Kegaduhan-kegaduhan Ahok dari Belitung hingga Jakarta

Reza Gunadha | Rifan Aditya
Kegaduhan-kegaduhan Ahok dari Belitung hingga Jakarta
Buku Gara-gara Ahok: Dari Kegaduhan ke Kegaduhan karya Ismantoro Dwi Yuwono dkk (Suara.com/Rifan)

Buku "Gara-gara Ahok: Dari Kegaduhan ke Kegaduhan" berupaya mengungkap berbagai sisi hitam-putih sosok yang kekinian dikenal sebagai BTP.

Suara.com - Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok muncul sebagai sosok birokrat dengan gaya yang terkesan urakan. Cara bicaranya ceplas-ceplos, dikenal suka marah-marah, dan sering mengambil langkah kontroversial.

Nama Ahok mulai dikenal banyak orang ketika menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta mendampingi Joko Widodo. Namun kontroversi Ahok telah terjadi sejak di Belitung.

Melalui buku "Gara-gara Ahok: Dari Kegaduhan ke Kegaduhan", Ismantoro Dwi Yuwono dkk berupaya mengungkap berbagai sisi hitam-putih sosok yang kekinian dikenal sebagai BTP.

Selain dikenal langsung turun ke masyarakat, Ahok mendapat pandangan miring selama menjabat Bupati Belitung. Ia dianggap lebih mementingkan penganut agama Islam sebagai mayoritas di sana.

Banyak istilah "kasar" dilontarkan Ahok. Misalnya kalimat "calon bajingan","bakar setengah kota Jakarta","munafik", atau "kamu tembak saya juga rela".

Perkataan yang demikian, jelas menimbulkan kritik. Namun tidak dapat dipungkiri omongan Ahok ada benarnya.

Menurut Ismantoro Dwi Yuwono dkk, Ahok berusaha menciptakan ruang publik politis yang diterjemahkan dalam berbagai pemikiran dan tindakan meski kerap menimbulkan pro kontra.

Buku ini merekam berbagai hal berkaitan kiprah Ahok mulai dari masa kecil hingga ia memimpin Jakarta.

Tidak hanya cocok dibaca bagi kalian yang mengidolakan sosok Ahok. Buku terbitan Media Pressindo ini cocok dijadikan sumber rujukan akademis atau politikus yang bergaya mendobrak.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS