Soal Banjir Jakarta, Pakar: Anies Buat Situasi Semakin Rumit

Dany Garjito | Rifan Aditya | Suara.com

Selasa, 25 Februari 2020 | 20:05 WIB
Soal Banjir Jakarta, Pakar: Anies Buat Situasi Semakin Rumit
Gubernur Anies Baswedan saat bertemu korban banjir Jakarta di Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (2/1/2020). (Suara.com/Fakhri Fuadi)

Suara.com - Pakar Bioteknologi Lingkungan Universitas Indonesia (UI), Firdaus Ali mengkritik pembenahan sistem drainase di zaman Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Menurutnya, Anies justru membuat situasi menjadi semakin rumit padahal banjir telah terjadi 7 kali sejak awal tahun 2020 hingga sekarang.

Hal tersebut disampaikan Firdaus Ali ketika hadir dalam program Metro Pagi Prime Time. Video saat Firdaus Ali diwawancara oleh presenter Metro TV ini juga diunggah ke kanal YouTube metrotvnews, Minggu (23/2/2020).

Firdaus menjelaskan bahwa Belanda sejak awal memang mendesain kota Jakarta untuk menampung beban air dari hulu hingga muara.

Namun, menurutnya perkembangan kota yang sangat cepat mengakibatkan tidak banyak ruang terbuka untuk menampung air ketika hujan deras terjadi.

"Pertumbuhan kota yang sangat cepat sekali, kita tidak sempat membangun lebih banyak lagi ruang terbuka biru atau mempertahankan yang sudah ada. Sehingga dia mampu untuk menjadi buffer ketika curah hujan tinggi," kata Firdaus.

Berkurangnya ruang terbuka ini diakibatkan oleh beberapa faktor. Salah satunya, lahan yang sempit dan sulit dibebaskan.

Selain itu, Firdaus juga menyoroti kebijakan pemerintah dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Ia merasa kebijakan Anies justru semakin membuat situasi menjadi rumit.

"Pemerintah kota berkejaran dengan waktu, apalagi kebijakan dan ketidakbijakan yang dibuat oleh Gubernur membuat situasinya semakin complicated," ujarnya.

Ia lalu membandingkan pengelolaan sistem drainase di Jakarta di era Anies dan gubernur sebelumnya.

"Sebagian besar ini sudah sempat dibenahi di zaman Pak Jokowi, dan Pak Ahok. Lalu di zaman Gubernur Anies, sempat disentuh tapi pengerjaan di lapangan saya perhatikan tidak rapi," ungkap Firdaus.

Sang pakar menyoroti sistem drainase mikro dan penghubung di Jakarta dimana itu merupakan tanggung jawab Dinas Tata Air Jakarta.

"Saya memperhatikan dalam setahun terakhir, pengerjaannya dipepetkan hingga waktu menjelang akhir tahun masa anggaran," ujarnya.

Ia juga melihat bahan bekas galian drainase tidak diurus dengan benar. Misalnya, bahan bekas galian ditumpuk begitu saja di jalanan.

"Sebagian juga dicemplungkan atau kemudian tercemplung ke dalam (saluran). Terbukti kemarin di kawasan Menteng," ungkapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Banjir Jakarta Bikin Pelaku Bisnis Merugi, INDEF: Sektor Retail Terpukul

Banjir Jakarta Bikin Pelaku Bisnis Merugi, INDEF: Sektor Retail Terpukul

Bisnis | Selasa, 25 Februari 2020 | 19:16 WIB

Diamuk Warga karena Sebabkan Banjir, AEON Mall Janji Bikin Sodetan ke BKT

Diamuk Warga karena Sebabkan Banjir, AEON Mall Janji Bikin Sodetan ke BKT

News | Selasa, 25 Februari 2020 | 18:47 WIB

Jakarta Banjir Lagi, 294 RW Terendam dan 3.565 Warga Terpaksa Diungsikan

Jakarta Banjir Lagi, 294 RW Terendam dan 3.565 Warga Terpaksa Diungsikan

News | Selasa, 25 Februari 2020 | 18:40 WIB

Dampak Banjir Jakarta, Pemain HangTuah Sakit Jelang Seri V IBL 2020

Dampak Banjir Jakarta, Pemain HangTuah Sakit Jelang Seri V IBL 2020

Sport | Selasa, 25 Februari 2020 | 18:39 WIB

Viral Video Anak Muda hingga Orang Tua Joget Tiktok di Tengah Banjir

Viral Video Anak Muda hingga Orang Tua Joget Tiktok di Tengah Banjir

News | Selasa, 25 Februari 2020 | 18:24 WIB

Terungkap, Ini Alasan Polisi Bawa Ular saat Laporkan Situasi Banjir Jakarta

Terungkap, Ini Alasan Polisi Bawa Ular saat Laporkan Situasi Banjir Jakarta

News | Selasa, 25 Februari 2020 | 18:28 WIB

Terkini

DPR Dukung Usulan Blacklist Pelaku Politik Uang di Revisi UU Pemilu

DPR Dukung Usulan Blacklist Pelaku Politik Uang di Revisi UU Pemilu

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:53 WIB

Viral! Akun Ini 'Ramal' Kemunculan Hantavirus di 2026 pada Juni 2022, Kok Bisa?

Viral! Akun Ini 'Ramal' Kemunculan Hantavirus di 2026 pada Juni 2022, Kok Bisa?

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Persija Mengungsi ke Samarinda saat Lawan Persib, Milad GRIB Jaya di Senayan Dihadiri 20 Ribu Orang

Persija Mengungsi ke Samarinda saat Lawan Persib, Milad GRIB Jaya di Senayan Dihadiri 20 Ribu Orang

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:44 WIB

Jaga Wilayah Kelola Adat, UNDP Gandeng GEF-SGP Buka Proposal Hibah ICCA-GSI Phase 2

Jaga Wilayah Kelola Adat, UNDP Gandeng GEF-SGP Buka Proposal Hibah ICCA-GSI Phase 2

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:37 WIB

Ancaman Hantavirus! 3 Warga Kanada Dikarantina Usai Wabah Renggut 3 Nyawa di MV Hondius

Ancaman Hantavirus! 3 Warga Kanada Dikarantina Usai Wabah Renggut 3 Nyawa di MV Hondius

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:33 WIB

Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius Picu Kewaspadaan, 3 Penumpang Dilaporkan Meninggal

Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius Picu Kewaspadaan, 3 Penumpang Dilaporkan Meninggal

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:30 WIB

Kasus Korupsi Haji Belum Rampung, Penahanan Gus Yaqut Diperpanjang 30 Hari

Kasus Korupsi Haji Belum Rampung, Penahanan Gus Yaqut Diperpanjang 30 Hari

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:25 WIB

Anggota BPK Haerul Saleh Tewas Terjebak Kebakaran di Rumahnya, Jenazah Dbawa ke RSUD Pasar Minggu

Anggota BPK Haerul Saleh Tewas Terjebak Kebakaran di Rumahnya, Jenazah Dbawa ke RSUD Pasar Minggu

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:23 WIB

Bak Bumi dan Langit! Sepanjang 2025, Kasus Korupsi di Singapura Hanya 68, Indonesia 439

Bak Bumi dan Langit! Sepanjang 2025, Kasus Korupsi di Singapura Hanya 68, Indonesia 439

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:21 WIB

Terkejut Dengar Kabar Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran Rumah, Habiburokhman: Beliau Sahabat Saya

Terkejut Dengar Kabar Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran Rumah, Habiburokhman: Beliau Sahabat Saya

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:14 WIB