PHI Kritik Penelitian UIN Soal Potensi Radikalisme Lewat Homeschooling

Chandra Iswinarno, Stephanus Aranditio

Selasa, 03 Desember 2019 | 15:13 WIB
PHI Kritik Penelitian UIN Soal Potensi Radikalisme Lewat Homeschooling
Koordinator Nasional PHI Ellen Nugroho. [Suara.com/Stephanus Aranditio]

Suara.com - Perkumpulan Homeschooler Indonesia (PHI) mengkritik hasil riset yang dilakukan Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta (PPIM UIN) soal indikasi pemaparan radikalisme melalui praktek homeschooling. Menurut PHI hasil penelitian tersebut terlalu menggeneralisasi pandangan.

Koordinator Nasional PHI Ellen Nugroho mengatakan, mereka tidak sepakat jika homeschooling (HS) secara umum disebut sebagai celah untuk menyebarkan paham radikalisme dan intoleransi kepada anak-anak.

“Kami, terutama yang tergabung dalam PHI, setia kepada Pancasila. Pasalnya, penelitian terhadap segelintir orang tersebut justru menyebabkan generalisasi terhadap seluruh homeschooling, “ kata Ellen dalam jumpa pers di Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Jakarta Pusat pada Selasa (3/12/2019).

"PHI menolak klaim Project Manager PPIM UIN, dalam berita, bahwa anak yang tidak sekolah formal lebih besar potensinya untuk terkena paham radikalisme," katanya.

Menurutnya, pemaparan radikalisme juga kerap terjadi di sekolah-sekolah formal.

“Riset-riset terdahulu menunjukkan bahwa anak yang belajar di sekolah formal atau lembaga pendidikan nonformal pun rentan terpapar sikap intoleran dan radikalisme dengan persentase yang juga signifikan,” lanjutnya.

Meski begitu, Ellen tetap mengapresiasi penelitian PPIM UIN yang melihat HS lebih dalam untuk memperkaya riset akademis mengenai homeschooling.

“Catatannya, para peneliti perlu sangat cermat melakukan riset literatur tentang isu HS ini, khususnya aspek sejarah, filosofi, dan metode HS, karena saat ini banyak salah kaprah pemahaman yang beredar tentang HS, baik di antara pejabat pemerintah maupun masyarakat,” jelas Ellen.

Ellen juga berharap pemerintah benar-benar memerhatikan dan menyelesaikan radikalisme ke akar-akarnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Maruf Amin Bertemu Tokoh Lintas Agama, Bahas Antisipasi Radikalisme

Maruf Amin Bertemu Tokoh Lintas Agama, Bahas Antisipasi Radikalisme

Video | Rabu, 27 November 2019 | 10:50 WIB

Kemenag Sebut Ada Dua Pesantren Terindikasi Radikalisme

Kemenag Sebut Ada Dua Pesantren Terindikasi Radikalisme

News | Selasa, 26 November 2019 | 14:29 WIB

Dosen UIN Jogja Usul Tinjau Ulang Buku Agama: Revisi yang Mengarah Radikal

Dosen UIN Jogja Usul Tinjau Ulang Buku Agama: Revisi yang Mengarah Radikal

Jogja | Selasa, 19 November 2019 | 14:16 WIB

Pegawai BUMN Terpapar Radikalisme, Ketua BNPT: Polisi Saja Ada Kok

Pegawai BUMN Terpapar Radikalisme, Ketua BNPT: Polisi Saja Ada Kok

News | Senin, 18 November 2019 | 18:29 WIB

Ada Masjid BUMN Terpapar Radikalisme, Ketua PBNU Minta Tanya ke Menag

Ada Masjid BUMN Terpapar Radikalisme, Ketua PBNU Minta Tanya ke Menag

News | Kamis, 14 November 2019 | 10:59 WIB

Terkini

Polda Jateng Bongkar Judi Togel di Tiga Daerah, Uang Rp2,4 Miliar Diblokir

Polda Jateng Bongkar Judi Togel di Tiga Daerah, Uang Rp2,4 Miliar Diblokir

Jawa Tengah | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:34 WIB

Gol Almeida Selamatkan Java United FC, Tetapi Tiga Poin Gagal Dibawa Pulang

Gol Almeida Selamatkan Java United FC, Tetapi Tiga Poin Gagal Dibawa Pulang

Jawa Tengah | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:27 WIB

Truk Dalmas Diserang Bom Molotov di Dago Bandung, Tiga Polisi Terluka

Truk Dalmas Diserang Bom Molotov di Dago Bandung, Tiga Polisi Terluka

Jabar | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:18 WIB

Suhu Tembus 38 Derajat Celsius, 5.711 Warga Cianjur Terdampak Kekeringan

Suhu Tembus 38 Derajat Celsius, 5.711 Warga Cianjur Terdampak Kekeringan

Jabar | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:12 WIB

Sempat Lempar Mercon dan Batu, Massa Mahasiswa di DPRD DIY Akhirnya Dibubarkan

Sempat Lempar Mercon dan Batu, Massa Mahasiswa di DPRD DIY Akhirnya Dibubarkan

Jogja | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:11 WIB

Khalid Basalamah Setor 554.500 Dolar AS ke KPK dalam Kasus Korupsi Kuota Haji

Khalid Basalamah Setor 554.500 Dolar AS ke KPK dalam Kasus Korupsi Kuota Haji

Jatim | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Pendiri CAN Borneo Luruskan Isi Pertemuan Relawan dengan Menteri Kehutanan

Pendiri CAN Borneo Luruskan Isi Pertemuan Relawan dengan Menteri Kehutanan

Jabar | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Heboh Nelayan Asal Sumenep Ditangkap di Australia, Begini Kronologinya

Heboh Nelayan Asal Sumenep Ditangkap di Australia, Begini Kronologinya

Jatim | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Bidik Layanan Keimigrasian di Silangit, Imigrasi Sumut Dorong Pembangunan Kanim Taput Dekat Bandara

Bidik Layanan Keimigrasian di Silangit, Imigrasi Sumut Dorong Pembangunan Kanim Taput Dekat Bandara

Sumut | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Midea Paling Ideal Hadir di Medan, Perkenalkan Elektronik Rumah Tangga Berbasis AI

Midea Paling Ideal Hadir di Medan, Perkenalkan Elektronik Rumah Tangga Berbasis AI

Sumut | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:33 WIB

×