Presiden Turki Apresiasi Kinerja Risma Sebagai Perempuan Inspiratif

Fabiola Febrinastri, Dian Kusumo Hapsari

Minggu, 15 Desember 2019 | 19:25 WIB
Presiden Turki Apresiasi Kinerja Risma Sebagai Perempuan Inspiratif
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. (Dok : Pemkot Surabaya).

Suara.com - Mimpi Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini untuk memasukkan Kota Surabaya ke dalam “peta dunia” nampaknya sudah menjadi kenyataan. Buktinya, Risma -sapaan Tri Rismaharini- sering diundang menjadi pembicara di berbagai negara di belahan dunia ini.

Terakhir, dia diundang menjadi pembicara di Turki, hingga mendapat pujian dari Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sebagai perempuan inspiratif.

Keberhasilannya dalam memimpin dan membangun Kota Surabaya memang menginspirasi dunia. Banyak negara-negara yang ingin belajar kepada Risma tentang cara membangun dan mengelola sebuah kota dari berbagai aspek.

Dia pun sering menjadi pembicara di luar negeri, membagikan berbagai cara atau strategi yang telah dilakukannya dalam membangun Surabaya.

Setiap kunjungan ke luar negeri, dia tak pernah lupa mempromosikan Kota Surabaya. Berbagai hasil produksi UMKM Kota Pahlawan, selalu memenuhi kopernya. “Makanya kadang koper saya banyak. Kalau ada pertemuan (forum), langsung saya buka, saya bagi-bagikan. Jadi selanjutnya mereka pesan sendiri, karena di sini (di kemasan produk) sudah ada alamat dan kontaknya,” kata Risma yang juga mengemban amanah sebagai Presiden United Cities for Local Government (UCLG) Asia-Pasifik ini.

Promosi itulah yang juga dilakukannya saat menjadi pembicara dalam forum yang bertajuk ‘International Forum of Women in Local Governments’ atau Forum Internasional Perempuan dalam Pemerintah Daerah, di Ankara, Turki, pada 11-12 Desember 2019. Acara ini diikuti sekitar tiga ribu peserta yang terdiri dari kurang lebih 27 pemimpin perempuan di dunia, politisi, akademisi serta masyarakat dari berbagai kota di Turki.

Dalam forum yang juga dihadiri Presiden Erdogan itu, Risma memaparkan keberhasilannya di bidang pemberdayaan perempuan, terutama saat penutupan eks Lokalisasi Dolly dan Pahlawan Ekonomi (PE). “Pada tahun pertama saya menjabat Wali Kota Surabaya 2010 lalu, itu adalah saat yang sulit karena harus menghadapi tantangan besar. Mulai dari banjir, perbaikan lingkungan, infrastruktur, kemiskinan, sampai trafficking,” ujarnya.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. (Dok : Pemprov Surabaya).
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. (Dok : Pemkot Surabaya).

Menurutnya, untuk memecahkan masalah trafficking, harus dicari akar persoalan. Ternyata, diketahui bahwa solusinya adalah harus menutup semua tempat prostitusi di enam lokasi Surabaya. Sebab, hampir tiap bulan, dia harus bekerja dengan pihak kepolisian untuk menangani kasus perdagangan manusia yang melibatkan perempuan dan anak-anak. “Di situ saya mengambil keputusan serius dan berisiko menutup semua prostitusi satu per satu. Saya menyadari betapa besarnya dampak buruk terhadap kehidupan orang di sekitarnya, terutama pada anak-anak,” ujarnya.

Alhasil, penutupan eks lokalisasi mulai dilakukan sejak tahun 2012 secara bertahap. Selain memikirkan proses penutupan, wali kota perempuan pertama di Surabaya ini juga harus memberikan solusi bagi warga terdampak penutupan tersebut. Mulai dari pekerja seks, mucikari, penyanyi karaoke hingga tukang parkir. “Saya terus berjalan dengan menyiapkan mereka semua untuk dibekali pelatihan keterampilan dan memulai bisnis baru. Mengalihkan pekerjaan mereka dengan usaha yang baru,” ungkapnya.

baca juga

Sekarang enam wilayah eks lokalisasi itu telah berubah. Area yang dahulunya ladang prostitusi, kini disulap menjadi tempat kreatif. Usahanya macam-macam, mulai batik, sepatu, aksesoris, makanan, dan sebagainya.

Di samping pemberdayaan untuk warga terdampak penutupan eks lokalisasi, zzRisma juga memiliki program lain untuk menekan angka kemiskinan di Kota Pahlawan, yaitu memberdayakan ibu-ibu rumah tangga yang biasa disebut Pahlawan Ekonomi (PE). Menurutnya, pada tahun 2010 angka kemiskinan sekitar lebih dari 20 persen.

Di program tersebut, para ibu rumah tangga diajarkan menjadi pengusaha dan menjadi pahlawan bagi keluarga mereka masing-masing. Banyak sekali tahapan pelatihan yang diberikan di program itu, mulai dari pelatihan pembuatan produk, cara pengemasan (packaging), sampai pemasaran dengan memanfaatkan arus digital. “Dimulai dengan hanya 89 grup di tahun 2010, sekarang kami memiliki lebih dari 11 ribu kelompok usaha kecil dan menengah yang dikelola oleh perempuan,” imbuhnya.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. (Dok : Pemprov Surabaya).
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. (Dok : Pemkot Surabaya).

Dorong Kerjasama dengan Gaziantep

Sementara itu, Presiden Erdogan dalam sambutannya langsung memuji Risma. Bahkan, dia menyebut Risma sebagai perempuan inspiratif. "Perempuan-perempuan inspiratif seperti Risma dari Surabaya, Indonesia, menambah keyakinan kita bahwa perempuan harus dilibatkan dan diajak bicara dalam proses pembangunan,” katanya.

Forum internasional ini digelar sebagai upaya Presiden Erdogan untuk mengarusutamakan  peran perempuan di berbagai sektor, termasuk dalam politik. Saat ini, dari 600 anggota parlemen Turki, hanya 103 orang perempuan. Dari 1.389 wali kota, hanya sekitar 3 persen wali kota perempuan. Pada masa kepemimpinan Presiden Erdogan, terjadi peningkatan signifikan jumlah perempuan yang aktif di ranah publik, meskipun disadari jumlahnya masih jauh dari harapan.

Selain menjadi pembicara, saat itu Risma juga menandatangani letter of interest (LOI) atau perjanjian minat dengan Pemerintah Kota Gaziantep, Turki. Komitmen kerjasama itu ditandatangani langsung oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Wali Kota Gaziantep Fatma Sahin, serta disaksikan langsung oleh Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan.

Kerjasama itu meliputi tiga bidang, yaitu bidang promosi budaya dan pariwisata, pengembangan ekonomi kreatif serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia. Ketiga bidang itu dipilih lantaran Surabaya dan Kota Gaziantop memiliki banyak kesamaan, salah satunya memiliki kesamaan mengembangkan ekonomi lokal melalui usaha mikro kecil dan menengah. (Adv). 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tamu Kehormatan di Turki, Wali Kota Tri Rismaharini Pidato Perempuan Peduli

Tamu Kehormatan di Turki, Wali Kota Tri Rismaharini Pidato Perempuan Peduli

News | Jum'at, 13 Desember 2019 | 09:32 WIB

Ketemu Presiden Turki, Risma Pamer Kesuksesan Bubarkan Eks Lokalisasi Dolly

Ketemu Presiden Turki, Risma Pamer Kesuksesan Bubarkan Eks Lokalisasi Dolly

Jatim | Kamis, 12 Desember 2019 | 17:41 WIB

Surabaya Mendunia dan Jadi Simbol Keberhasilan Pembangunan

Surabaya Mendunia dan Jadi Simbol Keberhasilan Pembangunan

News | Selasa, 10 Desember 2019 | 16:08 WIB

Risma Janji Arak Evan Dimas Keliling Surabaya Naik Kuda, Jika...

Risma Janji Arak Evan Dimas Keliling Surabaya Naik Kuda, Jika...

Bola | Jum'at, 29 November 2019 | 20:03 WIB

Wali Kota Surabaya Risma Diadukan ke Jokowi, Bikin Proyek Pasar Mangkrak

Wali Kota Surabaya Risma Diadukan ke Jokowi, Bikin Proyek Pasar Mangkrak

Jatim | Jum'at, 29 November 2019 | 08:04 WIB

Khofifah Tak Percaya Risma: ke Luar Negeri Rata-rata Pakai APBD

Khofifah Tak Percaya Risma: ke Luar Negeri Rata-rata Pakai APBD

Jatim | Jum'at, 22 November 2019 | 17:54 WIB

Terkini

Pertalite Dibatasi, Motor Tetap Bebas Beli: Mobil Mewah Mulai Dipantau

Pertalite Dibatasi, Motor Tetap Bebas Beli: Mobil Mewah Mulai Dipantau

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 17:37 WIB

3 Anggota DPRD Diperiksa Lagi, Ini Perkembangan Kasus Lampu Jalan Palembang

3 Anggota DPRD Diperiksa Lagi, Ini Perkembangan Kasus Lampu Jalan Palembang

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 17:37 WIB

8 Pesan Gerakan Nurani Bangsa: Kritik Aparat, Korupsi hingga Demokrasi

8 Pesan Gerakan Nurani Bangsa: Kritik Aparat, Korupsi hingga Demokrasi

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 17:37 WIB

Purbaya Resmi Salurkan Rp 20,5 T ke 490 Daerah, Biar Pemda Bisa Bayar Gaji PPPK

Purbaya Resmi Salurkan Rp 20,5 T ke 490 Daerah, Biar Pemda Bisa Bayar Gaji PPPK

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 17:36 WIB

Fakta Baru Kasus Pilot Malaysia Selundupkan Narkoba ke Indonesia, Ada Jejak Nomor Telepon Sindikat

Fakta Baru Kasus Pilot Malaysia Selundupkan Narkoba ke Indonesia, Ada Jejak Nomor Telepon Sindikat

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 17:35 WIB

Bantah Sakit dan Mundur dari Jabatan, Menko PM Pratikno Naik Hardtop Pantau Karhutla Bromo

Bantah Sakit dan Mundur dari Jabatan, Menko PM Pratikno Naik Hardtop Pantau Karhutla Bromo

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 17:34 WIB

Karhutla 114 Hektare di Pelalawan dan Inhu, Baru Dipadamkan 22 Hektare

Karhutla 114 Hektare di Pelalawan dan Inhu, Baru Dipadamkan 22 Hektare

Riau | Selasa, 11 Agustus 2026 | 17:32 WIB

Menhut Raja Juli Antoni 'Ngacir' Ditanya Soal Pengembalian Uang ke KPK yang Tak Utuh

Menhut Raja Juli Antoni 'Ngacir' Ditanya Soal Pengembalian Uang ke KPK yang Tak Utuh

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 17:31 WIB

Purbaya-Bahlil Sepakat! Pembelian Pertalite Mau Dibatasi, Tanda-tanda Mau Dihapus?

Purbaya-Bahlil Sepakat! Pembelian Pertalite Mau Dibatasi, Tanda-tanda Mau Dihapus?

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 17:30 WIB

The Skull Karya Jon Klassen, Dongeng Gelap yang Justru Terasa Menggemaskan

The Skull Karya Jon Klassen, Dongeng Gelap yang Justru Terasa Menggemaskan

Your Say | Selasa, 11 Agustus 2026 | 17:30 WIB

×