Pemerintah Baru Mau Data WNI Eks ISIS, Pemulangan Belum Fix!

Agung Sandy Lesmana, Ummi Hadyah Saleh

Selasa, 11 Februari 2020 | 14:28 WIB
Pemerintah Baru Mau Data WNI Eks ISIS, Pemulangan Belum Fix!
Menlu Retno saat ditemui wartawan di Istana Bogor. (Suara.com/Ummi HS).

Suara.com - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan pemerintah akan melakukan pendataan terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk memulangkan ratusan WNI eks ISIS ke Indonesia. Pasalnya, pemerintah kata Retno belum bisa memutuskan untuk memulangkan ratusan WNI eks ISIS.

"Kalau ditanya posisi kami sejauh ini adalah akan melakukan pendataan terlebih dahulu," ujar Retno di kantor PBNU, Jakarta, Selasa (11/2/2020).

Retno menuturkan pihaknya tak ingin gegabah dalam mengambil keputusan terkait pemulangan WNI. Sebab menurutnya, pemerintah masih akan melakukan verifikasi karena banyak kesimpangsiuran data-data soal WNI eks ISIS. 

"Karena apa yang kami terima banyak sekali simpang siur jadi kami ingin verifikasi, itu saja yang dapat kami sampaikan," ucap dia.

Sebelumnya, Ketua PBNU Said Aqil Siradj menolak keras wacana pemerintah memulangkan ratusan eks Jihadis ISIS ke tanah air.

"Saya beri masukan dengan tegas. Kami PBNU menolak kepulangan kombatan ISIS itu," ujar Said seusai melakukan pertemuan dengan Menlu Retno di kantor PBNU.

Menurutnya, alasan PBNU menolak rencana pemerintah yang ingin memulangkan ratusan WNI eks ISIS karena mereka sudah menyatakan untuk tidak akan kembali ke tanah air.

Bahkan kata Said, ratusan WNI eks ISIS tersebut sudah membakar paspornya hingga berencana membunuh pejabat tinggi di Indonesia. Hal itu, kata dia berdasarkan rekaman video yang dikeluarkan ISIS.

"Kenapa? Mereka sudah datang ke sana dengan kemauan sendiri, setelah itu ramai-ramai membakar paspor sambil bilang ini paspor negara tagut," kata dia.

baca juga

"Saya enggak akan kembali dan di sini akan memperjuangkan Islam. Dan nanti kalau menang saya akan kembali dan saya bunuh Sutarman, Moeldoko, dan Banser. Kan video itu ada," sambungnya.

Kemudian kata Said ratusan WNI eks ISIS juga sudah menganggap ISIS sebagai negara. Tak hanya itu, kata Said, ratusan WNI eks ISIS juga sudah melepaskan diri sebagai WNI dan bergabung dengan negara lain.

"Kemudian ISIS mereka angkat sebagai sebuah negara. Mereka sudah buang (status) warga negara Indonesia dan bergabung dengan warga negara lain," kata dia.

Untuk diketahui, rencana pemerintah untuk memulangkan WNI eks-ISIS menjadi polemik di kalangan warga. Pro-kontra pun mencuat hingga beberapa pejabat negara, politikus hingga alim ulama menanggapi rencana tersebut.

Bahkan, mantan anggota teroris yang telah bebas bersyarat ikut menyatakan ketidaksetujuan dengan wacana pemerintah tersebut yang dinilai terburu-buru.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tolak Keras Pemulangan Eks ISIS, PBNU: Mereka Sudah Buang Status WNI

Tolak Keras Pemulangan Eks ISIS, PBNU: Mereka Sudah Buang Status WNI

News | Selasa, 11 Februari 2020 | 13:47 WIB

Tolak Eks ISIS Pulang, Said Aqil: Quran Perintahkan Nabi Usir Pembuat Gaduh

Tolak Eks ISIS Pulang, Said Aqil: Quran Perintahkan Nabi Usir Pembuat Gaduh

News | Selasa, 11 Februari 2020 | 13:34 WIB

Ogah Komentar Wacana Kepulangan WNI Eks ISIS, Menag: Gak Boleh lagi Ngomong

Ogah Komentar Wacana Kepulangan WNI Eks ISIS, Menag: Gak Boleh lagi Ngomong

News | Senin, 10 Februari 2020 | 15:20 WIB

Tak Sepakat Eks Kombatan ISIS Dipulangkan, Ini Alasan Dosen UGM

Tak Sepakat Eks Kombatan ISIS Dipulangkan, Ini Alasan Dosen UGM

Jogja | Senin, 10 Februari 2020 | 13:53 WIB

Soal Kepulangan WNI Eks Kombatan ISIS, Ini Kata Ketua DPR Puan Maharani

Soal Kepulangan WNI Eks Kombatan ISIS, Ini Kata Ketua DPR Puan Maharani

News | Senin, 10 Februari 2020 | 13:30 WIB

Wacana Pemulangan 600 WNI Eks-ISIS, PWNU Banten Sebut Haram Hukumnya

Wacana Pemulangan 600 WNI Eks-ISIS, PWNU Banten Sebut Haram Hukumnya

Banten | Senin, 10 Februari 2020 | 05:00 WIB

Sebut Eks-ISIS Berstatus Stateless, DPR: Biarkan Mereka jadi Pencari Suaka

Sebut Eks-ISIS Berstatus Stateless, DPR: Biarkan Mereka jadi Pencari Suaka

News | Minggu, 09 Februari 2020 | 15:53 WIB

Ngabalin Sebut Presiden Pertimbangkan Nasib Anak dan Istri WNI Eks-ISIS

Ngabalin Sebut Presiden Pertimbangkan Nasib Anak dan Istri WNI Eks-ISIS

News | Minggu, 09 Februari 2020 | 15:34 WIB

Usai Ikut Deradikalisasi, Pasutri WNI Malah Jadi Bomber ISIS di Filipina

Usai Ikut Deradikalisasi, Pasutri WNI Malah Jadi Bomber ISIS di Filipina

News | Sabtu, 08 Februari 2020 | 17:46 WIB

Wacana Dipulangkan, Pemerintah Wajib Sekolahkan Ulang Anak-anak Eks ISIS

Wacana Dipulangkan, Pemerintah Wajib Sekolahkan Ulang Anak-anak Eks ISIS

News | Sabtu, 08 Februari 2020 | 03:55 WIB

Terkini

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 23:39 WIB

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 23:30 WIB

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Bogor | Jum'at, 25 September 2026 | 23:14 WIB

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

Banten | Jum'at, 25 September 2026 | 22:55 WIB

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Jabar | Jum'at, 25 September 2026 | 22:35 WIB

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:33 WIB

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 22:30 WIB

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bri | Jum'at, 25 September 2026 | 22:27 WIB

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:25 WIB

Menang 2-0 atas Singapura, Ranking FIFA Timnas Indonesia Meroket

Menang 2-0 atas Singapura, Ranking FIFA Timnas Indonesia Meroket

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 22:13 WIB

×