Tak Cuma di Paseban, Polisi Endus Banyak Klinik Aborsi Lain di Jakarta

Bangun Santoso, Muhammad Yasir

Selasa, 18 Februari 2020 | 13:30 WIB
Tak Cuma di Paseban, Polisi Endus Banyak Klinik Aborsi Lain di Jakarta
Garis polisi membentangi pagar klinik aborsi Paseban, Senen, Jakarta Pusat, Minggu (16/02). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Polisi tengah menyelidiki sejumlah klinik yang diduga turut melakukan praktik aborsi ilegal di kawasan Jakarta Pusat. Sejumlah klinik tersebut diduga terlibat dalam sindikat praktik aborsi ilegal klinik Paseban.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, berdasarkan informasi dari warga sekitar, bahwa masih banyak klinik yang membuka praktik aborsi ilegal serupa dengan klinik Paseban. Berdasar informasi itu, sejumlah klinik tersebut disebut biasa menampung para pasien jika di klinik Paseban penuh.

"Ternyata bukan hanya klinik (Paseban) saja, ada informasi mereka juga lakukan di klinik yang ada di sekitar sana itu. Kalau di sini (Paseban) penuh mereka akan tempatkan di klinik lain," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (18/2/2020).

Yusri lantas mengungkapkan, bahwa pasca-penggerebakan klinik Paseban, banyak klinik-klinik aborsi ilegal di sekitar Jakarta Pusat yang bersembunyi. Namun, polisi akan terus melakukan penyelidikan terhadap klinik-klinik tersebut.

"Banyak tempat lain yang sudah dimapping oleh PMJ sudah mulai tiarap dan sembunyi ini. Tapi tidak tertutup kemungkinan besok-besok masih beroperasi, sehingga kita akan awasi dan selidiki," katanya.

Polisi sebelumnya mengungkapkan bahwa klinik aborsi ilegal Paseban, Senen, Jakarta Pusat diduga membuang ratusan janin ke dalam septic tank. Bahkan, septic tank tersebut ditaburkan bahan kimia oleh pelaku agar janin-janin hasil aborsi tersebut mudah hancur.

Menurut Yusri, janin dengan usai satu hingga dua bulan biasanya akan lebih mudah hancur di dalam septic tank yang telah ditaburkan bahan kimia. Oleh karenanya, biaya operasional praktik aborsi ilegal dengan usia kandungan di atas bulan oleh pelaku dikenakan tarif lebih mahal.

"Waktu kita lakukan pemeriksaan bahwa para janin itu dibuang di septic tank. Caranya dengan menaruh bahan kimia untuk menghancurkan janin-janin itu, yang paling mudah itu janin satu atau dua bulan tidak terlalu kentara," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (17/2/2020).

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Klinik Aborsi Paseban Punya Sindikat, Polisi Buru Dokter S dan 50 Bidan

Klinik Aborsi Paseban Punya Sindikat, Polisi Buru Dokter S dan 50 Bidan

News | Senin, 17 Februari 2020 | 16:01 WIB

900 Janin Diduga Dihancurkan Pakai Bahan Kimia di Septik Tank Klinik Ilegal

900 Janin Diduga Dihancurkan Pakai Bahan Kimia di Septik Tank Klinik Ilegal

News | Senin, 17 Februari 2020 | 14:58 WIB

Gugurkan 900 Janin, Begini Penampakan Klinik Aborsi di Paseban

Gugurkan 900 Janin, Begini Penampakan Klinik Aborsi di Paseban

Foto | Minggu, 16 Februari 2020 | 13:56 WIB

Gerebek Klinik Dokter Pecatan PNS, Polisi Temukan 2 Janin Berusia 6 Bulan

Gerebek Klinik Dokter Pecatan PNS, Polisi Temukan 2 Janin Berusia 6 Bulan

News | Jum'at, 14 Februari 2020 | 22:08 WIB

Bunuh 903 Janin, Dokter Aborsi Klinik Paseban Ternyata Pecatan PNS Riau

Bunuh 903 Janin, Dokter Aborsi Klinik Paseban Ternyata Pecatan PNS Riau

News | Jum'at, 14 Februari 2020 | 18:08 WIB

Gugurkan 903 Janin, Polisi Bongkar Praktik Ilegal Klinik Aborsi Paseban

Gugurkan 903 Janin, Polisi Bongkar Praktik Ilegal Klinik Aborsi Paseban

Video | Jum'at, 14 Februari 2020 | 17:55 WIB

Punya 1632 Pasien, Klinik Aborsi Paseban Sudah Bunuh 903 Janin Bayi

Punya 1632 Pasien, Klinik Aborsi Paseban Sudah Bunuh 903 Janin Bayi

News | Jum'at, 14 Februari 2020 | 17:26 WIB

Terkini

Pelajaran Kartu Merah Thom Haye: Timnas Butuh Kurikulum VAR

Pelajaran Kartu Merah Thom Haye: Timnas Butuh Kurikulum VAR

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 07:15 WIB

Skema Biaya Haji 2027 Diusulkan 52:48, Berapa yang Harus Dibayar Jemaah?

Skema Biaya Haji 2027 Diusulkan 52:48, Berapa yang Harus Dibayar Jemaah?

News | Rabu, 30 September 2026 | 07:10 WIB

4 Shio yang Diprediksi Beruntung Urusan Pekerjaan dan Keuangan 30 September 2026

4 Shio yang Diprediksi Beruntung Urusan Pekerjaan dan Keuangan 30 September 2026

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 07:09 WIB

Perang Modern Butuh Teknologi, Bukan Komcad! Pemerintah Salah Arah dan Boros Anggaran

Perang Modern Butuh Teknologi, Bukan Komcad! Pemerintah Salah Arah dan Boros Anggaran

News | Rabu, 30 September 2026 | 07:00 WIB

Sebulan Lebih Pascagempa, 23.578 Warga NTT Masih Mengungsi

Sebulan Lebih Pascagempa, 23.578 Warga NTT Masih Mengungsi

Foto | Rabu, 30 September 2026 | 07:00 WIB

5 Tips Feng Shui untuk Menarik Kekayaan dan Kemakmuran, Bisa Dicoba di Rumah

5 Tips Feng Shui untuk Menarik Kekayaan dan Kemakmuran, Bisa Dicoba di Rumah

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 06:44 WIB

Lansia Tembus 34 Juta Jiwa! Pelayanan Sosial Perlu Diubah, Jangan Cuma Jadi Objek Bansos

Lansia Tembus 34 Juta Jiwa! Pelayanan Sosial Perlu Diubah, Jangan Cuma Jadi Objek Bansos

News | Rabu, 30 September 2026 | 06:00 WIB

Leo/Daniel Raih Emas Ganda Putra Asian Games 2026

Leo/Daniel Raih Emas Ganda Putra Asian Games 2026

Foto | Rabu, 30 September 2026 | 06:00 WIB

KAI Pastikan Masinis Tak Sendirian Hadapi Proses Hukum Insiden Bekasi

KAI Pastikan Masinis Tak Sendirian Hadapi Proses Hukum Insiden Bekasi

Foto | Rabu, 30 September 2026 | 05:00 WIB

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

×