Sambut Kunjungan Trump, India Bangun Tembok Tutupi Kawasan Kumuh

Dany Garjito, Chyntia Sami Bhayangkara

Jum'at, 21 Februari 2020 | 16:57 WIB
Sambut Kunjungan Trump, India Bangun Tembok Tutupi Kawasan Kumuh
Pembangunan tembok di Indoa jelang kunjungan Trump (AP Photo/A. Solanki)

Suara.com - Pemerintah India mengebut pembangunan tembok setinggi 1,2 meter jelang kunjungan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Pembangunan tembok tersebut disebut-sebut untuk menutupi kawasan kumuh di negara bagian Gujarat.

Donald Trump dijadwalkan bertandang ke kota Ahmadabad di Gujarat, India, dalam kunjungan dua hari di negara itu pada 24-25 Februari 2020. Ia akan menghadiri acara yang bertajuk "Namaste Trump," atau berarti "Salam, Trump" di sebuah stadion kriket.

Dengan menggunakan mobil, Trump akan melintasi kawasan kumuh tersebut ditemani oleh Perdana Menteri India Narendra Modi.

Kritikus pemerintah mengatakan tembok sepanjang 500 meter tersebut dibangun untuk menghalangi pandangan ke pemukiman kumuh yang dihuni oleh lebih dari 2.000 jiwa.

"Pemerintah menghabiskan begitu banyak uang untuk tembok ini. Mengapa mereka sembunyikan kami yang miskin?" kata Keshi Saraniya, warga sekitar seperti diberitakan DW -- jaringan Suara.com, Jumat (21/2/2020).

Menurut laporan sejumlah media setempat, awalnya tembok itu direncanakan akan dibangun setinggi 1,8 hingga 2,1 meter, tetapi dikurangi menjadi setinggi 1,2 meter karena meluasnya kritikan.

Dalih Pemerintah untuk 'Alasan Keamanan'

Pejabat senior pemerintah Bijal Patel membantah rumor yang beredar. Ia menegaskan pembangunan tembok bertujuan untuk keamanan, bukan untuk menyembunyikan kawasan kumuh.

"Selain alasan keamanan, tembok juga bagian dari upaya mempercantik dan kelancaran mengemudi," katanya.

baca juga

Beberapa pemimpin politik langsung menghujani kritik ke pemerintah. Mereka mempertanyakan hasil kerja Modi yang merupakan putra asli Gujarat.

Terlebih Modi pernah menjabat sebagai Kepala Menteri di Gujarat selama 12 tahun sebelum dilantik menjadi Perdana Menteri pada Mei 2014.

Warga Diusir

Pemerintah memberikan peringatan penggusuran kepada 45 keluarga yang tinggal di kawasan kumuh dekat Stadion Kriket pada Senin (17/2/2020). Warga mengaku diusir lantaran Stadion Kriket akan digunakan untuk menyambut Trump.

"Kami telah tinggal di sini selama 20 tahun dan sekarang kami tiba-tiba diberitahu untuk pindah karena beberapa pejabat penting akan mengunjungi kota ini selama sehari. Ini tidak adil," kata warga bernama Sanjay Patani.

Salah seorang pejabat pemerintah Kishore Varna membantah pernyataan warga mengenai alasan penggusuran. Ia menyebut bila tanah tersebut milih badan sipil dan penggusuran yang dilakukan telah sesuai hukum.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Donald Trump Mengejek Parasite, Film Korea Selatan Pemenang Oscar

Donald Trump Mengejek Parasite, Film Korea Selatan Pemenang Oscar

News | Jum'at, 21 Februari 2020 | 13:47 WIB

Pria Ini Ciptakan Patung Donald Trump untuk Disembah

Pria Ini Ciptakan Patung Donald Trump untuk Disembah

News | Jum'at, 21 Februari 2020 | 05:17 WIB

George Soros Desak Mark Zuckerberg Dipecat dari Facebook

George Soros Desak Mark Zuckerberg Dipecat dari Facebook

Tekno | Rabu, 19 Februari 2020 | 15:55 WIB

Ini Alasan Ada Wajah Donald Trump Hingga Jokowi di Panggung NYFW 2020

Ini Alasan Ada Wajah Donald Trump Hingga Jokowi di Panggung NYFW 2020

Lifestyle | Selasa, 18 Februari 2020 | 20:39 WIB

Jenguk Pasien Anak, Melania Trump Pakai Mantel Merah Seharga Rp 9 Juta

Jenguk Pasien Anak, Melania Trump Pakai Mantel Merah Seharga Rp 9 Juta

Lifestyle | Senin, 17 Februari 2020 | 19:10 WIB

Dikecam, Rektor Perintahkan 60 Mahasiswi Buka Celana saat Menstruasi

Dikecam, Rektor Perintahkan 60 Mahasiswi Buka Celana saat Menstruasi

News | Minggu, 16 Februari 2020 | 12:59 WIB

Semifinal BATC 2020: Susunan Pemain Tim Putra Indonesia vs India

Semifinal BATC 2020: Susunan Pemain Tim Putra Indonesia vs India

Sport | Sabtu, 15 Februari 2020 | 14:30 WIB

Terkini

Dua Jenderal TNI Dilaporkan ke Puspom Terkait Dugaan Penyerobotan Lahan di Menteng

Dua Jenderal TNI Dilaporkan ke Puspom Terkait Dugaan Penyerobotan Lahan di Menteng

News | Senin, 21 September 2026 | 22:17 WIB

Konflik Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg Berakhir Damai, Warga Minta Maaf Secara Terbuka

Konflik Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg Berakhir Damai, Warga Minta Maaf Secara Terbuka

Banten | Senin, 21 September 2026 | 22:14 WIB

Heboh Penemuan Jasad Wanita Belanda Tewas di Hotel Bandung, Polisi Gelar Penyelidikan

Heboh Penemuan Jasad Wanita Belanda Tewas di Hotel Bandung, Polisi Gelar Penyelidikan

Jabar | Senin, 21 September 2026 | 22:11 WIB

Kasus Korupsi MBG, Kejagung Periksa 7 Saksi Termasuk Penyedia Peralatan SPPG

Kasus Korupsi MBG, Kejagung Periksa 7 Saksi Termasuk Penyedia Peralatan SPPG

News | Senin, 21 September 2026 | 22:08 WIB

Bawaslu Kabupaten Bogor Perkuat Pencegahan Politik Uang Lewat Desa Anti Politik Uang

Bawaslu Kabupaten Bogor Perkuat Pencegahan Politik Uang Lewat Desa Anti Politik Uang

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:06 WIB

Kasus Suap HGB Summarecon Bogor Naik Penyidikan, Mungkinkah Nusron Wahid Diperiksa KPK?

Kasus Suap HGB Summarecon Bogor Naik Penyidikan, Mungkinkah Nusron Wahid Diperiksa KPK?

Jabar | Senin, 21 September 2026 | 21:52 WIB

Amnesty Minta Pelaku Pembubaran Ibadah GKPI Tangerang Diproses Hukum

Amnesty Minta Pelaku Pembubaran Ibadah GKPI Tangerang Diproses Hukum

News | Senin, 21 September 2026 | 21:41 WIB

Ahli Soroti Kerugian Negara Rp2 Triliun di Kasus TPL: Harus Diaudit BPK

Ahli Soroti Kerugian Negara Rp2 Triliun di Kasus TPL: Harus Diaudit BPK

News | Senin, 21 September 2026 | 21:36 WIB

Dari Jakarta hingga Sukabumi, Belasan Aset Mewah Ipda Yayat Dibidik KPK

Dari Jakarta hingga Sukabumi, Belasan Aset Mewah Ipda Yayat Dibidik KPK

News | Senin, 21 September 2026 | 21:35 WIB

Dari Garmin Run 2026, Gaya Hidup Aktif Bertemu Solusi Finansial

Dari Garmin Run 2026, Gaya Hidup Aktif Bertemu Solusi Finansial

Sport | Senin, 21 September 2026 | 21:24 WIB

×