Mantan Presiden Swiss Minta Masukan Mendagri soal Pengendalian Narkoba

Fabiola Febrinastri

Kamis, 30 Januari 2020 | 15:00 WIB
Mantan Presiden Swiss Minta Masukan Mendagri soal Pengendalian Narkoba
Mantan Presiden Swiss (1999), Ruth Dreifuss,  mengunjungi Mendagri, Prof. H.M. Tito Karnavian Ph.D, di kantor Kemendagri, Jakarta. (Dok : Kemendagri)

Suara.com - Mantan Presiden Swiss (1999), Ruth Dreifuss,  yang kini mejabat Ketua Global Commission on Drugs Policy atau Komisi Global untuk Kebijakan Pengendalian Penyalahgunaan Narkoba (GCDP) mengunjungi Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Prof. H.M. Tito Karnavian Ph.D, di kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jalan Merdeka Utara, Jakarta. Ia datang untuk meminta masukan tentang penyusunan kebijakan di tingkat global untuk pengendalian penyalahgunaan obat terlarang sebagai bagian integral pencapaian target Sustainable Developments Goals (SGDs).

Global Commission on Drug Policy adalah komisi bersifat internasional yang berpusat di Swiss, beranggotakan 12 mantan kepala negara dan pemerintahan dari seluruh dunia, serta mantan sekretaris jenderal PBB dan tokoh-tokoh internasional di bidang politik, ekonomi dan budaya.

Komisi ini, secara khusus mendapat mandat dari PBB unyuk memantau, mengadvokasi dan menyusun kebijakan global pengendalian narkoba lewat instrument pembaharuan sistem hukum pemberantasan narkoba yang berorientasi pada HAM dan target SGDs. SGDs sendiri merupakan sebuah cetak biru yang memuat sejumlah indikator target dan strategi peningkatan Indeks Kualitas Manusia, khususnya di negara-negara berkembang anggota PBB, termasuk Indonesia.

Ruth, yang juga mantan Menteri Dalam Negeri Swiss (1993-2002) itu didampingi José Ramos-Horta, mantan Presiden Timor Leste, yang saat ini menjadi salah satu anggota Komisi Global, Dr. Geoff Gallop, mantan PM Australia Barat serta Khalid Tinasti, Sekeretaris eksekutif Komisi Global.

Ruth menyampaikan, Komisi Global yang dipimpinnya, saat ini sedang menyusun kebijakan global untuk pengendalian narkoba. Ia menyoroti sisi negatif sistem hukum yang sangat represif terhadap penyalahgunaan narkoba di beberapa negara, seperti Filipina tanpa memandang bulu perbedaan penegakan hukum antara korban dan pengedar.

Penjara di sana (Filipina) sesak oleh para pemakai, namun anehnya, narkoba tetap beredar dengan jumlah yang fantastis di jalan-jalan dan lorong-lorong Kota Manila, tempat kaum miskin tinggal, ungkap Ruth dengan ekspresif.

Di hadapan Tito, Komisi Global mengangkat isu HAM dalam sistem penegakan hukum pidana narkoba, khususnya bagi pemakai ukuran kecil, termasuk kaum perempuan yang terjerat sebagai kurir narkoba antar negara, yang terjebak ke dalam sindikasi pengedar narkoba akibat tekanan kesulitan ekonomi, seperti di Equador, Amerika Latin.

Diskusi berlangsung hangat dan mendalam, karena Tito sangat memahami isu ini, baik dari sisi hukum, peta kejatahan narkoba dalam kaitannya dengan ‘transnasional crime organisation’ maupun atas paradigma kebijakan rehabilitasi yang saat ini mulai banyak diadopsi oleh berbagai negara.

Ia mengatakan, saat ini, Indonesia memiliki visi-misi pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul.

“Penurunan prevalensi risiko terpapar oleh narkoba dan obat-obat terlarang, khususnya di kalangan generasi muda menjadi pusat perhatian Indonesia dan menjadi fokus utama visi pembanunan kami”, ujarnya.

Ia sepakat dengan Ruth bahwa sistem hukum yang represif, yang hanya berorientasi pada pemenjaraan pengguna narkoba tanpa memandang peran dan volume penggunaan, tidak memiliki korelasi positif terhadap penurunan volume dan cakupan peredaran narkoba.

baca juga

Tito mengusulkan agar Komisi Global melakukan survei global di berbagai negara atas hipotesisnya itu untuk menjadi bahan untuk advokasi reformasi hukum, khususnya menyangkut pidana narkoba. Delegasi sangat menyepakati usulan tersebut.

Dengan lugas, Mendagri menerangkan kepada delegasi Komisi Global tentang adanya perbedaan menyolok atas sistem hukum di berbagai negara, seperti Singapura, yang super ketat dan bahkan menyamakan pidana narkoba dengan pidana terorisme, lalu Filipina yang fokus pada “punishment” yang eksesif dan Indonesia yang juga ketat dan bahkan mengadopsi sistem “death penalty” kepada pengedar besar seperti dalam kasus Bali Nine.

Ruth minta Tito mendukung pradigma baru yang lebih humanis, dengan penerapan sistem hukum alternatif, seperti kerja sosial dan rehabilitasi, terhadap pengguna narkoba yang tertangkap dengan jumlah yang kecil. Tito berjanji akan memperhatikan rekomendasi tersebut, sembari menerangkan bahwa paradigma tersebut sudah mulai diadopsi oleh Indonesia, khususnya dengan pendekatan assesment terhadap pelaku pidana narkoba untuk kemudian semaksimal mungkin dipertimbangkan untuk direhabilitasi.

Namun pendekatan “assesment-rehabilitasi’ ini, ujar Tito, harus juga diikuti oleh kebijakan penurunan “suplay-demand” atas narkoba. Pendidikan, pengetatan spot perbatasan jalur perdagangan narkoba lintas negara, penyediaan sarana ekspresi bakat bagi generasi muda adalah beberapa langkah yang baik dan harus dilakukan.

Menurutnya, bahwa Kemendagri telah melakukan fasilitasi antara BNN dan Pemda untuk melakukan langkah-langkah tersebut. Pertemuan selama lebih dari 1 jam tersebut ditutup dengan pemberian cindera mata oleh Tito kepada Ruth. (*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Duta Besar Amerika Serikat Temui Tito Karnavian

Duta Besar Amerika Serikat Temui Tito Karnavian

News | Rabu, 29 Januari 2020 | 20:13 WIB

Tak Dapat Bantuan Dana, 7 Parpol Gagal ke DPR Merasa Diperlakukan Tak Adil

Tak Dapat Bantuan Dana, 7 Parpol Gagal ke DPR Merasa Diperlakukan Tak Adil

News | Rabu, 29 Januari 2020 | 16:14 WIB

Tujuh Parpol Non Parlemen Temui Mendagri, Usul Pemilu 2024 Dipisah

Tujuh Parpol Non Parlemen Temui Mendagri, Usul Pemilu 2024 Dipisah

News | Rabu, 29 Januari 2020 | 15:36 WIB

Tito Karnavian : Kemendagri Fokus Dukung Pilkada Serentak 2020

Tito Karnavian : Kemendagri Fokus Dukung Pilkada Serentak 2020

News | Selasa, 28 Januari 2020 | 13:23 WIB

Majukan Sektor Pertanian, Mendagri : Pemerintah harus Punya Grand Design

Majukan Sektor Pertanian, Mendagri : Pemerintah harus Punya Grand Design

News | Senin, 27 Januari 2020 | 14:03 WIB

Mendagri : Pertanian adalah SektorPenting bagi Indonesia

Mendagri : Pertanian adalah SektorPenting bagi Indonesia

News | Senin, 27 Januari 2020 | 13:59 WIB

Terkini

Jakarta Diguyur Hujan, Operasi Modifikasi Cuaca Akhirnya Berhasil

Jakarta Diguyur Hujan, Operasi Modifikasi Cuaca Akhirnya Berhasil

News | Selasa, 22 September 2026 | 20:41 WIB

Review Neagley: Drama Aksi Khas Reacher dengan Sentuhan Lebih Emosional

Review Neagley: Drama Aksi Khas Reacher dengan Sentuhan Lebih Emosional

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 20:40 WIB

Dugaan Penipuan dan Penculikan Mahasiswi Tasikmalaya, Polres Dalami Keterlibatan Oknum ASN

Dugaan Penipuan dan Penculikan Mahasiswi Tasikmalaya, Polres Dalami Keterlibatan Oknum ASN

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 20:38 WIB

3.465 Chromebook Muara Enim Sudah Diketahui Sebelum Kontrak, Saksi Ungkap Rantai Pengadaannya

3.465 Chromebook Muara Enim Sudah Diketahui Sebelum Kontrak, Saksi Ungkap Rantai Pengadaannya

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 20:37 WIB

Sara Wijayanto Resmi Gugat Cerai Demian Aditya, Sidang Perdana Digelar Lusa

Sara Wijayanto Resmi Gugat Cerai Demian Aditya, Sidang Perdana Digelar Lusa

Entertainment | Selasa, 22 September 2026 | 20:30 WIB

Nafas Kalbar Gugat Prabowo Terkait Karhutla dan Kabut Asap

Nafas Kalbar Gugat Prabowo Terkait Karhutla dan Kabut Asap

News | Selasa, 22 September 2026 | 20:29 WIB

Banten Jadi Tuan Rumah Latihan Militer 19 Negara

Banten Jadi Tuan Rumah Latihan Militer 19 Negara

Banten | Selasa, 22 September 2026 | 20:27 WIB

Hadapi Tiga Kompetisi Musim Ini, Ponaryo Apresiasi Dukungan Baru untuk Borneo FC

Hadapi Tiga Kompetisi Musim Ini, Ponaryo Apresiasi Dukungan Baru untuk Borneo FC

Bola | Selasa, 22 September 2026 | 20:26 WIB

5 Sneakers Empuk yang Cocok untuk Jalan Kaki, Ada Skechers hingga ASICS

5 Sneakers Empuk yang Cocok untuk Jalan Kaki, Ada Skechers hingga ASICS

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 20:20 WIB

Konsumen Cari Praktis, Hair Styling Rumahan Jadi Bagian Tren Kecantikan Masa Kini

Konsumen Cari Praktis, Hair Styling Rumahan Jadi Bagian Tren Kecantikan Masa Kini

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 20:19 WIB

×