MRT Jakarta Menatap Operator Transportasi Massal Berkualitas Dunia

Chandra Iswinarno, Ummi Hadyah Saleh

Senin, 18 November 2019 | 12:19 WIB
MRT Jakarta Menatap Operator Transportasi Massal Berkualitas Dunia
Calon penumpang berjalan memasuki stasiun MRT pada hari pertama fase operasi secara komersial (berbayar) di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta, Senin (1/4). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Suara.com - Meski baru sembilan beroperasi, kehadiran Moda Raya Transportasi (MRT) sudah dirasakan manfaatnya bagi Warga Jakarta. Tak bisa dipungkiri, MRT yang digadang-gadang menjadi salah satu proyek prestisius terus memperbaiki kualitas untuk bisa bersaing dengan moda transportasi serupa dengan negara lain.

Direktur Operasi dan MRT Jakarta Muhammad Effendi mengatakan, MRT Jakarta sudah setara dengan operator-operator MRT yang ada di negara maju.

"Kita harusnya sudah bisa jadi World Class Operator setara dengan operator-operator yang ada di dunia seperti Jepang, Hongkong, Singapura," ujar Effendi di Depo MRT kepada wartawan.

Effendi mengatakan MRT Jakarta memiliki keunggulan seperti operator-operator yang ada di dunia. Keunggulan tersebut diantaranya yakni kereta MRT Jakarta yang merupakan buatan Jepang dan kereta MRT Jakarta memiliki 16 kereta.

"Saya berani ngomong kenapa (MRT Jakarta setara) world class? kami punya saat ini 16 train sets, 14 saat dioperasikan dua backup. Ini harus selalu ada backup. Jadi begitu 14 kereta di luar, harus ada buat kereta yang standby. In case kalau ada kerusakan bisa digantikan," katanya.

Untuk jarak waktu tempuh MRT Jakarta, kurang lebih sudah bisa memangkas waktu di tengah kemacetan kota Jakarta. Sebagai perbandingan, perjalanan menggunakan MRT dari Stasiun Bundaran HI menuju Lebak Bulus yang berjarak sekitar 16 kilometer, kini bisa ditempuh 30 menit. Padahal, jika menggunakan kendaraan lainnya tentunya akan menghabiskan waktu sekitar satu hingga dua jam lebih.

Didukung dengan kecepatan maksimum kereta MRT Jakarta mencapai 100 kilometer per jam di daerah elevated (jalur Layang) dan kecepatan 80 kilometer di underground (jalur bawah tanah) yang tentunya menjadi harapan baru dalam mendukung aktivitas masyarakat Jakarta.

Tak hanya itu, ada enam gerbong yang beroperasi untuk mengangkut penumpang. Kemudian panjangnya sendiri mencapai 1.800 dan untuk tiap stasiun didesain dengan panjang maksimal hingga 8 gerbong.

Selain itu, MRT Jakarta memiliki sistem persinyalan yang berbeda dengan kereta commutter yakni Communication Based Train Control (CBTC). Ditambah efektivitas dengan memanfaatkan teknologi dalam pengoperasian MRT yang berbasis Operation Control Center (OCC) sehingga menjadikannya lebih unggul dibanding kereta commuter. Bahkan, Effendi menuturkan, jika dalam keadaan darurat, masinis bisa mengoperasikan kereta tersebut.

baca juga

"Jadi kereta MRT ini gampangnya bukan dioperasikan oleh masinis, tapi oleh OCC, operation control center. Jadi semua pengendalian kereta itu bukan oleh masinis. Masinis itu hanya keadaan emergensi. Jadi, kalau memang terjadi emergensi, masinis akan mengendalikan. Kalau di Jakarta, kami takut kalau enggak ada masinis orang enggak akan naik, kereta gimana menjalankannya. Tapi kita kan masih padat karya masih butuh masinis paling tidak bisa memanfaatkan sumber daya," ucap dia.

Effendi mencontohkan saat pemadaman listrik di Jakarta beberapa bulan lalu, kereta MRT Jakarta otomatis akan berhenti. Dalam kondisi tersebut masinis memiliki peran mengendalikan kereta secara manual. Kata Effendi, di berbagai negara ada yang memakai sistem dan masih mengandalkan masinis.

"Kalau kita (pemadaman listrik nasional) Emergency Break, mati langsung. Lisensi Jepang paling aman itu. Jadi lebih aman untuk MRT Jakarta, karena kita baru, masinisnya baru. Kebayang kan kalau keretanya meluncur, kontrolnya nggak akan segampang itu. Jadi kita kita putuskan pakai Emergency Break dan evakuasi dan itu yang paling aman," kata Effendi.

Meski begitu, Ia pun memastikan di fase kedua nanti, MRT Jakarta akan tetap menggunakan masinis.

"Ke depan fase kedua masih sama karena satu jalur sistemnya sama, tapi kalau kita berpikir tanpa masinis," katanya.

Selain itu, untuk mendukung kenyamanan, MRT Jakarta didesain oleh kontraktor internasional.

"Saya bilang kenapa kita menuju World Class, karena ini desainnya dibuat oleh kontraktor internasional. Jadi ini tahan gempa sampai 9 Skala Richter. Jadi memang kuat sekali harusnya enggak roboh, kalau Jakarta rontok baru bubar," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Banjir Tahunan Jakarta, Tak Perlu Takut Naik MRT

Banjir Tahunan Jakarta, Tak Perlu Takut Naik MRT

Lifestyle | Senin, 18 November 2019 | 11:58 WIB

Dibangun di Bawah Sungai, Pembangunan MRT Fase II Akan Lebih Sulit

Dibangun di Bawah Sungai, Pembangunan MRT Fase II Akan Lebih Sulit

Bisnis | Jum'at, 08 November 2019 | 21:46 WIB

Sebelum Naik MRT, Warga Jakarta Bisa Pinjam Buku di Pojok Baca

Sebelum Naik MRT, Warga Jakarta Bisa Pinjam Buku di Pojok Baca

News | Rabu, 06 November 2019 | 18:46 WIB

Cegah Ojol Ngetem, Transit Plaza Stasiun MRT Lebak Bulus Diresmikan

Cegah Ojol Ngetem, Transit Plaza Stasiun MRT Lebak Bulus Diresmikan

News | Selasa, 15 Oktober 2019 | 15:23 WIB

Begini Penampakan Parkir Sepeda di Stasiun MRT Cipete Raya

Begini Penampakan Parkir Sepeda di Stasiun MRT Cipete Raya

Foto | Selasa, 15 Oktober 2019 | 11:26 WIB

Terkini

Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia

Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:40 WIB

Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya

Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya

Sport | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:32 WIB

Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?

Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:24 WIB

Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU

Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU

Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:10 WIB

Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi

Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:48 WIB

Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam

Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:42 WIB

Demi Selamatkan Hukum, Mahfud MD dan Busyro Muqoddas Diusulkan Masuk Kabinet Prabowo

Demi Selamatkan Hukum, Mahfud MD dan Busyro Muqoddas Diusulkan Masuk Kabinet Prabowo

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:36 WIB

Aisyah Aqilah 'Siksa' Emosi demi Sajen Satu Suro: Lebih Melelahkan dari Teror Horor

Aisyah Aqilah 'Siksa' Emosi demi Sajen Satu Suro: Lebih Melelahkan dari Teror Horor

Entertainment | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:31 WIB

Presiden FIFA Kirim Pesan ke Lionel Messi Cs usai Argentina ke Final Piala Dunia 2026, Apa Isinya?

Presiden FIFA Kirim Pesan ke Lionel Messi Cs usai Argentina ke Final Piala Dunia 2026, Apa Isinya?

Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:30 WIB

Tak Perlu Transit, Wings Air Buka Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Mulai 7 Agustus

Tak Perlu Transit, Wings Air Buka Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Mulai 7 Agustus

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:28 WIB

×