Petani di India Ramai-ramai Cat Anjing Jadi Mirip Harimau, Ini Alasannya

Reza Gunadha | Rifan Aditya | Suara.com

Selasa, 03 Desember 2019 | 15:18 WIB
Petani di India Ramai-ramai Cat Anjing Jadi Mirip Harimau, Ini Alasannya
Anjing di India dicat dengan pewarna rambut hitam pada tahun 2016 (twitter @mangalpady)

Suara.com - Para petani di Shivamogga, Karnataka, India sengaja mengecat anjingnya hingga menyerupai harimau untuk menjaga ladang mereka.

Disadur dari NDTV, Selasa (3/12/2019), ide ini pertama kali diusulkan oleh Srikanth Gowda, seorang petani dari desa Naluru di Thirthahalli Taluk distrik Shivamogga.

Gowda telah mengecat bulu anjingnya sampai tampak menyerupai harimau. Cara ini dia lakukan untuk melindungi tanaman kopi dan pohon pinang dari ancaman monyet.

Dia sebenarnya telah melakukan upaya lain untuk mengusir monyet-monyet. Salah satunya menggunakan boneka harimau.

Tapi cara itu gagal mendapatkan hasil yang diinginkan. Lalu Gowda memutuskan untuk melukis anjingnya.

"Sebelumnya saya biasa membawa boneka (harimau) dari Goa dan menempatkannya di ladang saya untuk menakuti monyet. Tetapi dalam lama kelamaan, warna mainan akan memudar dan monyet akan kembali dan merusak panenan," kata Gowda.

Petani di Shivamogga, Karnataka, India mengecat anjing jadi mirip harimau (twitter @ANI)
Petani di Shivamogga, Karnataka, India mengecat anjing jadi mirip harimau (twitter @ANI)

Ia menambahkan, "Kemudian saya melukis anjing saya, Bulbul, menggunakan pewarna rambut untuk membuatnya tampak seperti harimau," ungkapnya kepada kantor berita setempat.

Gowda sekarang membawa Bulbul ke ladang dua kali sehari, saat pagi hari dan malam hari.

"Saya telah melihat monyet melarikan diri saat melihat anjing yang menyerupai harimau. Monyet-monyet sekarang menahan diri untuk tidak memasuki perkebunan saya," katanya.

Anak perempuan Gowda, Amulya, mengatakan bahwa melihat keberhasilan trik ayahnya, para petani lain juga mulai ikut melakukannya.

"Dulu kami menghadapi banyak masalah karena ancaman monyet. Mereka dulu menghancurkan tanaman kami. Adalah ide ayahku untuk melukis anjing kami seperti harimau untuk menakut-nakuti monyet. Di desa kami semua orang menghargai dan mereplikasi ide ayah," kata Amulya.

Anjing di India dicat dengan pewarna rambut hitam pada tahun 2016 (twitter @mangalpady)
Anjing di India dicat dengan pewarna rambut hitam pada tahun 2016 (twitter @mangalpady)

Sementara itu menurut laporan News18, Jumat (29/11/2019), petani di sana juga memasang poster anjingnya dan harimau di rumput untuk menakuti monyet-monyet nakal.

Ini bukan pertama kalinya seekor anjing mulai menyamar sebagai harimau di India. Seekor anjing bernama 'Wag' di Udupim, Karnataka juga dicat dengan pewarna rambut hitam pada tahun 2016.

Pemiliknya, Nagaraj Mestha, mengatakan kepada Bangalore Mirror bahwa ia melakukannya untuk melindungi ladangnya dari merampok monyet.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Hiu Paus Dekati Nelayan, Minta Dibukakan Tali yang Menjerat Tubuhnya

Viral Hiu Paus Dekati Nelayan, Minta Dibukakan Tali yang Menjerat Tubuhnya

News | Selasa, 03 Desember 2019 | 13:05 WIB

Korban PHK Numpang Makan di Acara Nikah, Kasih Surat Sedih ke Pengantin

Korban PHK Numpang Makan di Acara Nikah, Kasih Surat Sedih ke Pengantin

News | Senin, 02 Desember 2019 | 15:33 WIB

Dicibir Warganet, Pria Bawa Anak dan Wanita Nekad Terobos Rel

Dicibir Warganet, Pria Bawa Anak dan Wanita Nekad Terobos Rel

Jabar | Senin, 02 Desember 2019 | 14:31 WIB

Terkini

Percepat Pemulihan, Kasatgas PRR Minta Daerah Terdampak Bentuk Satgas Provinsi

Percepat Pemulihan, Kasatgas PRR Minta Daerah Terdampak Bentuk Satgas Provinsi

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 19:57 WIB

PDIP Dorong Dialog Terbuka Tentukan Ambang Batas Parlemen di RUU Pemilu

PDIP Dorong Dialog Terbuka Tentukan Ambang Batas Parlemen di RUU Pemilu

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 19:25 WIB

Menteri PPPA Minta Proses Hukum Kasus Kekerasan Seksual di Pesantren Pati Dipercepat

Menteri PPPA Minta Proses Hukum Kasus Kekerasan Seksual di Pesantren Pati Dipercepat

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 18:21 WIB

Peneliti UGM: 60 Persen Tenaga Kerja Indonesia di Sektor Informal, Perlindungan Masih Lemah

Peneliti UGM: 60 Persen Tenaga Kerja Indonesia di Sektor Informal, Perlindungan Masih Lemah

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 17:49 WIB

Soroti Kasus Dokter Magang Meninggal Kelelahan, MGBKI Dorong Reformasi Sistem Internsip Nasional

Soroti Kasus Dokter Magang Meninggal Kelelahan, MGBKI Dorong Reformasi Sistem Internsip Nasional

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 17:21 WIB

Dokter Magang di Jambi Meninggal Diduga Kelelahan, MGBKI Kritik Adanya Kegagalan Sistem

Dokter Magang di Jambi Meninggal Diduga Kelelahan, MGBKI Kritik Adanya Kegagalan Sistem

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 16:24 WIB

Wamendagri Bima: Generasi Muda Harus Siap Pimpin Indonesia Menuju Negara Maju

Wamendagri Bima: Generasi Muda Harus Siap Pimpin Indonesia Menuju Negara Maju

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 15:51 WIB

Wamendagri Bima Arya Nilai Pacitan Berpotensi Jadi Kota Wisata Unggulan

Wamendagri Bima Arya Nilai Pacitan Berpotensi Jadi Kota Wisata Unggulan

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 15:34 WIB

Groundbreaking Mapolda DIY, Kapolri Dorong Pelayanan Polisi Berbasis AI dan Data

Groundbreaking Mapolda DIY, Kapolri Dorong Pelayanan Polisi Berbasis AI dan Data

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 15:29 WIB

Siapa yang Salah? Polisi Periksa 31 Saksi Terkait Kecelakaan Beruntun KRL vs Argo Bromo

Siapa yang Salah? Polisi Periksa 31 Saksi Terkait Kecelakaan Beruntun KRL vs Argo Bromo

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 15:10 WIB