Penjelasan Ilmuwan Harvard soal Hasil Studi Ada 5 Kasus Corona di Indonesia

Dany Garjito, Chyntia Sami Bhayangkara

Jum'at, 14 Februari 2020 | 17:09 WIB
Penjelasan Ilmuwan Harvard soal Hasil Studi Ada 5 Kasus Corona di Indonesia
Peneliti Universitas Harvard Marc Lipsitch (Youtube/NadhiraAfifa)

Suara.com - Ilmuwan dari Universitas Harvard Marc Lipsitch memberikan penjelasan mengenai hasil studinya soal penyebaran virus corona. Dalam studinya, ia memprediksi setidaknya sudah ada lima kasus virus corona di Indonesia, namun kenyataannya belum ada satu kasuspun dilaporkan terjadi di Indonesia.

Hasil studi tersebut ditanggapi dingin oleh Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Pemerintah mengklaim tidak menutup-nutupi informasi dan meminta agar para peneliti Harvard bisa melihat langsung kondisi Indonesia secara langsung.

Menanggapi hal tersebut, seorang mahasiswi asal Indonesia yang sedang menempuh gelar magister Kesehatan Masyarakat di Universitas Harvard, Nadhira Nuraini Afifa melakukan konfirmasi langsung melalui wawancara ekslusif dengan Marc Lipsitch. Suara.com telah mendapatkan izin dari Nadhira untuk mengutip seluruh isi wawancara.

Hasil wawancara tersebut diunggah melalui akun YouTube milik Nadhira. Dalam wawancara tersebut, Marc Lipsitch mengakui sama sekali tidak bermaksud menuduh Indonesia menutup-nutupi kasus virus corona melalui hasil studinya.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menjawab pertanyaan wartawan tentang isu virus Corona di Indonesia. (Suara.com/Ria Rizki)
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menjawab pertanyaan wartawan tentang isu virus Corona di Indonesia. (Suara.com/Ria Rizki)

"Saya tidak mengantisipasi respons (pemerintah Indonesia) seperti itu sebelumnya karena kami tidak pernah bermaksud mengatakan bahwa Indonesia sedang menutupi sesuatu," kata Marc seperti dikutip Suara.com, Jumat (14/2/2020).

Marc menjelaskan, tujuan dari studi tersebut adalah untuk melihat sejauh mana kasus virus corona yang sudah terdeteksi di negara-negara dunia, apakah telah merepresentasikan jumlah kasus yang ada sebenarnya atau belum. Penelitian tersebut juga tidak secara khusus ditujukan kepada Indonesia, melainkan Indonesia bagian dari penemuan dalam penelitian tersebut.

Penelitian tersebut dimulai dengan menghitung hubungan statistik antara jumlah pengunjung ke sebuah negara dengan jumlah kasus yang terdeteksi. Hasil rata-ratanya diasosiasikan dengan munculnya 1 kasus terdeteksi yang dipantau selama periode penelitian.

"Dengan standar tersebut Indonesia dapat diduga sudah memiliki 5 kasus, sementara nyatanya Indonesia tidak memiliki kasus," ungkap Marc.

Nol Kasus Virus Corona di Indonesia

baca juga

Marc menyoroti hasil penelitian yang ia dapatkan tidak sesuai dengan klaim dari pemerintah Indonesia. Hingga kini, Indonesia melaporkan belum ada satupun kasus virus corona di negaranya.

Menurutnya, kemungkinan tidak ada kasus sama sekali sangat kecil terjadi. Bahkan, ada kemungkinan kasus virus corona bisa lebih tinggi dari prediksi mereka dalam studi sebanyak lima kasus.

"Estimasi kami adalah 95 persen prediction interval tidak memiliki angka nol di dalamnya sehingga kemungkinannya kecil bahwa kasusnya nol," ujar Marc.

Seorang warga melintas di depan papan pengumuman elektronik di  Tower Apartemen Mediterania Garden Residences 2, Jakarta Barat, Kamis (6/2). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Seorang warga melintas di depan papan pengumuman elektronik di Tower Apartemen Mediterania Garden Residences 2, Jakarta Barat, Kamis (6/2). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Meski demikian, Marc menyadari hasil penelitiannya tidaklah sempurna. Sehingga mungkin saja penelitian tersebut tidak sepenuhnya akurat.

Dalam kasus virus corona di Singapura, temuan kasus sebenarnya di negara tersebut ternyata jauh lebih tinggi dari prediksi hasil temuan Marc. Namun, banyak juga negara yang telah menemukan banyak kasus virus corona di negaranya masih mungkin melewatkan beberapa kasus atau tak terhitung.

"Mungkin saja kasusnya nol, walaupun kemungkinan ini sangat kecil. Mungkin saja lebih dari lima kasus, mungkin lebih dari sekadar 'imported cases'," tutur Marc.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Besok WNI di Natuna Dipulangkan, Transit di Bandara Halim Perdana Kusumah

Besok WNI di Natuna Dipulangkan, Transit di Bandara Halim Perdana Kusumah

News | Jum'at, 14 Februari 2020 | 16:46 WIB

Minta Masyarakat Terima WNI dari Natuna, Bamsoet: Mereka Bebas Corona

Minta Masyarakat Terima WNI dari Natuna, Bamsoet: Mereka Bebas Corona

News | Jum'at, 14 Februari 2020 | 16:43 WIB

Ternyata Indonesia Tak Larang Kirim TKI ke Negara Terjangkit Corona

Ternyata Indonesia Tak Larang Kirim TKI ke Negara Terjangkit Corona

News | Jum'at, 14 Februari 2020 | 15:56 WIB

Hidup Terkurung Corona, Begini Cerita WNI di Kapal Pesiar Diamond Princess

Hidup Terkurung Corona, Begini Cerita WNI di Kapal Pesiar Diamond Princess

News | Jum'at, 14 Februari 2020 | 14:25 WIB

Kabur dari Karantina Virus Corona, Pejabat Korea Utara Ditembak Mati

Kabur dari Karantina Virus Corona, Pejabat Korea Utara Ditembak Mati

News | Jum'at, 14 Februari 2020 | 14:11 WIB

Waduh, Hampir 500 Ribu Warga China Pernah Kontak dengan Pasien Covid-19!

Waduh, Hampir 500 Ribu Warga China Pernah Kontak dengan Pasien Covid-19!

Health | Jum'at, 14 Februari 2020 | 13:53 WIB

238 WNI di Natuna Siap Dipulangkan, Menkes Terawan: Kita Ikut Bahagia

238 WNI di Natuna Siap Dipulangkan, Menkes Terawan: Kita Ikut Bahagia

Health | Jum'at, 14 Februari 2020 | 13:15 WIB

Terkini

Janji Prabowo Terbuka Terima Usulan: Jangankan Profesor, Dari Anak Desa Pun Saya Tindaklanjuti

Janji Prabowo Terbuka Terima Usulan: Jangankan Profesor, Dari Anak Desa Pun Saya Tindaklanjuti

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:40 WIB

183 Warga Pinggir Rel Senen Direlokasi, KAI Ratakan Puluhan Bangunan Liar

183 Warga Pinggir Rel Senen Direlokasi, KAI Ratakan Puluhan Bangunan Liar

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:30 WIB

Ditanya Bro Ron Masih Kuat atau Tidak di Lampung, Jawaban Singkat Jokowi Bikin Heran

Ditanya Bro Ron Masih Kuat atau Tidak di Lampung, Jawaban Singkat Jokowi Bikin Heran

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:21 WIB

Prabowo Tambah Anggaran Riset Jadi Rp4 Triliun

Prabowo Tambah Anggaran Riset Jadi Rp4 Triliun

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:18 WIB

Penampakan Bangunan Hancur di Bahrain dan Kuwait Usai Dihajar Rudal Iran

Penampakan Bangunan Hancur di Bahrain dan Kuwait Usai Dihajar Rudal Iran

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:08 WIB

Fakta Terkuak! Cawe-cawe George Soros di Pemilu: Keluarkan Rp1,6 T Untuk Partai Ini

Fakta Terkuak! Cawe-cawe George Soros di Pemilu: Keluarkan Rp1,6 T Untuk Partai Ini

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:00 WIB

Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh

Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 16:50 WIB

Mengapa Anak-Anak di Pesisir Menjadi Kelompok yang Paling Menanggung Dampak Krisis Iklim?

Mengapa Anak-Anak di Pesisir Menjadi Kelompok yang Paling Menanggung Dampak Krisis Iklim?

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 16:47 WIB

Drama Penangkapan HR-V di Lhokseumawe, Polisi Temukan 13 Karung Sabu Asal Thailand

Drama Penangkapan HR-V di Lhokseumawe, Polisi Temukan 13 Karung Sabu Asal Thailand

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 16:15 WIB

Rano Karno Terharu Lihat Warga Jakarta Makin Tertib, Protes Soal CFD Dianggap Wajar

Rano Karno Terharu Lihat Warga Jakarta Makin Tertib, Protes Soal CFD Dianggap Wajar

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 14:56 WIB

×