Warga Jorong Polong Dua Sumbar: Kami Tinggal Menunggu Ditimbun Longsor

Rima Sekarani Imamun Nissa

Kamis, 12 Desember 2019 | 14:52 WIB
Warga Jorong Polong Dua Sumbar: Kami Tinggal Menunggu Ditimbun Longsor
Warga membawa sepeda yang masih bisa diselamatkan di rumahnya yang tertimbun material tanah longsor di Desa Bojongsari, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (8/11). [ANTARA FOTO/Adeng Bustomi]

Suara.com - Dampak aktivitas tambang yang diperparah tingginya intensitas hujan menyebabkan tanah di Jorong Batu Hampa dan Jorong Simpang Tiga, Kenagarian Koto Alam, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mengalami keretakan parah hingga selebar satu meter.

Seorang warga Jorong Polong Dua, Ilham Uwo mengatakan, retakan tanah tersebut kurang lebih sepanjang 300 meter.

"Selain aktivitas pertambangan yang menggunakan bahan peledak, juga diperparah intensitas hujan yang tinggi," kata Ilham, Kamis (12/12/2019) melansir Antara.

Ilham menuturkan, meski retakan berada di Jorong Batu Hampa, hal itu juga mengancam Jorong Polong Dua. Saat ini, lebih dari 300 jiwa di jorong Polong Dua dihantui tanah longsor dari Jorong Batu Hampa.

"Sekarang di Polong Dua tinggal menunggu tanah yang roboh saja dari Jorong Batu Hampa. Retakannya sudah selebar satu meter. Kami yang di Jorong Polong Dua, tinggal menunggu ditimbun oleh longsoran dari atas," ungkapnya.Ia lalu memamaparkan, tiga tahun lalu retakan tanah di atas desanya ini belum ada. Retakan tersebut baru terlihat dalam dua tahun terakhir yang juga bertepatan dengan aktivitas tambang.

"Orang yang menambang itu pakai dinamit. Tidak jauh dari sini, hanya berkisar satu kilometer," kata dia.

Sedangkan di Jorong Simpang Tiga, retakan tanah dilaporkan telah merusak enam unit rumah. Para korban pun memilih mengungsi ke rumah keluarganya.

Menurut salah seorang pemilih rumah bernama Uwan, sejak curah hujan tinggi beberapa hari terakhir, terjadi gerakan tanah yang membuat dinding dan pondasi rumah menjadi retak.

"Rumah saya tidak jauh dari lokasi longsor pada Selasa (10/12/2019). Ada gerakan tanah dan rumah saya sudah rusak," ujarnya.

baca juga

Sementara itu, Wali Nagari Koto Alam Abdul Malik mengatakan adanya pergerakan tanah di Koto Alam akibat curah hujan tinggi beberapa hari terakhir. Dia juga membenarkan adanya enam unit rumah yang rusak.

"Memang ada enam unit rumah rusak. Itu akibat curah hujan yang tinggi di Koto Alam dan membuat tanah bergerak," kata Abdul Malik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ratusan Hektar Sawah dan Permukiman Warga Terendam Banjir

Ratusan Hektar Sawah dan Permukiman Warga Terendam Banjir

Foto | Selasa, 10 Desember 2019 | 12:55 WIB

Jasad Dipenuhi Luka Memar, Kematian Ibu Muda di Sumbar Kini Jadi Misteri

Jasad Dipenuhi Luka Memar, Kematian Ibu Muda di Sumbar Kini Jadi Misteri

News | Selasa, 10 Desember 2019 | 06:58 WIB

Tertimbun Dalam Lubang Eks Tambang Emas, Sembilan Warga Berhasil Dievakuasi

Tertimbun Dalam Lubang Eks Tambang Emas, Sembilan Warga Berhasil Dievakuasi

Banten | Senin, 09 Desember 2019 | 02:30 WIB

Hujan Lebat, Kawasan Bandung Diterjang Banjir Bandang dan Longsor

Hujan Lebat, Kawasan Bandung Diterjang Banjir Bandang dan Longsor

Jabar | Sabtu, 07 Desember 2019 | 02:00 WIB

Terkini

Temuan Apartemen di Lapas Cibinong Tak Masuk BMN, Kemenimipas Ungkap Dugaan Pelanggaran Berat

Temuan Apartemen di Lapas Cibinong Tak Masuk BMN, Kemenimipas Ungkap Dugaan Pelanggaran Berat

News | Rabu, 30 September 2026 | 12:58 WIB

Pasar Otomotif Jateng Menguat, Astra Financial Perluas Akses Pembiayaan di GIIAS Semarang

Pasar Otomotif Jateng Menguat, Astra Financial Perluas Akses Pembiayaan di GIIAS Semarang

Jawa Tengah | Rabu, 30 September 2026 | 12:56 WIB

Jalur Pendakian Torean dan Senaru Gunung Rinjani Tutup

Jalur Pendakian Torean dan Senaru Gunung Rinjani Tutup

Bali | Rabu, 30 September 2026 | 12:56 WIB

Urutan Pemakaian Air Mawar Viva dan Serum Vitamin C agar Wajah Cepat Cerah

Urutan Pemakaian Air Mawar Viva dan Serum Vitamin C agar Wajah Cepat Cerah

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 12:54 WIB

Daftar 63 Pejabat Pemkot yang Dilantik Wali Kota Pekanbaru

Daftar 63 Pejabat Pemkot yang Dilantik Wali Kota Pekanbaru

Riau | Rabu, 30 September 2026 | 12:53 WIB

DPRD NTB Minta Seluruh Pimpinan dan Pengajar Ponpes Tes Kejiwaan

DPRD NTB Minta Seluruh Pimpinan dan Pengajar Ponpes Tes Kejiwaan

Bali | Rabu, 30 September 2026 | 12:50 WIB

Langkah Gibran Sambangi Korban MBG Disebut Belum Selesaikan Masalah, Cuma Cari Panggung Politik?

Langkah Gibran Sambangi Korban MBG Disebut Belum Selesaikan Masalah, Cuma Cari Panggung Politik?

News | Rabu, 30 September 2026 | 12:49 WIB

Target 8% Buyar, Ekonomi Indonesia Diramal Hanya Mentok di Level 5,2%

Target 8% Buyar, Ekonomi Indonesia Diramal Hanya Mentok di Level 5,2%

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 12:49 WIB

Strategi Toyota Indonesia Seimbangkan Otomatisasi Pabrik dan Tenaga Kerja Manusia

Strategi Toyota Indonesia Seimbangkan Otomatisasi Pabrik dan Tenaga Kerja Manusia

Otomotif | Rabu, 30 September 2026 | 12:48 WIB

Si Jago Merah Mengamuk di Petamburan Dini Hari, Tiga Rumah Ludes Terbakar

Si Jago Merah Mengamuk di Petamburan Dini Hari, Tiga Rumah Ludes Terbakar

News | Rabu, 30 September 2026 | 12:48 WIB

×