Jadi Presiden Dua Periode, Ini Mimpi Jokowi di Tahun 2045

Bangun Santoso, Ummi Hadyah Saleh

Minggu, 20 Oktober 2019 | 18:26 WIB
Jadi Presiden Dua Periode, Ini Mimpi Jokowi di Tahun 2045
Joko Widodo atau Jokowi saat diambil sumpah sebagai Presiden RI 2019-2024. (Antara)

Suara.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi resmi menjabat untuk kedua kalinya usai dilantik MPR bersama Wapres Ma'ruf Amin, Minggu (20/10/2019). Usai dilantik, Jokowi mengungkapkan cita-cita Indonesia di tahun 2045 atau tepat satu abad Indonesia Merdeka.

Mimpi Jokowi di tahun 2045 adalah lndonesia telah keluar dari jebakan pendapatan kelas menengah.

Ia berharap, pada 2045 Indonesia telah menjadi negara maju dengan pendapatan menurut hitung-hitungan Rp 320 juta per kapita per tahun atau Rp 27 juta per kapita per bulan.

"Mimpi kita, cita-cita kita di tahun 2045 pada satu abad Indonesia merdeka mestinya, Insyaallah, Indonesia telah keluar dari jebakan pendapatan kelas menengah. Indonesia telah menjadi negara maju dengan pendapatan menurut hitung-hitungan Rp 320 juta per kapita per tahun atau Rp27 juta per kapita per bulan. Itulah target kita. Target kita bersama," ujar Jokowi dalam pidato pelantikan di Gedung MPR.

Menurut Jokowi, mimpi Indonesia pada 2045 lainnya adalah Produk Domestik Bruto Indonesia mencapai 7 triliun dolar AS. Bahkan Indonesia sudah masuk 5 besar ekonomi dunia dengan kemiskinan mendekati nol persen.

"Mimpi kita di tahun 2045, Produk Domestik Bruto Indonesia mencapai 7 triliun dolar AS. Indonesia sudah masuk 5 besar ekonomi dunia dengan kemiskinan mendekati nol persen. Kita harus menuju ke sana," kata Jokowi.

Tak hanya itu, mantan Gubernur DKI itu mengatakan, dirinya meyakini target tersebut sangat masuk akal. Namun hal tersebut harus disertai dengan kerja keras bangsa yang produktif.

"Kita sudah hitung, sudah kalkulasi, target tersebut sangat masuk akal dan sangat memungkinkan untuk kita capai. Namun, semua itu tidak datang otomatis, tidak datang dengan mudah. Harus disertai kerja keras, dan kita harus kerja cepat, harus disertai kerja-kerja bangsa kita yang produktif," kata dia.

baca juga

Untuk mencapai target tersebut, Jokowi mengajak masyarakat untuk terus memperbaiki diri. "Dalam dunia yang penuh risiko, yang sangat dinamis, dan yang kompetitif, kita harus terus mengembangkan cara-cara baru, nilai-nilai baru. Jangan sampai kita terjebak dalam rutinitas yang monoton," ujarnya.

Terkait dengan inovasi, Jokowi menegaskan hal tersebut bukan hanya pengetahuan. Inovasi adalah budaya. Cerita sedikit, tahun pertama saya di istana, saat mengundang masyarakat untuk halalbihalal, protokol meminta saya untuk berdiri di titik itu, saya ikut. Tahun kedua, halalbihalal lagi, protokol meminta saya berdiri di titik yang sama, di titik itu lagi. Langsung saya bilang ke Mensesneg, “Pak, ayo kita pindah lokasi. Kalau kita tidak pindah, akan jadi kebiasaan. Itu akan dianggap sebagai aturan dan bahkan nantinya akan dijadikan seperti undang-undang.” Ini yang namanya monoton dan rutinitas. 

"Sekali lagi, mendobrak rutinitas adalah satu hal. Meningkatkan produktivitas adalah hal lain yang menjadi prioritas. Jangan lagi kerja kita berorientasi proses, tapi harus berorientasi pada hasil-hasil yang nyata. Saya sering ingatkan ke para menteri, tugas kita bukan hanya membuat dan melaksanakan kebijakan, tetapi tugas kita adalah membuat masyarakat menikmati pelayanan, menikmati hasil pembangunan," kata dia.

Seringkali birokrasi melaporkan bahwa program sudah dijalankan, anggaran telah dibelanjakan, dan laporan akuntabilitas telah selesai. Kalau ditanya, jawabnya “Program sudah terlaksana Pak.” Tetapi, setelah dicek di lapangan, setelah saya tanya ke rakyat, ternyata masyarakat belum menerima manfaat. Ternyata rakyat belum merasakan hasilnya. 

S"ekali lagi, yang utama itu bukan prosesnya, yang utama itu hasilnya. Cara mengeceknya itu mudah. Lihat saja ketika kita mengirim pesan melalui SMS atau WA. Ada sent, artinya telah terkirim. Ada delivered, artinya telah diterima. Tugas kita itu menjamin delivered, bukan hanya menjamin sent," kata Joko Widodo

Presiden Joko Widodo menyapa para pendukungnya di Jalan Merdeka Barat, Jakarta, Minggu (20/10). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Presiden Joko Widodo menyapa para pendukungnya di Jalan Merdeka Barat, Jakarta, Minggu (20/10). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Dikatakan Jokowi, Ia tidak mau birokrasi pekerjaannya hanya sending-sending saja. Ia meminta dan akan saya paksa bahwa tugas birokrasi adalah making delivered. Tugas birokrasi itu menjamin agar manfaat program dirasakan oleh masyarakat. 

"Potensi kita untuk keluar dari jebakan negara berpenghasilan menengah sangat besar. Saat ini, kita sedang berada di puncak bonus demografi, di mana penduduk usia produktif kita jauh lebih tinggi dibandingkan usia tidak produktif. Ini adalah tantangan besar dan sekaligus juga sebuah kesempatan besar," katanya.

Jokowi mengatakan, ini menjadi masalah besar jika kita tidak mampu menyediakan kesempatan kerja. Tapi akan menjadi kesempatan besar jika kita mampu membangun SDM yang unggul. Dengan didukung oleh ekosistem politik yang kondusif dan dengan ekosistem ekonomi yang kondusif. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jokowi Ungkap Kelakuan Buruk Menterinya saat Diminta Kerja

Jokowi Ungkap Kelakuan Buruk Menterinya saat Diminta Kerja

Bisnis | Minggu, 20 Oktober 2019 | 18:19 WIB

PoliticaWave: Fokus Kampanye Programatik dan Empatik Bawa Jokowi 2 Periode

PoliticaWave: Fokus Kampanye Programatik dan Empatik Bawa Jokowi 2 Periode

News | Minggu, 20 Oktober 2019 | 18:10 WIB

Besok, Jokowi Umumkan Kabinet Kerja Jilid 2

Besok, Jokowi Umumkan Kabinet Kerja Jilid 2

Video | Minggu, 20 Oktober 2019 | 18:10 WIB

Sudah Jadi Anggota DPR, Mulan Jameela Cuma Nyelonong Menolak Diwawancara

Sudah Jadi Anggota DPR, Mulan Jameela Cuma Nyelonong Menolak Diwawancara

News | Minggu, 20 Oktober 2019 | 18:09 WIB

Mimpi Jokowi di Periode Kedua, Kemiskinan Mendekati 0 Persen

Mimpi Jokowi di Periode Kedua, Kemiskinan Mendekati 0 Persen

Bisnis | Minggu, 20 Oktober 2019 | 17:58 WIB

Rayakan Pelantikan Presiden, Pendukung Jokowi di Solo Kompak Cukur Gundul

Rayakan Pelantikan Presiden, Pendukung Jokowi di Solo Kompak Cukur Gundul

Jawa Tengah | Minggu, 20 Oktober 2019 | 17:56 WIB

Pesan Gus Mus ke Jokowi-Maruf: Jangan Pilih yang Tawarkan Diri Bantu Bapak

Pesan Gus Mus ke Jokowi-Maruf: Jangan Pilih yang Tawarkan Diri Bantu Bapak

News | Minggu, 20 Oktober 2019 | 18:05 WIB

Terkini

Profil Andy Burnham Calon PM Inggris: Penganut Manchesterism yang Diteriaki Bukan Messiah

Profil Andy Burnham Calon PM Inggris: Penganut Manchesterism yang Diteriaki Bukan Messiah

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 00:52 WIB

Tangis Tertahan Keir Starmer: Mundur sebagai PM Inggris, Tekanan Partai Jadi Pemicu

Tangis Tertahan Keir Starmer: Mundur sebagai PM Inggris, Tekanan Partai Jadi Pemicu

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 00:36 WIB

Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jakarta Timur!

Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jakarta Timur!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 23:03 WIB

Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!

Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 22:39 WIB

Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap

Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap

News | Senin, 22 Juni 2026 | 22:31 WIB

Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!

Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 22:14 WIB

KPK Incar 'Pemain' Lain di Skandal Korupsi MBG

KPK Incar 'Pemain' Lain di Skandal Korupsi MBG

News | Senin, 22 Juni 2026 | 21:54 WIB

Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!

Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 21:16 WIB

Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir

Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir

News | Senin, 22 Juni 2026 | 20:35 WIB

Tok! Bos BJU Divonis 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi LPEI

Tok! Bos BJU Divonis 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi LPEI

News | Senin, 22 Juni 2026 | 20:24 WIB