CEK FAKTA: Pejabat Daerah Kanada Tolak Hapus Menu Babi dan Ceramahi Muslim?

Arsito Hidayatullah

Rabu, 04 Desember 2019 | 06:20 WIB
CEK FAKTA: Pejabat Daerah Kanada Tolak Hapus Menu Babi dan Ceramahi Muslim?
Ilustrasi sajian salah satu menu makanan dari babi. [Shutterstock]

Suara.com - Sebuah unggahan di media sosial terkait menu makanan berasal dari babi yang konon meresahkan umat Muslim di salah satu daerah di Kanada, beredar beberapa hari lalu. Unggahan itu sempat viral karena sampai dibagikan ribuan kali, bahkan kemudian terpantau berpindah ke media sosial lain.

Isi unggahan itu cukup kontroversial, diberi judul "Babi di Canada" dan diawali kalimat pertanyaan: "Mengapa Canada menolak menghilangkan babi dari menu makanan sekolah?" Unggahan itu lantas juga menampilkan sejumlah kalimat kutipan yang konon berasal dari pejabat setempat di Kanada, yang antara lain terlihat seperti 'menceramahi umat Muslim' di sana.

Fakta yang Diperiksa

Narasi bahwa "Kanada menolak menghilangkan babi dari menu makanan sekolah", juga soal kutipan dari Gubernur Montreal atau Pemerintah Kota Dorval (di Kanada) yang isinya terkesan seperti 'menceramahi' umat Muslim di sana.

Hasil Penelusuran

Unggahan yang viral itu sendiri selengkapnya berbunyi begini:

BABI DI CANADA
Mengapa Canada menolak menghilangkan babi dari menu makanan sekolah?
Banyak orang islam di kanada meminta babi tidak dihidangkan di kantin kantin dan resto resto di montreal.

Jawaban gubernur motreal begini :
"Akhirnya, mereka ( orang orang muslim yang di Canada ) harus mengerti bahwa di Kanada (Quebec) dengan akar Yudeo-Kristen, pohon natal, gereja dan festival keagamaannya, agama harus tetap berada dalam wilayah pribadi.
Kotamadya Dorval benar menolak konsesi apapun terhadap Islam dan Syariah.

"Bagi umat Islam yang tidak setuju dengan sekularisme dan tidak merasa nyaman di Kanada, ada 57 negara Muslim yang indah di dunia, kebanyakan di antaranya berpenduduk padat dan siap menerima kalian dengan aturan halal sesuai dengan Syariah."

baca juga

"Jika Anda meninggalkan negara Anda untuk pindah ke Kanada, dan bukan ke negara-negara Muslim lainnya, itu karena Anda telah menganggap dan merasakan bahwa kehidupan anda pasti lebih baik di Kanada daripada di negara negara muslim lain. Jadi kalau anda sudah kami terima dengan baik dan anda sendiri nyaman dengan negara kami, jangan coba coba mengatur apa yang baik bagi kami karena tanpa aturan anda, bukankah kita semua sebagai warga Canada merasa lebih nyaman. Dan bagi yang merasa tidak nyaman kami membuka pintu seluas-luasnya untuk anda meninggalkan Canada. Jadi sekali lagi
Tanyakan pada diri Anda, sekali saja, "Mengapa saya merasakan lebih baik di sini di Kanada daripada tempat asal saya?"

Demikian pula untuk para Kadrun,
Kami bangsa Indonesia sudah nyaman dengan NKRI, demokrasi, Pancasila dan Bhineka tunggal Ika, Bila kalian merasa tidak nyaman, silahkan pergi ke negara negara yang menerapkan syariah dan khilafah. Jangan bikin aturan sendiri."

Sebagaimana antara lain telah dipublikasikan oleh situs kolaborasi Cekfakta.com dengan hasil lengkap verifikasi dimuat oleh laman Turnbackhoax.id, unggahan itu dimuat oleh akun bernama Anggoro Ruwanto pada 29 November 2019. Belakangan, unggahan itu sudah tidak bisa dilihat/diakses atau telah dihapus, namun Turnbackhoax.id telah mengarsipkannya.

Tangkapan layar unggahan akun Anggoro Ruwanto terkait isu menu makanan dari babi di Kanada. [FB/captured]
Tangkapan layar unggahan akun Anggoro Ruwanto terkait isu menu makanan dari babi di Kanada. [FB/captured]

Yang pasti, saat di-screeshoot dan dilakukan pengarsipan (sebagaimana gambar terlampir), unggahan itu sudah dibagikan lebih dari 3.000 kali. Lebih jauh, belakangan ditemukan konten itu juga telah dibagikan ulang di media sosial lain, setidaknya seperti dalam utas (thread) di platform Twitter yang juga telah dikumpulkan ini.

Faktanya, konten ini sendiri merupakan hoaks alias kabar palsu yang bukan saja tidak mengandung kebenaran, namun juga sebenarnya merupakan konten hoaks yang masih beredar dan terus diulang selama bertahun-tahun. Pernah ada beberapa modifikasi atau versi berbeda dari hoaks ini, termasuk untuk nama kota atau tempatnya, maupun kalimat narasi tambahan yang menyertai, namun inti kontennya sama.

Thatsnonsense.com, salah satu situs pemeriksa isu-isu di internet, tahun 2018 lalu pun telah menegaskan kembali ketidakbenaran konten ini. Dalam publikasinya itu pula, situs tersebut menyebut bahwa jauh sebelumnya yakni di awal tahun 2015, Pemerintah Kota Dorval yang merupakan sebuah kota kecil di daerah Montreal, Kanada, sudah memberi klarifikasi sekaligus bantahan atas hoaks ini.

Pemerintah Kota Dorval, Kanada, bahkan saat itu sudah memberi penegasan soal tidak benarnya kutipan pernyataan yang beredar tersebut. "Wali Kota ingin meluruskan bahwa tidak pernah dalam situasi apa pun, beliau, maupun salah satu perwakilan Pemerintah Kota, menyampaikan komentar seperti (kutipan yang beredar) itu," tegas mereka dalam pernyataan resmi di situsnya.

Dijelaskan pula bahwa hoaks ini tampaknya sudah beredar lebih lama lagi, termasuk diduga mulai menyebar dan berkembang di Amerika Serikat, serta pernah ada versi yang mengutip pemerintah kota di negara lainnya (Belgia). Untuk versi Belgia ini, situs terkenal pemeriksa fakta Snopes.com pun sudah memberikan jawabannya sejak tahun 2014.

Belakangan, setelah unggahannya di Facebook tersebut di-debunk, Anggoro Ruwanto pada 3 Desember 2019 kemudian mengakui telah menghapusnya, namun sembari mengaku bahwa ia justru mendapatkan "berita resmi" itu dari Google. Berikut keterangan lengkapnya:

Sahabat, posting an Saya ini saya tulis berdasarkan informasi yang saya dapatkan dari google. Dengan mengetik " mengapa Canada menolak menghilangkan menu babi dari kantin sekolah " bahkan sampai sekarang pun kalau saudara ketik itu, akan keluar beritanya.
Cuma yang aneh, sekarang ada pihak yang mengatakan itu berita hoax sejak tahun 2013 entah dari mana?
Kalau memang hoax kenapa kontennya masih ada sampai saya mengutipnya tgl 20 November 2019 setelah di like 10.000.kali dan dishare 3000 kali.
Cuma sekarang status yang di google di beri tulisan SALAH dalam tanda kurung ( ).
Dalam hal ini saya merasa dipermalukan, karena nanti orang akan berpikir negatif bahwa saya penyebar berita hoax.
Pada hal saya mengutip berita resmi yang waktu itu ada di google.

Ada apa dibelakang semua ini saya tidak tahu, tapi untuk menghindari hal hal yang rumit, saya hapus postingan saya tersebut.

Kesimpulan

Unggahan yang belakangan kembali viral itu dipastikan tidak benar, bahkan merupakan hoaks yang berulang atau sengaja diedarkan ulang selama bertahun-tahun. Faktanya tidak benar, begitu juga dengan kutipan yang disertakan, termasuk narasinya yang di beberapa versi kadang berubah-ubah atau ditambahi (dimodifikasi) sedemikian rupa --semisal pengaitan dengan Indonesia dan penggunaan istilah "Kadrun" di versi yang ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kominfo Temukan 3.901 Hoaks Sejak Agustus 2018, Hoaks Politik Paling Marak

Kominfo Temukan 3.901 Hoaks Sejak Agustus 2018, Hoaks Politik Paling Marak

Tekno | Selasa, 03 Desember 2019 | 23:12 WIB

Diinisiasi Google, Arkadia Digital Media Tbk Gelar Pelatihan Cek Fakta

Diinisiasi Google, Arkadia Digital Media Tbk Gelar Pelatihan Cek Fakta

News | Minggu, 24 November 2019 | 17:40 WIB

CEK FAKTA: TLJ Intoleransi, Milik Eep Saefulloh Fatah-Sandrina Malakiano?

CEK FAKTA: TLJ Intoleransi, Milik Eep Saefulloh Fatah-Sandrina Malakiano?

News | Sabtu, 23 November 2019 | 11:44 WIB

Terkini

Aksi Berani Bocah Madiun Pasang Badan Selamatkan Ibu dari Tikaman Ayah

Aksi Berani Bocah Madiun Pasang Badan Selamatkan Ibu dari Tikaman Ayah

Jatim | Kamis, 20 Agustus 2026 | 07:36 WIB

4 Serum Korea yang Ampuh Atasi Pori Besar, Kulit Kendur, dan Kontrol Minyak

4 Serum Korea yang Ampuh Atasi Pori Besar, Kulit Kendur, dan Kontrol Minyak

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 07:35 WIB

Info Cuaca Kamis: Langit Indonesia Didominasi Awan Tebal, Waspada Dampak Bibit Siklon 95W

Info Cuaca Kamis: Langit Indonesia Didominasi Awan Tebal, Waspada Dampak Bibit Siklon 95W

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 07:30 WIB

Purbaya Jamin Tambah Anggaran Korban Bencana Gempa NTT, Tinggal Tunggu Arahan Prabowo

Purbaya Jamin Tambah Anggaran Korban Bencana Gempa NTT, Tinggal Tunggu Arahan Prabowo

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 07:30 WIB

Karhutla Riau Makin Meluas, Ratusan Hektare Lahan Terbakar

Karhutla Riau Makin Meluas, Ratusan Hektare Lahan Terbakar

Foto | Kamis, 20 Agustus 2026 | 07:30 WIB

9 Bank Sudah Bangkrut di Indonesia Sepanjang Tahun 2026, Ini Daftarnya

9 Bank Sudah Bangkrut di Indonesia Sepanjang Tahun 2026, Ini Daftarnya

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 07:26 WIB

Sifat Trapesium, Jenis-jenis, Rumus Luas Keliling Lengkap dengan Contoh Soal

Sifat Trapesium, Jenis-jenis, Rumus Luas Keliling Lengkap dengan Contoh Soal

Tekno | Kamis, 20 Agustus 2026 | 07:25 WIB

3 Warga Negara Israel Diduga Anggota IDF Berprilaku Kasar di Bali

3 Warga Negara Israel Diduga Anggota IDF Berprilaku Kasar di Bali

Bali | Kamis, 20 Agustus 2026 | 07:09 WIB

UEA Bekukan Transaksi Iran, Harga Minyak Capai Level Tertinggi 4 Pekan Terakhir

UEA Bekukan Transaksi Iran, Harga Minyak Capai Level Tertinggi 4 Pekan Terakhir

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 07:05 WIB

Miris! 9 Perempuan Disandera di Distrik Jila Mimika, Mayoritas Pelajar SD dan Ada yang Hamil Muda

Miris! 9 Perempuan Disandera di Distrik Jila Mimika, Mayoritas Pelajar SD dan Ada yang Hamil Muda

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 07:02 WIB

×