Paksa Konser Andrea Bocelli Distop

Viral Mata Melotot Bahar bin Smith Robohkan Pagar Paksa Konser Andrea Bocelli Distop

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:56 WIB

Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu

Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:32 WIB

Kampung Bahari Digerebek, Satu Terduga Bandar Narkoba Diciduk dari 18 Target Polisi

Kampung Bahari Digerebek, Satu Terduga Bandar Narkoba Diciduk dari 18 Target Polisi

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:27 WIB

Murka Prabowo Jadi Target Penyadapan Ilegal, Yusril: Ini Masalah Serius!

Murka Prabowo Jadi Target Penyadapan Ilegal, Yusril: Ini Masalah Serius!

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 23:23 WIB

Asa Bebas Banjir Warga Kembangan Utara: Tanggul Kali Angke Sudah 90 Persen

Asa Bebas Banjir Warga Kembangan Utara: Tanggul Kali Angke Sudah 90 Persen

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:23 WIB

Bukan Sehari Dua Hari, Listyo Sigit Cs Sadap Presiden Selama 2 Tahun, Apa Saja yang Didengar?

Bukan Sehari Dua Hari, Listyo Sigit Cs Sadap Presiden Selama 2 Tahun, Apa Saja yang Didengar?

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:19 WIB

Selain Presiden Prabowo, Siapa Saja Pengusaha dan Tokoh Politik yang Disadap Listyo Sigit Cs?

Selain Presiden Prabowo, Siapa Saja Pengusaha dan Tokoh Politik yang Disadap Listyo Sigit Cs?

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:13 WIB

×