Pertumbuhan Ekonomi Papua Minus, Istana: Sektor Pertambangan Penyebabnya

Dwi Bowo Raharjo, Yosea Arga Pramudita

Senin, 10 Februari 2020 | 20:18 WIB
Pertumbuhan Ekonomi Papua Minus, Istana: Sektor Pertambangan Penyebabnya
Staf Khusus Presiden Arif Budimanta (dua dari kiri) di Wisma Negara, Jakarta, Senin (10/2/2020). (Suara.com/Yosea Arga)

Suara.com - Pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya naik sekitar 5,02 persen selama tahun 2019. Angka tersebut naik dibandingkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2018.

Tentunya, hal tersebut menyebabkan peningkatan ekonomi pada tataran kepulauan lebih rendah daripada peningkatan ekonomi nasional. Contohnya, Papua dan Maluku yang kekinian disebut tertekan tingkat ekonominya.

Staf Khusus Presiden Arif Budimanta menerangkan, penurunan pertumbuhan ekonomi di Maluku dan Papua disebabkan oleh sektor pertambangan dan penggalian. Tercatat, penurunan tersebut mencapai minus 43,21 persen.

"Kita lihat misalnya Sumatra lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi nasional. Kalimantan hampir mendekati dan yang tertekan Maluku dan Papua. Maluku dan Papua kontraksi karena pertambangan -43,2 persen. Hilirasasi dan peningkatan nilai tambah penting, agar ketergantungan terhadap fluktuasi komoditas tak terjadi lagi," kata Arif di Wisma Negara, Jakarta, Senin (10/2/2020).

Menurutnya strategi untuk menangkal masalah tersebut adalah dengan mengembangkam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Maka, Papua dan wilayah Indonesia Timur lainnya tak bergantung pada komoditas yang fluktuatif -naik turun.

"Untuk itu, maka strateginya salah satunya yang dikembangkan adalah KEK, karena diarahkan ke pengembangan nilai tambah. Apakah di Seimangkei, atau KEK di Kaltim," kata dia.

"Itu semua diarahkan ke Petrokimia. Jadi ini adalah strategi dari transformasi ekonomi sehingga ketergantungan kita terhadap fluktuasi komoditas akan berkurang," Arif menambahkan.

Lebih jauh, Arif berpendapat perlu adanya pengembangan Sumber Daya Perikanan serta Kayu. Hal itu dia utarakan mengigat adanya potensi besar dalam sektor tersebut di Papua.

"Untuk itu misalnya di Papua selain hilirisasi juga pengembangan SD perikanan dan kayu-nonkayu. Mengingat potensi yang besar," tutupnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pertumbuhan Ekonomi Naik 5,02 Persen, Stafsus Jokowi: Nilai Ekspor Turun

Pertumbuhan Ekonomi Naik 5,02 Persen, Stafsus Jokowi: Nilai Ekspor Turun

News | Senin, 10 Februari 2020 | 20:01 WIB

Pengaruh E-Commmerce Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Pengaruh E-Commmerce Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Your Say | Senin, 10 Februari 2020 | 16:26 WIB

Senin Dini Hari, Gempa 5,1 SR Guncang Sarmi Papua

Senin Dini Hari, Gempa 5,1 SR Guncang Sarmi Papua

News | Senin, 10 Februari 2020 | 05:58 WIB

Temui Cabup yang Dipasang Demokrat, AHY Bakal Terbang ke Papua Besok

Temui Cabup yang Dipasang Demokrat, AHY Bakal Terbang ke Papua Besok

News | Jum'at, 07 Februari 2020 | 23:32 WIB

Terkini

3  Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:42 WIB

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:41 WIB

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat

Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:43 WIB

19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!

19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:28 WIB

Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas

Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:26 WIB

Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka

Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:26 WIB

Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM

Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:18 WIB

Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT

Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:12 WIB