Meresahkan, Marak Aksi Begal HP Sasar Turis di Bali hingga Alami Kecelakaan

Reza Gunadha | Husna Rahmayunita | Suara.com

Selasa, 10 Desember 2019 | 13:49 WIB
Meresahkan, Marak Aksi Begal HP Sasar Turis di Bali hingga Alami Kecelakaan
Ilustrasi begal.

Suara.com - Aski pembegalan meresahkan wisatawan asing yang berkunjung ke Bali. Sejumlah orang telah menjadi korban tindakan kejahatan tersebut.

Motif para pelaku yakni merampas ponsel korban ketika mengendari sepeda motor, hingga menimbulkan kecelakaan.

Disadur dari ABC Australia, Selasa (10/11/2019), tak sekadar merampas ponsel korban, pelaku begal juga mengincar informasi rahasia dalam ponsel tersebut. Diduga mereka tergabung dalam organisasi kriminal.

Pekan lalu, Lawson Rankin, siswa asal Newscastle Australia terluka parah setelah ponsel milik temannya yang saat itu dibonceng, dirampas begal.

Menurut keterangan pihak keluarga, Lawson telah berusaha mengejar pelaku, namun justru ditemukan tak sadarkan diri, tergeletak di selokan. Sampai sekarang, Lawson masih mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.

Sementara itu, turis lainnya, Andrew Bateman dan putrinya Hannah turut menjadi korban. Keduanya terpaksa mengakhiri liburan di Bali usai terjatuh dari motor karena serangan begal.

"Kejadian itu cepat sekali, barang berharga kami yang lain aman. Namun, mereka memepet motor kam dan mencoba merampas ponsel Hannah," ungkap Bateman.

Bateman juga mengatakan, pelaku begal menarik tangan anaknya dengan kuat lalu kabur. Sementara sepeda motor yang ia tunggangi menghantam trotoar.

"Ini hanya gara-gara iPhone. Kami bisa saja mati karenanya. Nyawa bisa melayang karena ponsel," imbuhnya.

Akibat kejadian itu, Bateman terluka parah. Bahunya patah, tulang lehernya cedera dan lima rusuknya terluka, sedangkan Hannah mengalami luka di tangan dan kakinya.

Lebih lanjut Bateman menambahkan, "Pelaku begal mengincar para turis, mereka sangat terorganisir,".

Mereka ingin mendapatkan ponsel dan informasi di dalamnya, berkaca dengan pengalaman yang dialami oleh istri Bateman.

"Setelah pencurian, istriku mendapat banyak pesan dan mengatakan iPhone telah ditemukan. Pencuri berusajha mendapatkan AppleID, password dan akses telepon. Saya sudah melaporkannya," kata Bateman.

Menurut laporan media Australia, pelaku begal umumnya mengincar turis asal Australia. Sementara, beberapa bulan lalu, dua turis asal Singapura juga menjadi korban begal dengan motif serupa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peremas Payudara PRT di Depok Disebut Suka Berkeliaran Pamer Alat Kelamin

Peremas Payudara PRT di Depok Disebut Suka Berkeliaran Pamer Alat Kelamin

Jabar | Jum'at, 06 Desember 2019 | 19:06 WIB

Modus Tanya Alamat, Aksi Pemotor Cabul Remas Payudara PRT di Depok

Modus Tanya Alamat, Aksi Pemotor Cabul Remas Payudara PRT di Depok

Jabar | Jum'at, 06 Desember 2019 | 17:46 WIB

ABG Australia Koma Usai Jatuh ke Parit karena Dibegal di Bali

ABG Australia Koma Usai Jatuh ke Parit karena Dibegal di Bali

News | Jum'at, 06 Desember 2019 | 15:58 WIB

Pelaku Begal Sadis Rencanakan Uang Hasil Kejahatan untuk Rayakan Tahun Baru

Pelaku Begal Sadis Rencanakan Uang Hasil Kejahatan untuk Rayakan Tahun Baru

Jatim | Jum'at, 06 Desember 2019 | 15:30 WIB

Terkini

Pelindo Catat 2,6 Juta Penumpang Masa Lebaran 2026, Meningkat 14,14%

Pelindo Catat 2,6 Juta Penumpang Masa Lebaran 2026, Meningkat 14,14%

News | Minggu, 12 April 2026 | 15:10 WIB

Harga Plastik Melonjak Hingga 80 Persen, Gubernur Pramono Ajak UMKM Kembali ke Daun Pisang

Harga Plastik Melonjak Hingga 80 Persen, Gubernur Pramono Ajak UMKM Kembali ke Daun Pisang

News | Minggu, 12 April 2026 | 15:00 WIB

Saat AS dan Iran Negosiasi, Donald Trump Justru Asyik Nonton UFC di Miami

Saat AS dan Iran Negosiasi, Donald Trump Justru Asyik Nonton UFC di Miami

News | Minggu, 12 April 2026 | 14:28 WIB

Merusak Tanggul dan Ikan Lokal, Pramono Instruksikan Operasi Pembersihan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta!

Merusak Tanggul dan Ikan Lokal, Pramono Instruksikan Operasi Pembersihan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta!

News | Minggu, 12 April 2026 | 14:06 WIB

21 Jam Negosiasi AS - Iran: Persyaratan AS Ditolak, Iran Tak Berharap Deal Sekali Pertemuan

21 Jam Negosiasi AS - Iran: Persyaratan AS Ditolak, Iran Tak Berharap Deal Sekali Pertemuan

News | Minggu, 12 April 2026 | 13:46 WIB

Tukang Bajaj Dipalak Preman di Tanah Abang, Pramono Anung: Tidak Ada Kompromi, Ambil Tindakan Tegas

Tukang Bajaj Dipalak Preman di Tanah Abang, Pramono Anung: Tidak Ada Kompromi, Ambil Tindakan Tegas

News | Minggu, 12 April 2026 | 13:38 WIB

Dua Dekade Tebar Maut di Bawah Radar, 'Ki Bedil' Maestro Senpi Ilegal Akhirnya Diciduk Bareskrim!

Dua Dekade Tebar Maut di Bawah Radar, 'Ki Bedil' Maestro Senpi Ilegal Akhirnya Diciduk Bareskrim!

News | Minggu, 12 April 2026 | 13:30 WIB

Geger Beda Data Sawit RI-Singapura: Indikasi Manipulasi Ekspor hingga 'Penyunatan' Harga Terkuak!

Geger Beda Data Sawit RI-Singapura: Indikasi Manipulasi Ekspor hingga 'Penyunatan' Harga Terkuak!

News | Minggu, 12 April 2026 | 12:55 WIB

3 Persoalan Masih Jadi Sengketa Amerika Serikat - Iran di Perundingan

3 Persoalan Masih Jadi Sengketa Amerika Serikat - Iran di Perundingan

News | Minggu, 12 April 2026 | 12:54 WIB

Diplomasi Nuklir Iran Memanas, Amerika Serikat Memberikan Ultimatum Mau Mengubah Poin Kesepakatan

Diplomasi Nuklir Iran Memanas, Amerika Serikat Memberikan Ultimatum Mau Mengubah Poin Kesepakatan

News | Minggu, 12 April 2026 | 12:30 WIB