Usai Evo Morales Dikudeta, Warga Bolivia Krisis BBM dan Makanan

Reza Gunadha | Rifan Aditya
Usai Evo Morales Dikudeta, Warga Bolivia Krisis BBM dan Makanan
Presiden Bolivia Evo Morales saat berbicara di La Paz, 29 Maret 2017 [AFP]

Krisis di Bolivia telah merenggut 23 nyawa dan menyebabkan kelangkaan makanan.

Suara.com - Sejumlah kota di Bolivia mengalami kelangkaan bahan bakar dan bahan makanan. Hal ini terjadi karena pendukung Evo Morales, Presiden Bolivia yang dikudeta oleh plot militer serta politikus sayap kanan, memutuskan jalur transportasi.

Sejak Evo Morales dipaksa mengundurkan diri sebagai Presiden Bolivia pada Minggu (10/11/2019), pendukungnya melakukan protes besar-besaran.

Militer, polisi, dan paramiliter sayap kanan melakukan represi terhadap warga miskin pendukung Morales, yang kekinian menyebabkan 23 demonstran tewas serta kelangkaan makanan.

Disadur dari The New York Times, pemerintah sementara Bolivia mengatakan pada hari Senin (18/11/2019) bahwa upayanya untuk memasok barang kebutuhan pokok ke La Paz menghadapi hambatan karena para demonstran memutuskan beberapa rute transportasi.

Para pendukung Morales di Sacaba melemparkan batu ke arah polisi. Petugas membalas dengan gas air mata yang mencoba membubarkan para pengunjuk rasa.

Marah atas penembakan di Sacaba, para pendukung Morales menuntut pengunduran diri Jeanine ezñez, yang mendaulat dirinya sendiri sebagai Presiden sementara Bolivia.

Krisis di Bolivia terjadi karena sengketa atas hasil pemilihan umum yang kemudian menimbulkan kerusuhan nasional. Setelah mundur, Evo Morales berada di pengasingannya, Meksiko.

Pemerintah yang baru di bawah Jeanine Áñez telah berusah untuk membuka dialog dengan oposisi. Bahkan upaya negosiasi ini juga melihatkan utusan PBB, Jean Arnault.

Para pemimpin gereja Bolivia meminta partisipasi dari partai milik Morales, Gerakan Rakyat untuk Sosialisme (MAS), dan mengatakan bakal merencanakan pemilihan ulang.

Sementara itu mantan Presiden Bolivia Carlos Mesa, yang dikalahkan Morales dalam pemilihan yang disengketakan pada 20 Oktober, juga mengatakan akan berpartisipasi.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS