Gerindra Sebut Tak Ada Fit and Proper Test di Tatib Pemilihan Cawagub DKI

Dwi Bowo Raharjo, Muhammad Yasir

Minggu, 26 Januari 2020 | 18:10 WIB
Gerindra Sebut Tak Ada Fit and Proper Test di Tatib Pemilihan Cawagub DKI
Ketua Sekretariat Nasional Prabowo-Sandiaga, Mohamad Taufik. (Suara.com/Tio)

Suara.com - Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta Mohamad mempersilakan adanya uji kepatutan dan kelayakan atau fit and proper test terhadap dua kandidat Cawagub DKI Jakarta. Namun, Taufik mengatakan semua itu tergantung aturan yang tercantum dalam tata tertib pemilihan.

Taufik pun mengklaim bahwa dalam aturan tata tertib calon wakil gubernur DKI Jakarta tidak ada aturan yang mengharuskan adanya fit and proper test.

"Ya silakan saja, tergantung tata tertibnya. Di tata tertibnya kayaknya tuh enggak ada," kata Taufik usai mengahdiri acara Rekerda DPD Gerindra DKI Jakarta, di Grand Sahid Jaya Hotel, Sudirman, Jakarta Selatan, Minggu (26/1/2020).

Taufik kemudian mengklaim dirinya bukan menolak adanya fit and proper test sebgaimana yang diinginkan oleh beberapa fraksi partai politik di DPRD DKI Jakarta. Hanya, lagi-lagi Taufik berdalih bahwa proses tersebut harus sesuai dengan aturan tata tertib.

"Bukan menolak, ya boleh saja (fit and proper test), enggak ada masalah. Kan semua ketentuan itu ada di tata tertib," katanya.

Sebagaimana diketahui, dua kandidat Cawagub DKI Jakarta telah resmi ditentukan, yakni Ahmad Riza Patria dari Gerindra dan Nurmansyah Lubis dari PKS. Dalam prosesnya, keduanya ternyata tak perlu mengikuti uji kepatutan dan kelayakan atau fit and proper test.

Ketika itu, Ketua DPD Gerindra, Mohamad Taufik menilai kedua kandidat itu sudah layak menggantikan Sandiaga Uno. Karena itu tidak perlu lagi menguji kemampuan kandidat ini.

“Enggak (ada fit and proper test) ini sudah jago semua,” ujar Taufik di gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Senin (20/1/2020).

Namun, sejumlah fraksi partai politik di DPRD DKI Jakarta berpikiran lain. Beberapa dari mereka menilai perlu adanya fit and proper test terhadap dua kandidat calon wakil gubernur DKI Jakarta.

baca juga

Salah satunya, yakni fraksi Golkar di DPRD Jakarta yang ikut mendorong diadakaannya fit and proper test. Sebab, penentuan sosok pengganti Sandiaga Uno itu disebut tidak boleh main-main.

"Sekarang ini kami enggak main-main (pilih Wagub), karena Jakarta ini perlu diselamatkan," ujar Ketua fraksi Golkar di DPRD Jakarta Basri Baco saat dihubungi, Jumat (24/1/2020).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sebut Nasib Jakarta Tamat Sebagai Ibu Kota Juni 2020, DPRD: Kami Sepakat

Sebut Nasib Jakarta Tamat Sebagai Ibu Kota Juni 2020, DPRD: Kami Sepakat

News | Minggu, 26 Januari 2020 | 16:20 WIB

Dukung Riza Patria Jadi Cawagub DKI, Sandiaga: Gerindra Solid Enggak Nih?

Dukung Riza Patria Jadi Cawagub DKI, Sandiaga: Gerindra Solid Enggak Nih?

News | Minggu, 26 Januari 2020 | 15:37 WIB

Minta Fit and Proper Test untuk Cawagub, Golkar: Jakarta Butuh Diselamatkan

Minta Fit and Proper Test untuk Cawagub, Golkar: Jakarta Butuh Diselamatkan

News | Sabtu, 25 Januari 2020 | 00:05 WIB

PSI soal Status Terdakwa Riza Patria: Wajib Dikorek saat Fit & Proper Test

PSI soal Status Terdakwa Riza Patria: Wajib Dikorek saat Fit & Proper Test

News | Kamis, 23 Januari 2020 | 17:12 WIB

Terkini

Kantor Imigrasi Denpasar Digeledah KPK, Buntut Skandal Eks Wamen Silmy Karim

Kantor Imigrasi Denpasar Digeledah KPK, Buntut Skandal Eks Wamen Silmy Karim

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:45 WIB

Ribuan Jemaah Serbu Monas untuk Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi

Ribuan Jemaah Serbu Monas untuk Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:44 WIB

Perwakilan Massa Mahasiswa Akhirnya Diterima Pimpinan DPR, Audiensi Digelar Tertutup

Perwakilan Massa Mahasiswa Akhirnya Diterima Pimpinan DPR, Audiensi Digelar Tertutup

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:35 WIB

Alasan KPK Minta Tambahan Anggaran ke DPR Rp898 Miliar

Alasan KPK Minta Tambahan Anggaran ke DPR Rp898 Miliar

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:21 WIB

Mahasiswa Trisakti Sampaikan Tiga Tuntutan di DPR, Soroti Ekonomi hingga Supremasi Sipil

Mahasiswa Trisakti Sampaikan Tiga Tuntutan di DPR, Soroti Ekonomi hingga Supremasi Sipil

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:20 WIB

Mahasiswa Trisakti Melawan! Tuntut MBG Dihentikan Sementara dan Evaluasi Total

Mahasiswa Trisakti Melawan! Tuntut MBG Dihentikan Sementara dan Evaluasi Total

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:11 WIB

Polda Metro Jaya Ungkap Alasan Jemput Paksa Roy Suryo dan dr Tifa

Polda Metro Jaya Ungkap Alasan Jemput Paksa Roy Suryo dan dr Tifa

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:02 WIB

Pro Kontra MBG: Mahasiswa Jakarta Demo Minta Setop, Warga Jambi Minta Lanjut

Pro Kontra MBG: Mahasiswa Jakarta Demo Minta Setop, Warga Jambi Minta Lanjut

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:59 WIB

Jejak Frans Antony 'Bendahara' Fredy Pratama: Pernah Bersembunyi di Kawasan Elite Phatthanakan

Jejak Frans Antony 'Bendahara' Fredy Pratama: Pernah Bersembunyi di Kawasan Elite Phatthanakan

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:51 WIB

Dua Direktur PT Simba Jaya Utama Ditahan Terkait Sindikat Emas Ilegal & TPPU

Dua Direktur PT Simba Jaya Utama Ditahan Terkait Sindikat Emas Ilegal & TPPU

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:50 WIB