Anggaran Hibah DKI Muncul Tanpa Dibahas, Ferdinand Sindir Anies Pemalas

Iwan Supriyatna, Chyntia Sami Bhayangkara

Selasa, 24 Desember 2019 | 09:56 WIB
Anggaran Hibah DKI Muncul Tanpa Dibahas, Ferdinand Sindir Anies Pemalas
Ketua DPRD DKI, Prasetio Edi Marsudi dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat meneken RAPBD 2020 yang telah disahkan DPRD DKI. (Suara.com/Fakhri).

Suara.com - Politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean kembali melontarkan sindiran pedas kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Ia menilai Anies pemalas lantaran tidak memperhatikan APBD secara teliti hingga muncul anggaran aneh.

Hal itu disampaikan oleh Ferdinand melalui akun Twitter miliknya @ferdinandhaean2. Ferdinand menyoroti kemunculan anggaran Badan Musyawarah (Bamus) Betawi secara tiba-tiba tanpa melalui pembahasan di komisi DPRD DKI Jakarta terlebih dahulu.

"Anggaran hibah tiba-tiba menyusup di RAPBD tanpa pernah dibahas di Komisi?" kata Ferdinand seperti dikutip Suara.com, Selasa (24/12/2019).

Ferdinand menjelaskan, seharusnya Anies sudah lebih dulu mengajukan untuk dibahas bersama komisi maupun Badan Anggaran DPRD DKI Jakarta. Sehingga, tidak ada anggaran baru yang tiba-tiba muncul begitu saja tanpa dibahas sebelumnya dalam RAPBD.

Bahkan, Ferdinand juga menuding Anies malas sehingga hal tersebut luput dari pengawasannya.

"Ini tidak seharusnya terjadi bila Gubernur, Mr Dan @aniesbaswedan sebelum mengajukan RAPBD ke DPDR sudah membahas rencana program kerja Pemda DKI dengan jajaran. Sudah ku bilang, malas dia!" ungkap Ferdinand.

Ferdinand Hutahaean sindir Anies Baswedan soal anggaran Bamus Betawi (Twitter/ferdinandhaean2)
Ferdinand Hutahaean sindir Anies Baswedan soal anggaran Bamus Betawi (Twitter/ferdinandhaean2)

Sebelumnya, anggota DPRD DKI Jakarta terkejut dengan kemunculan anggaran untuk Bamus Betawi yang dimasukkan dalam bantuan danah hibah sebesar Rp 6 miliar. Anggaran tersebut tidak pernah dibahas dalam komisi.

Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah berdalih anggaran tersebut sebelumnya sudah ada dalam KUA PPAS. Namun pembahasannya ditunda sementara lantaran ada dualisme kepemimpinan, sehingga kini Pemda DKI berupaya menanyakan kembali nasib anggaran tersebut.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

SBY Diseret-seret soal Jiwasraya, Kader Demokrat Ramai-ramai Membela

SBY Diseret-seret soal Jiwasraya, Kader Demokrat Ramai-ramai Membela

News | Jum'at, 20 Desember 2019 | 11:14 WIB

Anies Minta Periksa Penilai Colosseum, Ferdinand: Pecat Dirinya Sendiri!

Anies Minta Periksa Penilai Colosseum, Ferdinand: Pecat Dirinya Sendiri!

News | Selasa, 17 Desember 2019 | 12:20 WIB

Heboh Tes Fisik Honorer DKI, Ferdinand: Kenapa Bukan Anies yang Masuk Got?

Heboh Tes Fisik Honorer DKI, Ferdinand: Kenapa Bukan Anies yang Masuk Got?

News | Minggu, 15 Desember 2019 | 13:51 WIB

Fadjroel Diskusi dengan Jokowi, Ferdinand Hutahaean Nyinyir

Fadjroel Diskusi dengan Jokowi, Ferdinand Hutahaean Nyinyir

News | Kamis, 12 Desember 2019 | 05:09 WIB

Anies Klaim Kerja TGUPP Efektif, Guntur PSI: Mereka Cocok Jadi Buzzer

Anies Klaim Kerja TGUPP Efektif, Guntur PSI: Mereka Cocok Jadi Buzzer

News | Selasa, 10 Desember 2019 | 17:36 WIB

Prabowo Sanjung China, Ferdinand PD: Kasian Dulu Podium yang Digebrak

Prabowo Sanjung China, Ferdinand PD: Kasian Dulu Podium yang Digebrak

News | Selasa, 10 Desember 2019 | 14:06 WIB

Terkini

Rilis You're Under Arrest! ILLIT Tolak Keras Terlena oleh Harapan Palsu

Rilis You're Under Arrest! ILLIT Tolak Keras Terlena oleh Harapan Palsu

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:40 WIB

Cak Imin Puji MBG: Program Terbaik dari APBN, 1,3 Juta Orang Miskin Jadi Pekerja

Cak Imin Puji MBG: Program Terbaik dari APBN, 1,3 Juta Orang Miskin Jadi Pekerja

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:36 WIB

7 Penyebab Baterai HP Cepat Habis dan Panas Saat Dimainkan, Ini Cara Mengatasinya

7 Penyebab Baterai HP Cepat Habis dan Panas Saat Dimainkan, Ini Cara Mengatasinya

Tekno | Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:35 WIB

Cara Pakai Body Mist agar Wanginya Lebih Tahan Lama, Jangan Sembarang Layering!

Cara Pakai Body Mist agar Wanginya Lebih Tahan Lama, Jangan Sembarang Layering!

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:35 WIB

Berkedok Bengkel di Pidie, Jaringan Clandestine Lab Racik Sabu 'Blue Ice' Berkualitas Super

Berkedok Bengkel di Pidie, Jaringan Clandestine Lab Racik Sabu 'Blue Ice' Berkualitas Super

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:35 WIB

Komnas HAM Kritik Draf RUU HAM: Frasa Lembaga Independen Tak Boleh Dihapus!

Komnas HAM Kritik Draf RUU HAM: Frasa Lembaga Independen Tak Boleh Dihapus!

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:34 WIB

Hujan Guyur Palembang Usai 4 Bulan Kabut Asap, BMKG Ingatkan Warga Tak Minum Air Hujan

Hujan Guyur Palembang Usai 4 Bulan Kabut Asap, BMKG Ingatkan Warga Tak Minum Air Hujan

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:33 WIB

Dugaan Keracunan MBG di Dramaga, Dua SMP Terapkan PJJ Selama Dua Hari

Dugaan Keracunan MBG di Dramaga, Dua SMP Terapkan PJJ Selama Dua Hari

Bogor | Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:29 WIB

KAI Dituntut Pengadaan KRL Secepatnya, Mau Impor atau Produksi INKA?

KAI Dituntut Pengadaan KRL Secepatnya, Mau Impor atau Produksi INKA?

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:26 WIB

Bulog Jadi Penyangga Ekosistem Jagung Nasional, Lindungi Petani & Jaga Keberlanjutan Usaha Peternak

Bulog Jadi Penyangga Ekosistem Jagung Nasional, Lindungi Petani & Jaga Keberlanjutan Usaha Peternak

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:23 WIB

×