Kritisi Kunker ke LN, Mardani Minta Prabowo Lihat Informasi dari Ponsel

Chandra Iswinarno | Novian Ardiansyah
Kritisi Kunker ke LN,  Mardani Minta Prabowo Lihat Informasi dari Ponsel
Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera, Rabu (4/12/2019). [Suara.com/Novian Ardiansyah]

Menurut Mardani, kunjungan kerja tersebut harus diiringi dengan laporan yang transparan serta hasil dan bukti.

Suara.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengkritisi kegiatan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto yang dalam beberapa waktu belakangan dinilai sering melaksanakan kunjungan kerja ke luar negeri.

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengingatkan, agar kegiatan lebih efektif kunjungan kerja hingga ke luar negeri tidak perlu dilakukan. Merujuk pada pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi), Mardani mengatakan ada baiknya Prabowo mencari informasi melalui layar ponsel pintar atau smartphone ketimbang terus berpergian ke luar negeri.

"Pertama, Pak Jokowi saat 16 Agustus 2019 lalu sudah mengingatkan agar meminimalkan kunjungan ke luar negeri. Bahkan secara demonstratif, beliau menunjukkan via HP-nya kunjungan LN bisa melalui HP. Dunia sudah terkoneksi," kata Mardani kepada wartawan pada Jumat (17/1/2020).

Sebenarnya, Mardani menilai tidak ada yang salah dengan kunjungan ke luar negeri. Hanya saja, menurut dia, kunjungan kerja tersebut harus diiringi dengan laporan yang transparan serta hasil dan bukti.

"Kedua, kunjungan ke luar negeri monggo saja dilakukan tetapi mesti dipastikan return on investment-nya jauh lebih baik. Dan semua perlu disampaikan pada publik secara transparan. Ketiga, semua pejabat publik mesti siap untuk mendapat pengawasan dari publik karena dana yang digunakan memang dana masyarakat," katanya.

Diketahui, termutakhir Menhan Prabowo Subianto melakukan kunjungan ke luar negeri untuk agenda pertemuan bilateral dengan Menhan Prancis Florence Parly di Kantor Kemenhan Prancis di Paris pada Senin (13/1/2020).

Didampingi Dubes RI, Asisten Khusus Menhan, Ketua KKIP, Asops KASAU dan Danseskoal TNI, Prabowo disambut hangat oleh Menhan Prancis dan pejabat Kemenhan Prancis.

Mengawali rangkaian pertemuan bilateral, Menhan Prabowo pun menerima Upacara Penghormatan Militer di halaman kantor Kementerian Pertahanan Prancis. Selanjutnya di dalam pertemuan, kedua Menhan pun membahas langkah untuk mempererat kerja sama pertahanan kedua negara, termasuk upaya memajukan industri pertahanan Indonesia.

"Saya mencatat bahwa sebagai dua mitra strategis, Indonesia-Prancis selama ini memiliki kerja sama pertahanan yang baik. Indonesia ingin terus meningkatkan kerja sama pertahanan, khususnya di bidang yang dapat memperkuat alutsista TNI dan memajukan industri pertahanan Indonesia," ungkap Prabowo dalam pertemuan itu.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS