Revitalisasi Monas Kembali Picu Polemik, Tagar #MisteriPohonMahoni Bergema

Reza Gunadha, Husna Rahmayunita

Rabu, 05 Februari 2020 | 13:15 WIB
Revitalisasi Monas Kembali Picu Polemik, Tagar #MisteriPohonMahoni Bergema
Revitalisasi Monas. (Suara.com/Fakhri)

Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali menanam sejumlah pohon di kawasan Monumen Nasional (Monas). Kebijakan ini dilakukan sebagai imbas dari proyek revitalisasi yang memicu polemik.

Dalam media sosial, warganet ramai mempertanyakan keberadaan 191 pohon yang sudah ditebang karena revitalisasi sisi selatan kawasan Monas. Sebab, diketahui pohon-pohon itu kekinian diganti dengan pohon pule.

Reaksi warganet yang penasaran itu ditunjukkan dengan kemunculan tagar #MisteriPohonMahoni di linimassa Twitter. Tagar tersebut kini menempati jajaran pencarian terhangat.

Hasil pantauan Suara.com, hingga Rabu (5/2/2020) pukul 12.41 WIB, tagar #MisteriPohonMahoni menempati urutan pertama trending topic Twitter dengan 7.373 cuitan.

Warganet menyayangkan keputusan Pemprov DKI yang mengganti pohon mahoni dengan pohon berjenis lain.

Mereka meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk menjelaskan keberadaan pohon mahoni yang terkesan jejaknya hilang misterius.

"Gubernur DKI & @DKIJakarta. Harus jelakan & bertanggung jawab. Kemana sisa pohon mahoni dan jati ditebang untuk revitalisasi Monas masih misteri. #MisteriPohonMahoni," tulis @AriestaRiico.

Senada dengan hal itu, akun @VaniaCiput mengatakan, "Kemarin pemprov DKI tanam ratusan pohon pule dikawasan Monas untuk mengganti pohon yang sudah di libass. Yang jadi pertanyaan bisakah pohon mahoni berubah menjadi pohon pule...? Mustahil #MisteriPohonMahoni".

Tagar #MisteriPohonMahoni trending topic Twitter. (Twitter)
Tagar #MisteriPohonMahoni trending topic Twitter. (Twitter)

Sementara warganet lain seperti @jr_kw19, justru mengklaim kebijakan Pemprov DKI yang menggunduli pohon lalu menanamnya kembali ini hanya menghabiskan anggaran.

baca juga

"Gaberner kerjanya maen sulap-sulapan pohon gede jadi kecil. Dipuji Gaberner rasa presiden tapi gak bisa kerja. Pohon mahoni ditebang, cari pohon pengganti lain, biaya transportasi, biaya cabut, biaya tanam kembali, anggaran semrawut, #MisteriPohonMahoni," cuitnya.

Sekda klaim pohon tak memiliki nilai jual

Sekretaris Daerah (Sekda) Saefullah menyebut 191 pohon itu ditebang karena tak lagi ada opsi lain untuk menjalankan proyek. Namun ia meyakini batang tak dijual karena tak ada nilainya.

"Enggak lah. Saya yakin enggak ada nilainya," ujar Saefullah di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (4/2/2020).

Menurutnya berita acara soal penebangan pohon itu ada di Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (Citata). Meski demikian, ia tidak mengetahui dibawa ke mana batang pohon itu setelah ditebang.

"Batang pohon ya saya mana tahu," jelasnya.

Ia juga meyakini tidak ada pohon yang bernilai tinggi jutaan rupiah seperti Mahoni. Menurutnya tidak ada pohon besar yang mencirikan pohon mahal itu.

"Kamu lihat mahoni di mana? Kamu cek saja nggak besar kok pohonnya," pungkasnya.

Nasib ratusan pohon yang ditebang di kawasan Monumen Nasional (Monas) karena proyek revitalisasi menjadi pertanyaan. Dinas Kehutanan (Dishut) DKI selaku pihak yang bertanggung jawab atas hal ini masih tak kunjung buka suara.

Kepala Dishut DKI Suzi Marsita padahal sudah pernah dipanggil oleh DPRD DKI untuk hadir di Rapat Pimpinan Gabungan (Rapimgab) yang digelar Selasa (29/1). Namun Suzi malah mangkir dan bahkan tidak mengirim anak buahnya.

Ketua fraksi PSI Idris Ahmad yang juga hadir dalam rapat itu mengatakan pihak DPRD butuh keterangan jelas dari Suzi soal nasib pohon yang ditebang.

Menurutnya sejauh ini belum ada data kongkrit terkait jumlah hingga nasib potongan pohon itu.

"Kemarin Dishut memang tidak hadir saat Rapimgab. Rencananya kemarin kita klarifikasi. Pertemuan kemarin memang tidak ada dari pihak Pemprov yang bisa menjelaskan," ujar Idris saat dihubungi, Rabu (29/1/2020).

Menurutnya, pohon-pohon ini tidak bisa sembarangan tebang karena butuh bertahun-tahun untuk membesarkannya.

Terlebih lagi salah satu jenisnya, pohon Mahoni memiliki harga yang cukup tinggi di pasaran.

Jika batang pohon harus dijual, maka Dishut disebutnya harus memberikan rincian penjualannya. Pohon mahoni itu, kata Idris, harganya bisa sampai Rp 3-5 juta per meter kubik.

"Jadi, seandainya kayu-kayu tersebut dijual, apakah uangnya masuk ke kas negara? Ada banyak hal yang masih gelap," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Heboh Skandal Andre Rosiade Gerebek PSK Jadi Trending Topic

Heboh Skandal Andre Rosiade Gerebek PSK Jadi Trending Topic

News | Rabu, 05 Februari 2020 | 11:31 WIB

Polemik Revitalisasi Monas, Gus Sahal: Tumben Anies Mingkem

Polemik Revitalisasi Monas, Gus Sahal: Tumben Anies Mingkem

News | Rabu, 05 Februari 2020 | 08:31 WIB

Sekda Tak Tahu Ratusan Pohon Monas Ditebang: Gak Ada Nilainya Jika Dijual

Sekda Tak Tahu Ratusan Pohon Monas Ditebang: Gak Ada Nilainya Jika Dijual

News | Selasa, 04 Februari 2020 | 23:33 WIB

Soal Pembangunan Kota, Anies Disebut Tak Bisa Samai Rekor Firaun

Soal Pembangunan Kota, Anies Disebut Tak Bisa Samai Rekor Firaun

News | Rabu, 05 Februari 2020 | 08:05 WIB

Terkini

Malam Puncak HUT Jakarta 499: Konser Mahalini di Bundaran HI hingga Tarif Transportasi Rp1!

Malam Puncak HUT Jakarta 499: Konser Mahalini di Bundaran HI hingga Tarif Transportasi Rp1!

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 13:53 WIB

Jalanan Venezuela Dipenuhi Warga Hanya Pakai Piyama Pasca-Gempa Bumi, Kenapa?

Jalanan Venezuela Dipenuhi Warga Hanya Pakai Piyama Pasca-Gempa Bumi, Kenapa?

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 13:43 WIB

Kematian Peserta KDMP dan KNMP Bukti Pendekatan Militeristik Tak Cocok untuk Warga Sipil!

Kematian Peserta KDMP dan KNMP Bukti Pendekatan Militeristik Tak Cocok untuk Warga Sipil!

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 13:37 WIB

Rieke Kritik Kasasi 'Paket Kilat' Nikita Mirzani, Kejagung Malah Puji: Bagus, Ada Kepastian Hukum

Rieke Kritik Kasasi 'Paket Kilat' Nikita Mirzani, Kejagung Malah Puji: Bagus, Ada Kepastian Hukum

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 13:34 WIB

Richard Lee Heran Jadi Terdakwa, Padahal Produk Dibeli dari Toko Lain

Richard Lee Heran Jadi Terdakwa, Padahal Produk Dibeli dari Toko Lain

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 13:29 WIB

Tiyo Ardianto Sebut Pelaporan Dirinya Jadi Ajang Cari Muka ke Presiden Prabowo

Tiyo Ardianto Sebut Pelaporan Dirinya Jadi Ajang Cari Muka ke Presiden Prabowo

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 13:28 WIB

John Lennon hingga Tulkuyem: Eks Ketua Ombudsman Gunakan Nama Samaran Demi Muluskan Suap Tambang!

John Lennon hingga Tulkuyem: Eks Ketua Ombudsman Gunakan Nama Samaran Demi Muluskan Suap Tambang!

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 13:23 WIB

Cerita Menegangkan Jurnalis Venezuela Terjebak di Lift saat Gempa Bumi, Tambah Kaget Lihat Medsos

Cerita Menegangkan Jurnalis Venezuela Terjebak di Lift saat Gempa Bumi, Tambah Kaget Lihat Medsos

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 12:44 WIB

Laporan Awal, 32 Orang Tewas karena Gempa Bumi Venezuela

Laporan Awal, 32 Orang Tewas karena Gempa Bumi Venezuela

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 12:15 WIB

Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Didakwa Terima Suap Uang dan Rumah Rp4,9 Miliar

Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Didakwa Terima Suap Uang dan Rumah Rp4,9 Miliar

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 12:14 WIB