Cucu Soeharto Terima Rp 3 M dari MeMiles, Berkarya: Itu Urusan Keluarga

Dwi Bowo Raharjo | Ria Rizki Nirmala Sari
Cucu Soeharto Terima Rp 3 M dari MeMiles, Berkarya: Itu Urusan Keluarga
Ari Haryo Wibowo Harjojudanto alias Ari Sigit usai diperiksa di Mapolda Jatim pada Rabu (22/1/2020). [Suara.com/Achmad Ali]

Andi mengaku belum mengetahui pasti apa peran Ari Sigit dalan kasus investasi bodong tersebut.

Suara.com - Ketua DPP Partai Berkarya Andi Badaruddin Picunang menyebut tidak ada kaitannya Ari Haryo Wibowo Harjojudanto (AHS) alias Ari Sigit yang terseret kasus investasi ilegas MeMiles dengan Partai Berkarya. Ari Sigit diketahui merupakan cucu dari Soeharto.

Meski demikian, Partai Berkarya tetap memberikan dukungan kepada Ari Sigit yang masih menjadi bagian dari keluarga Cendana.

Ketua DPP Partai Berkarya Andi Badaruddin Picunang mengatakan partai yang diketuai Tommy Soeharto sama sekali tidak ada kaitannya kasus yang tengah dialami Ari Sigit saat ini.

"Ini masalah keluarga, sama sekali tidak ada kaitannya dengan partai," kata Andi di Kantor DPP Partai Berkarya, Jalan Pangeran Antasari, Jakarta Pusat, Jumat (24/1/2020).

Andi mengaku belum mengetahui pasti apa peran Ari Sigit dalan kasus investasi bodong tersebut.

Petinggi partai Berkarya kata dia, masih berpikiran positif kalau Ari Sigit tidak terlibat dalam kasus investasi bodong tersebut.

Dengan begitu, pihaknya saat ini hanya bisa mendoakan agar Ari Sigit beserta keluarga bisa menjalani segala pemeriksaan kepolisian hingga tuntas.

"Kami mendoakan agar pak Sigit dan keluarganya tetap fight dengan pemeriksaan," pungkasnya.

Untuk diketahui, Kapolda Jatim Irjen Polisi Luki Hermawan mengatakan berdasarkan keterangan beberapa tersangka, Ari Haryo Wibowo Harjojudanto (AHS) alias Ari Sigit merupakan konsultan di PT Kam and Kam yang menaungi MeMiles. Ari Sigit diketahui merupakan cucu dari Presiden ke-2 RI Soeharto.

Terkait itu, penyidik masih mencari bukti pendukung untuk menguatkan kesaksian tersebut seperti dokumen perusahaan dan lainnya.

"Kalau (keterangan) secara lisan ada (menyebut AHS sebagai konsultan PT Kam and Kam)," kata Luki di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Kamis (23/1/2020).

Selain itu, lanjut Luki, penyidik Subdit Indagsi Ditreskrimsus Polda Jatim juga menemukan adanya aliran dana yang masuk ke AHS sebesar Rp 3 miliar.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS