Viral di Medsos, Ini Klarifikasi Muhammad Taufik soal Turis Asal China

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 30 Januari 2020 | 12:44 WIB
Viral di Medsos, Ini Klarifikasi Muhammad Taufik soal Turis Asal China
Pasien corona. (Antara)

Meski demikian, Pemprov harus bisa melakukan antisipasi dengan cepat agar penolakan masyarakat tidak semakin berkembang. Di dalam konteks sosial, reaksi penolakan adalah hal yang wajar.

Apalagi, kata Taufik, sentimen anti-Tionghoa dari masyarakat Indonesia masih berkembang. "Ini bisa menjadi pemicu (penolakan tersebut)," ujarnya.

Di Bandara Internasional Minangkabau, Minggu (26/1/2020) pagi kemarin, sebenarnya, Pemda dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Padang telah menjelaskan dan menjamin bahwa 150 wisatawan asal Tiongkok yang datang berkunjung ke Sumbar bebas dari virus corona.

Pihak bandara telah memasang peralatan penunjang berupa thermal scanner yakni sebuah alat yang mampu mendeteksi suhu panas tubuh manusia. Dari pemeriksaan, tidak ada wisatawan asal Tiongkok yang suhu tubuhnya terdeteksi di atas ambang batas, yakni 38 derajat Celcius. Hal ini menunjukkan wisatawan asal Tiongkok tidak memiliki gejala terpapar virus corona.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno juga menegaskan bahwa wisatawan tersebut berasal dari Kota Kunming Provinsi Yunan yang berjarak sekitar 1.200 kilometer dari Provinsi Wuhan, tempat virus tersebut awalnya berasal. Itu setara dengan sekitar dua jam perjalanan dengan pesawat dari Padang ke Yogyakarta.

Tapi, kata Taufik, "Orang awam tidak akan peduli dengan hal itu". Hal ini dikarenakan masih berkembangnya sentimen anti-Tionghoa di masyarakat.

"Sensitivitas orang terhadap etnis Tionghoa masih besar. Mulai dari persoalan (isu) banyaknya tenaga kerja asing asal China yang masuk ke Indonesia, kemudian sentimen anti-Ahok dulu, itu memunculkan eskalasi orang untuk sensitif terhadap isu (seputar etnis Tionghoa). Jika ada persoalan yang dimunculkan berkaitan dengan orang-orang (etnis Tionghoa) seperti virus corona, reaksi publik pun cepat meski tidak memiliki dasar yang kuat," jelasnya.

Seharusnya, Pemda bukan hanya melakukan klarifikasi bahwa wisatawan asal Tiongkok yang berkunjung ke Sumbar tidak terpapar virus corona, tapi juga melakukan pertemuan dan dialog kepada masyarakat yang menolak tersebut. Selain itu, isu-isu atau hoaks yang berkembang di media sosial bahwa wisatawan tersebut telah terpapar virus corona juga harus segera diklarifikasi.

"Tidak bisa hanya lewat jumpa pers. Orang-orang seperti itu harus ditemui dan diajak dialog," terang Taufik.

baca juga

Sementara itu, masyarakat harus percaya kepada Pemprov Sumbar. Ketika Pemda selaku otoritas resmi telah menyampaikan wisatawan asal Tiongkok tidak terpapar virus corona, masyarakat harus percaya.

"Kalau informasi yang dipercaya itu dari medsos, dari hoaks, maka hancurlah bangsa ini," tegasnya.

Dia mengatakan bahwa semua pihak termasuk masyarakat harus adil memandang permasalahan ini. Memang, masyarakat harus waspada dengan merebaknya virus corona di berbagai belahan negara di dunia yang asalnya dari Provinsi Wuhan Tiongkok. Tapi, masyarakat juga harus percaya kepada pemerintah sebagai otoritas penyampai informasi.

"Jangan sampai penolakan masyarakat tersebut menjadi preseden yang buruk bagi perkembangan pariwisata di Sumbar," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan bahwa 150 wisatawan Negeri Tirai Bambu tiba di Bandara Internasional Minangkabau, Minggu (26/1/2020) pagi kemarin. Kedatangan mereka disambut oleh tari pasambahan. Wisatawan asal Kota Kunming Provinsi Yunan Tiongkok tersebut rencananya akan melakukan tur wisata ke berbagai daerah di Sumbar sampai 30 Januari 2020.

Meski demikian, kedatangan mereka memantik penolakan masyarakat. Wisatawan tersebut datang di waktu yang tidak tepat yakni saat virus corona sedang merebak. Di berbagai daerah di Sumbar, masyarakat secara terang-terangan menolak kedatangan wisatawan asal Tiongkok tersebut.

Di media sosial, berkembang isu bahwa wisatawan asal Tiongkok yang datang ke Sumbar tersebut telah terpapar virus corona. Bahkan berkembang pula hoaks bahwa virus corona disebarkan lewat HP Xiaomi.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Giliran Selandia Baru Sewa Pesawat Pulangkan Warganya dari Wuhan

Giliran Selandia Baru Sewa Pesawat Pulangkan Warganya dari Wuhan

News | Kamis, 30 Januari 2020 | 12:36 WIB

TNI Siap Jemput WNI di Wuhan: Tunggu Menlu, Kapan Kami akan Diberangkatkan

TNI Siap Jemput WNI di Wuhan: Tunggu Menlu, Kapan Kami akan Diberangkatkan

News | Kamis, 30 Januari 2020 | 12:29 WIB

TNI Rencana Sewa Pesawat Komersil Jemput WNI Terkepung Corona di Wuhan

TNI Rencana Sewa Pesawat Komersil Jemput WNI Terkepung Corona di Wuhan

News | Kamis, 30 Januari 2020 | 11:57 WIB

Heboh Bacaan Buku Iqro Unggahan Bebi Silvana Bahas Virus Corona

Heboh Bacaan Buku Iqro Unggahan Bebi Silvana Bahas Virus Corona

Entertainment | Kamis, 30 Januari 2020 | 11:47 WIB

Majikan Dilarang Bawa TKI Hong Kong ke China karena Virus Corona

Majikan Dilarang Bawa TKI Hong Kong ke China karena Virus Corona

News | Kamis, 30 Januari 2020 | 11:37 WIB

Terkini

Sikat Pemodal Kakap, Kementerian ESDM Usut Tuntas Rantai Bisnis Emas Ilegal Rp846 Miliar

Sikat Pemodal Kakap, Kementerian ESDM Usut Tuntas Rantai Bisnis Emas Ilegal Rp846 Miliar

Banten | Rabu, 19 Agustus 2026 | 10:18 WIB

Gempa NTT Ganggu 91 BTS, XLSMART Percepat Pemulihan hingga Tersisa 5 BTS

Gempa NTT Ganggu 91 BTS, XLSMART Percepat Pemulihan hingga Tersisa 5 BTS

Tekno | Rabu, 19 Agustus 2026 | 10:17 WIB

Rumus Luas dan Keliling Layang-Layang, Lengkap dengan Contoh Soal

Rumus Luas dan Keliling Layang-Layang, Lengkap dengan Contoh Soal

Tekno | Rabu, 19 Agustus 2026 | 10:17 WIB

PK Bapas Luwuk Ikuti Sidang TPP di Rutan Poso, Bahas Pembinaan 19 WBP

PK Bapas Luwuk Ikuti Sidang TPP di Rutan Poso, Bahas Pembinaan 19 WBP

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 10:12 WIB

Udara Pelalawan Tak Sehat, Berbahaya untuk Penderita Asma dan Sakit Jantung

Udara Pelalawan Tak Sehat, Berbahaya untuk Penderita Asma dan Sakit Jantung

Riau | Rabu, 19 Agustus 2026 | 10:12 WIB

Apakah Lampu Ruangan dan Layar Laptop Bisa Memicu Flek Hitam?

Apakah Lampu Ruangan dan Layar Laptop Bisa Memicu Flek Hitam?

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 10:10 WIB

Gunakan Uang APBDes Rp574 Juta untuk Renovasi Rumah dan Bayar Utang, Kaur Keuangan Desa di Sukabumi

Gunakan Uang APBDes Rp574 Juta untuk Renovasi Rumah dan Bayar Utang, Kaur Keuangan Desa di Sukabumi

Jabar | Rabu, 19 Agustus 2026 | 10:09 WIB

7 HP Murah Layar AMOLED dan RAM Besar, Spek Lengkap untuk Harian

7 HP Murah Layar AMOLED dan RAM Besar, Spek Lengkap untuk Harian

Tekno | Rabu, 19 Agustus 2026 | 10:05 WIB

Meski Diincar Real Madrid, Rodri Pilih FC Barcelona untuk Wujudkan Mimpi

Meski Diincar Real Madrid, Rodri Pilih FC Barcelona untuk Wujudkan Mimpi

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 10:05 WIB

Hari Ketujuh Pencarian ASN Bogor yang Jatuh: Penyelam Diterjunkan, Keberadaan Bayu Masih Misteri

Hari Ketujuh Pencarian ASN Bogor yang Jatuh: Penyelam Diterjunkan, Keberadaan Bayu Masih Misteri

Bogor | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:59 WIB

×