Tanggapi Kerusuhan Wamena, Natalius Pigai Sebut Ada Invisible Man

Senin, 04 November 2019 | 13:06 WIB
Tanggapi Kerusuhan Wamena, Natalius Pigai Sebut Ada Invisible Man
Ketua DPP Berkarya Vasco Ruseimy dan mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai (Youtube Macan Idealis)

Suara.com - Mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai menjelaskan kondisi terkini di Papua pasca kerusuhan.

Hal ini disampaikan Pigai dalam video yang diunggah ke kanal YouTube Macan Idealis milik Ketua DPP Partai Berkarya Vasco Ruseimy pada Minggu (3/11/2019).

Dalam video itu, Vasco bertanya kepada Natalius Pigai perihal kondisi terkini di Papua pasca kerusuhan.

Vasco juga meminta penjelasan terkait kabar yang menyebutkan orang Minang dijadikan sasaran dalam kerusuhan di Wamena.

"Saya agak terganggu juga ini, saya kan orang Minang, pertanyaan saya kepada Kak Piagai, kenapa orang Minang yang dihajar di sana?" tanya Vasco.

Natalius Pigai menjelaskan, dirinya sangat dekat dan sering bekerja bersama dengan orang Minang.

Ia heran bagaimana bisa muncul kabar yang menyebutkan bahwa orang Minang menjadi sasaran dalam kerusuhan di Wamena.

Pria berusia 44 tahun ini pun meluruskan kejadian yang sebenarnya terjadi. Ia menyebut bahwa sebenarnya orang Papua itu tidak terlalu mengenal Suku Minang.

"Satu suku yang sangat tidak familiar di Papua itu adalah suku Minang. Saya sudah 25 tahun di Jawa, saya tahu suku nama Minang itu pun mungkin 15 tahun yang lalu," ujar Natalius Pigai.

Baca Juga: Akan Diinterpelasi, PDI Perjuangan Pasang Badan untuk Risma

Pigai menyebut bahwa ia telah melakukan investigasi terkait kabar yang menyebut orang Minang menjadi sasaran.

"Indikator yang saya ambil adalah berapa warung Padang di Wamena yang dirusak? Saya dapat informasi orang saya di sana, tidak ada warung Padang yang rusak," ucap Pigai.

Vasco lalu bertanya, "Jadi nyatanya bukan spesifik kepada orang Minang di situ?"

Ketua DPP Berkarya Vasco Ruseimy dan mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai (Youtube Macan Idealis)
Ketua DPP Berkarya Vasco Ruseimy dan mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai (Youtube Macan Idealis)

Pigai pun menjelaskan bahwa kata-kata 'Minang' keluar pertama kali dalam kasus kerusuhan di Papua disebutkan oleh politisi Partai Golkar Indra Jaya Piliang dan DR. Syahganda Nainggolan.

"Apa yang mereka tulis, ya wajar, saya kira mereka kan ilmuwan, mereka kan sosiolog, tetapi kenapa dalam tulisan mereka kata-kata Minang itu muncul?," Pigai berpendapat.

"Lalu yang berikut, siapa yang mem-viral-kan peristiwa Wamena itu membunuh sasarannya sama Minang? Sedangkan orang Papua saja, apalagi Wamena, orang Papua sekelas kita tidak banyak kenal orang Minang," imbuhnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI