Mendagri Tito: Status Tanggap Darurat Penting Diberlakukan saat Banjir

Agung Sandy Lesmana, Ummi Hadyah Saleh

Sabtu, 04 Januari 2020 | 00:05 WIB
Mendagri Tito: Status Tanggap Darurat Penting Diberlakukan saat Banjir
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. (Suara.com/Ria Rizki)

Suara.com - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menganggap penetapan status tanggap darurat sangat penting bagi daerah yang terkena banjir.

Menurutnya, penetapan status tanggap darurat oleh kepala daerah untuk mempermudah pemerintah pusat dalam memberikan anggaran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Penting untuk menilai apakah daerah tersebut, daerah masing-masing kalau terdampak banjir yang cukup luas ditetapkan status tanggap darurat. Karena status tanggap darurat ini sangat penting dalam kaitan pembiayaan. Dari pusat akan membantu bila ada status itu," ujar Tito di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (3/1/2020).

Tito dengan ditetapkannya status tanggap darurat, pemerintah daerah bisa menggunakan anggaran Belanja Tidak Tertuga (BTT) yang sudah dianggarkan di masing-masing daerah.

Selain itu, kata Tito, Pemda juga bisa menggunakan Dana Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan (SILPA). Ia pun menyinggung SILPA DKI Jakarta dan Jawa Barat sangat besar.

Eks Kapolri ini pun mengintruksikan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk menggunakan dana Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan (SILPA) dalam membantu pemulihan bencana banjir.

"Untuk itu SILPA saya kira bisa dimanfaatkan karena anggarannya cukup besar. Terutama untuk Jawa Barat dan DKI Jakarta. Tinggal bantuan dari DPRD," ucap dia.

Kendati demikian, Tito menyebut penggunaan SILPA harus mendapat persetujuan dari DPRD masing-masing daerah. Karena itu, Tito meminta agar DPRD mempermudah proses persetujuan penggunaan anggaran SILPA.

"DPRD tolong dapat juga memahami situasi masyarakat untuk mempermudah proses ini. Jangan sampai berlama-lama. Mungkin satu hari cukup dan setelah itu dapat digunakan SILPA itu. Kemudian, dicairkan dan digunakan untuk kepentingan tanggap darurat yang sedang ditunggu masyarakat," katanya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kisah Petugas Pintu Air Manggarai, Rela Tak Pulang Meski Rumah Kebanjiran

Kisah Petugas Pintu Air Manggarai, Rela Tak Pulang Meski Rumah Kebanjiran

News | Jum'at, 03 Januari 2020 | 23:23 WIB

Asal Tak Banjir, Basuki Ogah Terjebak Istilah Kebijakan Ahok dan Anies

Asal Tak Banjir, Basuki Ogah Terjebak Istilah Kebijakan Ahok dan Anies

News | Jum'at, 03 Januari 2020 | 23:08 WIB

Hujan Diprediksi sampai Februari, Menteri PUPR Jamin Istana Tak Kebanjiran

Hujan Diprediksi sampai Februari, Menteri PUPR Jamin Istana Tak Kebanjiran

News | Jum'at, 03 Januari 2020 | 22:11 WIB

Banjir Jabodetabek Telan 43 Nyawa Warga, Wapres Maruf: Mohon Bersabar

Banjir Jabodetabek Telan 43 Nyawa Warga, Wapres Maruf: Mohon Bersabar

News | Jum'at, 03 Januari 2020 | 21:53 WIB

Banjir, Ratusan Warga Jakarta Masih Betah Mengungsi di Halte TransJakarta

Banjir, Ratusan Warga Jakarta Masih Betah Mengungsi di Halte TransJakarta

News | Jum'at, 03 Januari 2020 | 21:41 WIB

Soal Bencana, Anies: Jakarta Sebenarnya Kota Diganti Nama Jadi Provinsi

Soal Bencana, Anies: Jakarta Sebenarnya Kota Diganti Nama Jadi Provinsi

News | Jum'at, 03 Januari 2020 | 21:36 WIB

Luhut: Jangan Salah-salahan, Pak Presiden Sudah Tolong yang Susah-susah

Luhut: Jangan Salah-salahan, Pak Presiden Sudah Tolong yang Susah-susah

Bisnis | Jum'at, 03 Januari 2020 | 21:07 WIB

Jelang Puncak Musim Hujan, 297 Petugas PUPR Identifikasi Penyebab Banjir

Jelang Puncak Musim Hujan, 297 Petugas PUPR Identifikasi Penyebab Banjir

News | Jum'at, 03 Januari 2020 | 21:04 WIB

Anies Baswedan: Anak-anak Senang Main Air tuh saat Banjir

Anies Baswedan: Anak-anak Senang Main Air tuh saat Banjir

News | Jum'at, 03 Januari 2020 | 20:33 WIB

Tito Bantu Warga Korban Banjir Bisa Dapatkan Lagi KTP hingga Akta Lahir

Tito Bantu Warga Korban Banjir Bisa Dapatkan Lagi KTP hingga Akta Lahir

News | Jum'at, 03 Januari 2020 | 20:33 WIB

Terkini

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 05:00 WIB

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

×