Surya Paloh Rangkulan dengan Presiden PKS, Pendiri Nasdem: Memalukan

Minggu, 10 November 2019 | 14:00 WIB
Surya Paloh Rangkulan dengan Presiden PKS, Pendiri Nasdem: Memalukan
Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Surya Paloh (kiri) berpelukan dengan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman usai menyampaikan hasil pertemuan tertutup kedua partai di DPP PKS, Jakarta, Rabu (30/10). [ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari]

Suara.com - Pendiri Partai NasDem Patrice Rio Capella menilai manuver politik Surya Paloh yang melakukan pertemuan dengan Presiden PKS Sohibul Iman telah melanggar norma dan etika politik. Bahkan ia menyebut hal itu sebagai manuver politik yang sangat memalukan.

Menurut Rio Capella, sebagai partai koalisi pengusung Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin tidak lah pantas bila Surya Paloh melakukan pertemuan dengan Sohibul Iman yang merupakan pimpinan partai politik di luar pemerintahan.

"Manuver itu sangat memalukan karena Partai NasDem seolah seperti perusahaan milik pribadi yang mengasong kepentingan politik," kata Rio Capella saat jumpa pers di Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (10/11/2019).

Rio menilai lebih memalukan lagi jika manuver politik yang dilakukan Surya Paloh itu merupakan bentuk kemarahan lantaran tidak mendapat jatah kursi Jaksa Agung.

Sebab, kata Rio, komposisi menteri Kabinet Indonesia Maju (KIM) Jokowi-Maruf Amin sepenuhnya merupakan hak prerogatif presiden.

"Dan menurut saya presiden sudah tepat menunjuk Jaksa Agung sekarang karena bukan kader partai politik dan Jaksa Agung saat ini merupakan jaksa karier sehingga tahu persis mengelola institusi kejaksaan secara benar," ujarnya.

Untuk itu, Rio Capella pun menilai Partai NasDem di bawah kepemimpinan Ketua Umum Surya Paloh telah berubah menjadi 'restoran politik'. Sebab, kata dia, Partai NasDem kekinian telah menjadi tempat memasak dan menggoreng kepentingan elit tertentu di Partai NasDem.

"Partai NasDem kini menjadi restoran politik tempatnya masak-memasak dan goreng menggoreng kepentingan politik yang bukan untuk memperjuangkan kepentingan rakyat, bukan untuk memperjuangkan kepentingan partai, tapi hanya demi keuntungan elite tertentu, kelompok tertentu di internal Partai NasDem," tandasnya.

Baca Juga: Pendiri Sebut Partai Nasdem Kini Jadi 'Restoran Politik'

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI