Sempat Beri Penghargaan ke Colosseum, DPRD Jakarta Akan Panggil Disparbud

Dwi Bowo Raharjo, Fakhri Fuadi Muflih

Senin, 23 Desember 2019 | 15:43 WIB
Sempat Beri Penghargaan ke Colosseum, DPRD Jakarta Akan Panggil Disparbud
Aktivitas didepan pintu masuk Colosseum club, Taman Sari, Jakarta Barat (14/12). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - DPRD Jakarta akan memanggil pejabat di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI soal pemberian penghargaan Adikarya Wisata kepada klub malam Colosseum. Kekinian penghargaan tersebut telah dicabut terkait banyaknya protes.

Ketua komis B DPRD Jakarta Abdul Aziz mengatakan pihaknya membutuhkan informasi langsung dari Satuan Kerja Perangkat Dinas (SKPD) yang memberikan penghargaan itu. Dengan demikian, DPRD disebutnya bisa memberikan penilaian.

“Nah kami ingin memastikan dan juga mendapatkan informasi yang benar dari sisi SKPD ini. Kan kita sudah tahu bahwa Plt Parbud saat ini sudah digantikan oleh Asisten Perekonomian Sri Haryati,” ujar Aziz di gedung DPRD Jakarta, Senin (23/12/2019).

Dalam pemanggilan tersebut, DPRD Jaarta kata Aziz, akan mempertanyakan soal pemberian penghargaan Adikarya Wisata. Sri disebutnya juga akan diminta menjelaskan kenapa akhirnya Disparbud membatalkan penghargaan.

Aziz mengaku tidak mengetahui proses penentuan nama Colosseum hingga menjadi penerima penghargaan itu. Karena itu ia akan memanggil Sri untuk hadir dan menjelaskannya secara rinci.

"Jadi kita ingin tahu prosesnya sebenarnya, dari awal proses seperti apa kemudian ketika penghargaan seperti apa dan pasca penghargaan apa sebenarnya sih kan penghargaan," jelasnya.

Selain pemberian penghargaan pada colosseum, ia juga ingin dijelaskan soal penghargaan Adikarya dari tahun ketahun. Menurutnya penghargaan ini memiliki dampak tersendiri bagi DKI.

"Penghargaan ini pasti akan memberikan dampak ekonomi pada yang diberikan penghargaan ini seperti apa sih dari tahun lalunya seperti apa?" pungkasnya.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta mengakui ada kelalaian yang berujung pada pemberian penghargaan Adikarya Wisata kepada klub malam Colosseum. Karena itu jajaran yang memenangkan diskotek itu disebut telah dinonaktifkan.

baca juga

Hal tersebut diungkap oleh Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah. Menurutnya Gubernur DKI Anies Baswedan telah memberikan instruksi kepada inspektorat untuk melakukan pemeriksaan. Pemberian penghargaan yang sempat dimenangkan Colosseum itu juga disebutnya akan ditinjau ulang.

"Hari ini, pak Gubernur telah memerintahkan inspektorat agar memerika jajaran yang terlibat dalam proses penilaian," ujar Saefullah di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (16/12/2019).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PDIP Sebut Pemberian Penghargaan Hanya Dalih Agar Colosseum Tidak Ditutup

PDIP Sebut Pemberian Penghargaan Hanya Dalih Agar Colosseum Tidak Ditutup

News | Rabu, 18 Desember 2019 | 10:54 WIB

Tidak Tandatangani Langsung, Anies Bantah Penghargaan untuk Colosseum Palsu

Tidak Tandatangani Langsung, Anies Bantah Penghargaan untuk Colosseum Palsu

News | Selasa, 17 Desember 2019 | 22:03 WIB

Sebut Anies Cuci Tangan di Skandal Colosseum, PDIP: Pemimpin Gak Boleh Gitu

Sebut Anies Cuci Tangan di Skandal Colosseum, PDIP: Pemimpin Gak Boleh Gitu

News | Selasa, 17 Desember 2019 | 21:52 WIB

Terkini

Bahaya Menggunakan Krim Malam Racikan Tanpa BPOM dalam Jangka Panjang, Efeknya Bisa Permanen?

Bahaya Menggunakan Krim Malam Racikan Tanpa BPOM dalam Jangka Panjang, Efeknya Bisa Permanen?

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 16:14 WIB

Tak Jera, IRT di Medan Kembali Jual Ganja Padahal Baru Keluar Penjara

Tak Jera, IRT di Medan Kembali Jual Ganja Padahal Baru Keluar Penjara

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 16:14 WIB

Tugas Pertama Suahasil Gantikan Purbaya: APBN Harus Sehat

Tugas Pertama Suahasil Gantikan Purbaya: APBN Harus Sehat

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 16:13 WIB

Suahasil Nazara Dilantik Menkeu usai Purbaya Pamer Capaian di DPD

Suahasil Nazara Dilantik Menkeu usai Purbaya Pamer Capaian di DPD

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 16:13 WIB

Sebelum Dicopot Prabowo! Purbaya Sempat Kritik Pemda yang 'Hobi' Simpan Uang di Bank

Sebelum Dicopot Prabowo! Purbaya Sempat Kritik Pemda yang 'Hobi' Simpan Uang di Bank

News | Senin, 14 September 2026 | 16:11 WIB

Semua Laga Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Tayang di TV

Semua Laga Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Tayang di TV

Bola | Senin, 14 September 2026 | 16:11 WIB

Terima Suap Rp11,4 Miliar, Hak Politik Ade Kuswara Kunang Dicabut 10 Tahun

Terima Suap Rp11,4 Miliar, Hak Politik Ade Kuswara Kunang Dicabut 10 Tahun

Bekaci | Senin, 14 September 2026 | 16:11 WIB

Nongkrong Cantik di Oemah Boto Dapat Cashback 30% Pakai QRIS BRImo

Nongkrong Cantik di Oemah Boto Dapat Cashback 30% Pakai QRIS BRImo

Bri | Senin, 14 September 2026 | 16:10 WIB

Raih Predikat Prestisius Golden Medal 2026, Semen Gresik Pertahankan Bintang Lima TOP GRC

Raih Predikat Prestisius Golden Medal 2026, Semen Gresik Pertahankan Bintang Lima TOP GRC

Jawa Tengah | Senin, 14 September 2026 | 16:10 WIB

Karhutla Jadi Sorotan Dunia, Mengapa Respons Pemerintah Masih Santai?

Karhutla Jadi Sorotan Dunia, Mengapa Respons Pemerintah Masih Santai?

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 16:10 WIB

×