Nasdem Beberkan Kriteria Capres yang Akan Diusung di Pilpres 2024

Dwi Bowo Raharjo

Sabtu, 09 November 2019 | 16:16 WIB
Nasdem Beberkan Kriteria Capres yang Akan Diusung di Pilpres 2024
Ketum Partai Nasdem Surya Paloh dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Suara.com/Stehanus Aranditio).

Suara.com - Partai Nasdem sudah menyiapkan kriteria calon presiden yang akan diusung di Pemilu Presiden (Pilpres) 2024.

Ketua DPP Partai NasDem Irma Suryani Chaniago mengatakan salah satu kriteria capres yang akan diusung partai yang diketuai Surya Paloh harus memiliki elektabilitas tinggi.

"Kriteria pertama, elektabilitasnya tinggi karena kalau tinggi maka dia didukung rakyat," kata Irma di sela-sela Kongres Ke-8 Partai NasDem di JI Expo, Jakarta, Sabtu (9/11/2019).

Kriteria kedua menurut dia, calon yang akan diusung partai Nasdem harus memiliki kapasitas, kapabilitas, dan akuntabilitas. Dia mengatakan, akuntabilitas itu terkait moral seorang yang akan dicalonkan partainya.

Menurut dia, partainya sudah melihat-lihat siapa saja sosok yang bisa ikut kontestasi Pilpres 2024, namun masih terlalu jauh kalau memutuskan calon tersebut saat ini.

"Semua parpol pasti punya frame dan agenda untuk Pemilu 2024, namun politik itu kan dinamis dan selalu berubah tergantung situasinya, situasinya hari ini seperti apa, maka parpol ikuti perubahan tersebut," ujarnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan pidato sambutan selamat datang kepada ribuan kader Partai Nasdem, yang menggelar Kongres ke-2 di Jiexpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (8/11/2019). [Suara.com/Stephanus Aranditio]
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan pidato sambutan selamat datang kepada ribuan kader Partai Nasdem, yang menggelar Kongres ke-2 di Jiexpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (8/11/2019). [Suara.com/Stephanus Aranditio]

Irma membantah kehadiran tiga gubernur dalam Kongres NasDem sebagai langkah awal pemetaan politik untuk Pilpres 2024, yaitu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Ia kemudian menyebut Anies diundang NasDem karena lokasi Kongres di Jakarta dan yang bersangkutan merupakan Gubernur DKI Jakarta, sehingga wajar pihaknya mengundang untuk memberikan sambutan.

"Itu bagian dari penghormatan karena kita ingin membangun yang namanya partai role model ke depan. Jangan kemudian kita berseberangan terus kita harus kelihatan berperang, tidak begitu," tuturnya.

baca juga

Menurut dia, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh pernah menyampaikan kepada Anies bahwa kinerja yang dilakukan sebagai Gubernur DKI Jakarta baru 50 persen.

Karena itu menurut dia, Surya Paloh berharap agar Anies segera meningkatkan kinerjanya menjadi 60 persen, 70 persen, dan diakhir periodenya mencapai 80 persen. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Surya Paloh Berpelukan dengan Sohibul, Nasdem: Jangan Dicurigai Macam-macam

Surya Paloh Berpelukan dengan Sohibul, Nasdem: Jangan Dicurigai Macam-macam

News | Sabtu, 09 November 2019 | 13:39 WIB

JPO Tanpa Atap Diributkan, Jansen Demokrat: Substansinya Ga Jelas

JPO Tanpa Atap Diributkan, Jansen Demokrat: Substansinya Ga Jelas

News | Sabtu, 09 November 2019 | 13:56 WIB

Anies Baswedan Beri Sambutan di Kongres Partai Nasdem

Anies Baswedan Beri Sambutan di Kongres Partai Nasdem

Foto | Sabtu, 09 November 2019 | 11:08 WIB

Kadernya Teriak Oposisi, Paloh: Bodoh Kalau Nasdem Keluar dari Koalisi

Kadernya Teriak Oposisi, Paloh: Bodoh Kalau Nasdem Keluar dari Koalisi

News | Sabtu, 09 November 2019 | 06:02 WIB

Terkini

Pulau Panggang Krisis BBM, Nelayan Terancam Tak Bisa Melaut

Pulau Panggang Krisis BBM, Nelayan Terancam Tak Bisa Melaut

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:37 WIB

Misteri Pembunuhan di Ruangan Tertutup dalam Novel Everything Becomes F

Misteri Pembunuhan di Ruangan Tertutup dalam Novel Everything Becomes F

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:30 WIB

Panut Rilis Buku Otobiografi, Tegaskan Komitmen Kawal Benteng Hijau Sumatra

Panut Rilis Buku Otobiografi, Tegaskan Komitmen Kawal Benteng Hijau Sumatra

Sumut | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:29 WIB

Perjalanan Putra Samuel Silitonga Dikenal Jutaan Penonton Berkat Sosok Mumu Warintil

Perjalanan Putra Samuel Silitonga Dikenal Jutaan Penonton Berkat Sosok Mumu Warintil

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:29 WIB

Cluster Beverly Hills Resmi Show Unit, Tawarkan Hunian American Classic di Semarang

Cluster Beverly Hills Resmi Show Unit, Tawarkan Hunian American Classic di Semarang

Jawa Tengah | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:28 WIB

Mau ke Monas Malam Ini? Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Titik Parkir Konser Akbar 2026

Mau ke Monas Malam Ini? Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Titik Parkir Konser Akbar 2026

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:19 WIB

Dua Mahasiswa Diduga Jadikan Instagram Lapak Tembakau Sintetis

Dua Mahasiswa Diduga Jadikan Instagram Lapak Tembakau Sintetis

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:05 WIB

Pelatih Spanyol Lebih Takut Naik Helikopter Dibanding Lawan Lionel Messi di Final Piala Dunia 2026

Pelatih Spanyol Lebih Takut Naik Helikopter Dibanding Lawan Lionel Messi di Final Piala Dunia 2026

Bola | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:05 WIB

Kanker pada Perempuan Kini Bisa Ditangani Lebih Personal, Terapi Presisi Bawa Harapan Baru

Kanker pada Perempuan Kini Bisa Ditangani Lebih Personal, Terapi Presisi Bawa Harapan Baru

Health | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:01 WIB

Dari Propaganda hingga Pengawasan: Mengapa 1984 Tetap Relevan di Zaman Digital

Dari Propaganda hingga Pengawasan: Mengapa 1984 Tetap Relevan di Zaman Digital

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:00 WIB

×