Mahfud MD: Korupsi Potong Urat Nadi Kehidupan

Pebriansyah Ariefana | Muhammad Yasir
Mahfud MD: Korupsi Potong Urat Nadi Kehidupan
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. (Suara.com/M. Yasir)

Mahfud MD berharap semua pihak sadar akan bahayanya korupsi.

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan atau Menkopolhukam Mahfud MD menyebut korupsi merupakan ancaman yang berbahaya bagi Indonesia. Mahfud MD menilai korupsi sama halnya memotong urat nadi kehidupan rakyat.

Hal itu disampaikan Mahfud usai menghadiri peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Harkodia) di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (9/12/2019). Mahfud MD berharap semua pihak sadar akan bahayanya korupsi.

"Korupsi itu memotong urat nadi kehidupan bangsa. Kekayaan negara itu kan nadi, tubuh bangsa Indonesia, tubuh negara Indonesia. Kalau korupsinya banyak berarti nadinya dipotong-potong. Mudah-mudahan kita sadar bahwa itu berbahaya," kata Mahfud.

Mahfud juga berharap Harkodia jadi momnen bersama untuk menyadarkan diri akan bahayanya korupsi. Di sisi lain, Mahfud juga menyatakan penegakkan hukum terhadap pelaku tindak korupsi harus semakin ditegakkan.

"Mudah-mudahan ini momentum untuk menyadarkan kita semua untuk mencegah, kemudian dan menindak tentu saja setiap pelangggaran, atau setiap korupsi yang terjadi," tegasnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS