Array

Motif Balas Dendam Peneror Novel Baswedan Diragukan, Respons Polisi Begini

Senin, 30 Desember 2019 | 16:16 WIB
Motif Balas Dendam Peneror Novel Baswedan Diragukan, Respons Polisi Begini
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono. (Suara.com/Tyo)

Suara.com - Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Argo Yowono enggan berkomentar banyak soal adanya beberapa pihak yang meragukan motif RB dan RM menyiramkan air keras terhadap Novel Baswedan karena balas dendam.

Dia hanya menyampaikan, penyidik Polri masih mendalami motif dan kronologi kasus teror air keras dengan melakukan penahanan terhadap RB dan RM yang merupakan anggota Polri aktif itu. 

"Tentunya itu semua kenapa gunanya tersangka ditahan, kami ingin menggali ya. Menggali seperti apa sih tersangka keterangannya. Mulai dari selain identitas itu secara umum ya, kemudian kami tanyakan kronologinya seperti apa," kata Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (30/12/2019).

Argo mengklaim, penyidikan dalam kasus ini belum tuntas dengan adanya penetapan tersangka.

Menurutnya, hingga kini, polisi pun masih menggali keterangan RB dan RM yang  diketahui merupakan anggota Brimob. 

"Kan sampai sekarang juga belum semuanya kami tanyakan ya. Belum semuanya, belum selesai," katanya.

Sebelumnya, salah satu tersangka RB mengaku alasannya melakukan kekerasan karena tidak suka kepada Novel Baswedan yang dinilai sebagai pengkhianat.

Hal itu dikatakan RB saat digelandang menuju mobil dari Polda Metro Jaya ke Bareskrim Mabes Polri. Tidak ada kalimat lanjutan dari keduanya selain menyatakan bahwa Novel seorang pengkhianat.

"Tolong dicatat ya saya tidak suka Novel karena dia pengkhianat," ujar salah seorang tersangka, Jumat (28/12/2019) lalu.

Baca Juga: Mabes Polri Klaim 2 Penyiram Novel Baswedan Ditangkap, Bukan Serahkan Diri

Sementara itu, eks Ketua KPK, Busyro Muqoddas menyatakan ketidakpercayaannya akan alasan dua tersangka RB dan RM atas penyerangan terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan lantaran motif balas dendam.

Busyro pun meminta pemerintah harus transparan dalam menyampaikan fakta aktor yang "bermain" dalam kasus penyiraman air keras pada Novel. Jangan sampai, kata dia, kasus ini hanya jadi etalase politik dari pihak mana pun.

"Kalau [alasannya] sentimen pribadi [kenapa tidak] dari dulu atau baru sekarang melakukan pengakuan. Apalagi [pelaku] yang ditangkap [adalah] polisi aktif," ungkap Busyro di sela diskusi “Catatan Kritis Bidang Ekonomi, Sosial, Politik dan Hukum 2018" di Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta, Senin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI