Kemendagri Minta Tentukan Status Bencana, Anies: Konsekuensi Tak Sederhana

RR Ukirsari Manggalani, Fakhri Fuadi Muflih

Sabtu, 04 Januari 2020 | 05:00 WIB
Kemendagri Minta Tentukan Status Bencana, Anies: Konsekuensi Tak Sederhana
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di lokasi banjir, Jalan Teluk Gong, Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara. [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih].

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menanggapi soal permintaan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian untuk segera menentukan status bencana. Menurutnya, status bencana memiliki konsekuensi tersendiri.

Meski demikian, Anies Baswedan mengaku belum mendengar langsung permintaan itu dari Tito Karnavian. Karena itu ia ingin menunggu pernyataan resmi terkait penentuan status ini.

"Status tanggap darurat itu punya konsekuensi tidak sederhana. Jadi sebelum kita mendengar resmi saya tidak mendengar," ujar Anies Baswedan di kawasan Teluk Gong, Jakarta Utara, Jumat (3/1/2020).

Anies Baswedan di pengungsian korban banjir Jakarta. (Suara.com/Fakhri)
Anies Baswedan di pengungsian korban banjir Jakarta [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih]

Ia juga menyatakan banjir di sejumlah daerah di Jakarta sudah mulai surut. Bahkan, kawasan Jakarta Barat yang kemarin, Kamis (2/1/2020) genangan airnya masih tinggi, disebut Anies Baswedan sekarang sudah surut.

"Lihat tadi di Jakbar (Jakbar), Jakbar tuh paling genangannya per-tadi malam airnya tinggi, tapi hari ini genangan itu mulai surut," jelasnya.

Selain itu, ia juga meyakini air akan semakin surut sampai hari Minggu (5/1/2020). Ia menyebut saat ini pihaknya tengah berupaya untuk melakukan rehabilitasi agar kehidupan masyarakat Jakarta kembali normal.

"Kalau sudah tidak ada genangan maka proses rehab bisa berjalan lebih cepat lagi," pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menganggap penetapan status tanggap darurat sangat penting bagi daerah yang terkena banjir.

Menurutnya, penetapan status tanggap darurat oleh kepala daerah untuk mempermudah pemerintah pusat dalan memberikan anggaran dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

baca juga

"Penting untuk menilai apakah daerah tersebut, daerah masing-masing kalau terdampak banjir yang cukup luas ditetapkan status tanggap darurat. Karena status tanggap darurat ini sangat penting dalam kaitan pembiayaan. Dari pusat akan membantu bila ada status itu," ujar Tito Karnavian di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (3/1/2020).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mendagri Tito: Status Tanggap Darurat Penting Diberlakukan saat Banjir

Mendagri Tito: Status Tanggap Darurat Penting Diberlakukan saat Banjir

News | Sabtu, 04 Januari 2020 | 00:05 WIB

Hujan Diprediksi sampai Februari, Menteri PUPR Jamin Istana Tak Kebanjiran

Hujan Diprediksi sampai Februari, Menteri PUPR Jamin Istana Tak Kebanjiran

News | Jum'at, 03 Januari 2020 | 22:11 WIB

Soal Bencana, Anies: Jakarta Sebenarnya Kota Diganti Nama Jadi Provinsi

Soal Bencana, Anies: Jakarta Sebenarnya Kota Diganti Nama Jadi Provinsi

News | Jum'at, 03 Januari 2020 | 21:36 WIB

Terkini

Dear Pak Prabowo: 22,93 Juta Warga RI Masih Hidup Miskin

Dear Pak Prabowo: 22,93 Juta Warga RI Masih Hidup Miskin

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:51 WIB

Samsung Galaxy A27 5G vs Galaxy A25 5G, Apa Saja Bedanya? Ini 4 Alasan Layak Upgrade

Samsung Galaxy A27 5G vs Galaxy A25 5G, Apa Saja Bedanya? Ini 4 Alasan Layak Upgrade

Tekno | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:50 WIB

Pendaftaran Upacara 17 Agustus 2026 di Istana Dibuka Sampai Kapan? Ini Batas Waktunya

Pendaftaran Upacara 17 Agustus 2026 di Istana Dibuka Sampai Kapan? Ini Batas Waktunya

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:50 WIB

Pemutihan Pajak Kendaraan 2026 Sampai Kapan? Simak Jadwal Lengkap Tiap Provinsi

Pemutihan Pajak Kendaraan 2026 Sampai Kapan? Simak Jadwal Lengkap Tiap Provinsi

Otomotif | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:48 WIB

Putusan MK Buka Peluang Grasi hingga Amnesti Bagi Terdakwa Berbasis Audit BPKP

Putusan MK Buka Peluang Grasi hingga Amnesti Bagi Terdakwa Berbasis Audit BPKP

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:47 WIB

Kementerian P2MI Kenalkan Asta Mandala SMK Go Global, Bidik 500 Ribu Pekerja Migran Terampil

Kementerian P2MI Kenalkan Asta Mandala SMK Go Global, Bidik 500 Ribu Pekerja Migran Terampil

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:47 WIB

Kenapa Gen Z Rela Boros buat Kopi Tapi Menyerah Duluan soal Rumah?

Kenapa Gen Z Rela Boros buat Kopi Tapi Menyerah Duluan soal Rumah?

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:47 WIB

Simulasi Cicilan KUR BRI Terbaru Agustus 2026

Simulasi Cicilan KUR BRI Terbaru Agustus 2026

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:47 WIB

Kata-kata Polisi Malaysia soal Warganya Naik Batik Air Selundupkan Sabu dari KL ke Surabaya

Kata-kata Polisi Malaysia soal Warganya Naik Batik Air Selundupkan Sabu dari KL ke Surabaya

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:46 WIB

Pengangguran Memang Turun, Tapi Cuma 24 Ribu Orang! Masih Ada 7,22 Juta Warga Indonesia Menganggur

Pengangguran Memang Turun, Tapi Cuma 24 Ribu Orang! Masih Ada 7,22 Juta Warga Indonesia Menganggur

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:43 WIB

×