Rumah-rumah Warga Muslim Sengaja Dibakar dalam Kerusuhan Sektarian India

Reza Gunadha

Rabu, 04 Maret 2020 | 12:52 WIB
Rumah-rumah Warga Muslim Sengaja Dibakar dalam Kerusuhan Sektarian India
Puluhan wanita berbicara kepada polisi saat aksi duduk di wilayah terdampak kerusuhan setelah bentrokan terjadi antara warga yang mendukung dan menentang uu kewarganegaraan baru di New Delhi, India, Selasa (25/2/2020). (ANTARA FOTO/REUTERS/Danish Siddiqui/pd/djo)

Properti senilai jutaan dolar hancur. Dan ada bukti bahwa warga Muslim disasar terencana, dengan banyak contoh yang menunjukkan beberapa polisi membantu perusuh, atau sekadar mengabaikan mereka.

Terdapat sekitar 200 rumah dan toko di jalanan sempit Khajuri Khas, seperlimanya milik warga Muslim. Namun hampir mustahil membedakan bangunan yang dimiliki warga Muslim dengan yang dimiliki warga Hindu. Bangunan-bangunan itu bahkan berbagi tembok dan garis atap.

Tapi pekan lalu, para perusuh menyasar rumah dan toko milik Muslim dengan mudah. Puing-puing rumah warga Muslim yang tertutup jelaga kini berdiri di samping rumah-rumah warga Hindu yang tak tersentuh dan rapi.

Toko-toko milik umat Muslim serta pusat pelatihan dan pabrik soda terbakar habis. Sedangkan toko-toko milik umat Hindu sudah mulai dibuka.

Satu-satunya hal masih menjadi milik bersama kedua komunitas adalah jalanan yang penuh dengan sisa-sisa kekerasan: kaca pecah, kendaraan terbakar, robekan buku-buku pelajaran, roti yang menjadi arang.

Hanya embik kambing-kambing di antara puing-puing bangunan yang menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

"Saya sama sekali tidak tahu apakah para perusuh itu orang dalam atau orang luar. Kami tak bisa melihat wajah mereka. Tapi bagaimana mereka bisa mengenali rumah-rumah kami yang tertutup tanpa bantuan warga lokal?" Munazir bertanya-tanya.

Dalam semalam, rasa curiga tumbuh di antara dua komunitas.

Di seberang rumah Munazir yang sekarang habis terbakar terdapat bangunan dua-lantai milik seorang tetangga Hindu yang berdagang daun sirih dan tinggal bersama dua anak laki-lakinya, yang bekerja di perusahaan transportasi umum.

baca juga

Selama bertahun-tahun, kata Munazir, warga hidup bertetangga dengan damai. "Saya bahkan pernah ngekos di rumahnya. Ia bisa saja keluar rumah dan mencoba berunding dengan massa," kata Munazir. "Mungkin rumah saya bisa diselamatkan."

Pada pagi hari ketika massa mulai memasuki lingkungan perumahan, Munazir serasa dihujam oleh rasa takut tiba-tiba. Ia memanggil polisi dan pemadam kebakaran.

Seorang warga Hindu yang bekerja sebagai guru sekolah berusaha menenangkan pria-pria bersenjata itu dan meminta mereka pergi.

"Jangan khawatir, tidak akan terjadi apa-apa. Pulanglah," katanya kepada para warga Muslim yang gelisah.

Seorang pria muda beragama Hindu berusaha menghentikan massa yang hendak memasuki jalan lain. Namun para perusuh tidak mau mendengar permohonannya, dan tak lama kemudian melonjak ke jalanan. Pada saat itu Munazir berlari ke rumahnya dan kemudian mengunci pintu depan.

Massa berusaha mendobrak pintu rumah Munazir, dan kemudian beralih ke sebuah masjid tak jauh dari sana, melemparkan bom molotov ke bangunan tersebut. Polisi, kata Munazir, datang enam jam kemudian, dan menuntun para warga Muslim ke tempat aman sambil disaksikan para perusuh, yang kadang-kadang menampar dan melempari warga yang mengungsi dengan batu.

Setelah warga mengungsi bersama polisi, para perusuh memasuki rumah mereka, membakar dan merampok seenaknya. "Kamu beruntung masih hidup," kata seorang polisi kepada Munazir. "Kami akan membawa kamu ke manapun kamu mau."

Ia diminta pergi ke rumah saudaranya di jalan yang dihuni warga mayoritas Muslim tak jauh dari situ.

Ketika ia sampai bersama keluarganya, ia menemukan 70 laki-laki, perempuan, dan anak-anak dari 11 keluarga setempat telah berlindung di tiga kamar kecil.

Di antara mereka ada seorang perempuan muda yang mengikat bayinya yang baru berumur enam hari ke pinggangnya dan melompati tiga atap untuk sampai ke tempat aman. Semua rumah mereka telah hancur.

Polisi membantu membawa beberapa orang ke tempat itu, dan sedikitnya 40 orang lainnya diselamatkan oleh seorang perempuan gagah berani yang merupakan pemilik bangunan.

"Kami masih bertanya-tanya mengapa polisi tidak kembali ke perumahan dan melindungi rumah-rumah kami. Kenapa mereka tidak memanggil bantuan? Apakah disengaja, ataukah mereka tidak punya cukup tenaga?" kata Fayaz Alam, seorang insinyur muda yang merantau ke Delhi untuk mencari pekerjaan.

Itulah mengapa sebagian besar dari 70 'pengungsi' di Khajuri Khas berutang nyawa kepada Mushtari Khatoon, perempuan tua yang mengumpulkan keberanian untuk menyeberang jalan utama, memasuki jalanan yang dilanda kerusuhan, dan mengantarkan perempuan dan anak-anak Muslim ke tempat aman pada pagi-pagi buta.

Ia melewati massa yang mengamuk dan pergi ke lokasi kerusuhan "empat sampai lima kali" untuk membawa mereka sejauh hampir satu kilometer ke rumahnya. Para perempuan dan anak-anak melompat dari atap ke atap sampai mereka menemukan bangunan yang aman untuk keluar.

Khatoon akhirnya menyelamatkan lebih banyak nyawa daripada polisi.

"Mulai sekarang kami harus melindungi diri kami sendiri. Delhi tidak akan menyelamatkan kami lagi," ujarnya. Ada nada menantang, alih-alih putus asa, dalam suaranya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Serbuan Coronavirus, Sektor Otomotif India Mulai Terpengaruh

Serbuan Coronavirus, Sektor Otomotif India Mulai Terpengaruh

Otomotif | Selasa, 03 Maret 2020 | 12:34 WIB

PM India Narendra Modi Bakal Tutup Akun, Awal Larangan Medsos?

PM India Narendra Modi Bakal Tutup Akun, Awal Larangan Medsos?

News | Selasa, 03 Maret 2020 | 11:00 WIB

Susul Indonesia, India Umumkan 2 Kasus Terbaru Virus Corona

Susul Indonesia, India Umumkan 2 Kasus Terbaru Virus Corona

News | Senin, 02 Maret 2020 | 18:23 WIB

Bertaruh Nyawa, Pria Hindu India Selamatkan 6 Muslim saat Kerusuhan

Bertaruh Nyawa, Pria Hindu India Selamatkan 6 Muslim saat Kerusuhan

News | Senin, 02 Maret 2020 | 09:11 WIB

Kisahkan Kerusuhan Delhi, Nasreen: Kesalahan Kami Terlahir sebagai Muslim

Kisahkan Kerusuhan Delhi, Nasreen: Kesalahan Kami Terlahir sebagai Muslim

News | Minggu, 01 Maret 2020 | 09:05 WIB

Zakir Naik Serukan Ulama Dunia Jihad usai Kerusuhan dan 4 Berita Lainnya

Zakir Naik Serukan Ulama Dunia Jihad usai Kerusuhan dan 4 Berita Lainnya

News | Minggu, 01 Maret 2020 | 07:05 WIB

Sindhu Dilatih Pelatih Bulutangkis Asal Indonesia, Ini Respons Sang Ayah

Sindhu Dilatih Pelatih Bulutangkis Asal Indonesia, Ini Respons Sang Ayah

Sport | Sabtu, 29 Februari 2020 | 14:21 WIB

Terkini

Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival

Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival

Jawa Tengah | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:22 WIB

Sassuolo Terpuruk Tanpa Jay Idzes, Pertahanan Bobol 16 Gol dalam 8 Laga

Sassuolo Terpuruk Tanpa Jay Idzes, Pertahanan Bobol 16 Gol dalam 8 Laga

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:21 WIB

Mees Hilgers Comeback Usai 520 Hari, Pelatih Heerenveen Langsung Beri Tantangan

Mees Hilgers Comeback Usai 520 Hari, Pelatih Heerenveen Langsung Beri Tantangan

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:14 WIB

Pertamina Bidik Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Pesawat dan Bensin Hijau

Pertamina Bidik Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Pesawat dan Bensin Hijau

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:11 WIB

Uang Jadi Tolak Ukur Memperlakukan Manusia di Buku Crazy Rich Asians

Uang Jadi Tolak Ukur Memperlakukan Manusia di Buku Crazy Rich Asians

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:10 WIB

Pembalut Dikenakan PPN, Negara Tak Etis Pajaki Kebutuhan Dasar Perempuan

Pembalut Dikenakan PPN, Negara Tak Etis Pajaki Kebutuhan Dasar Perempuan

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:05 WIB

Coach Justin Soroti Peran AXIS Nation Cup dalam Lahirkan Talenta Futsal Muda

Coach Justin Soroti Peran AXIS Nation Cup dalam Lahirkan Talenta Futsal Muda

Sport | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:03 WIB

Raffi Ahmad Cuci Tangan, Siapa Donatur Massa Bayaran Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI?

Raffi Ahmad Cuci Tangan, Siapa Donatur Massa Bayaran Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI?

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:00 WIB

Wacana Pajak Pembalut Tuai Kecaman, Dianggap Abaikan Hak Dasar Wanita

Wacana Pajak Pembalut Tuai Kecaman, Dianggap Abaikan Hak Dasar Wanita

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:00 WIB

Bertabur Artis Terkenal, Grand Final AXIS Nation Cup 2026 Segera Digelar!

Bertabur Artis Terkenal, Grand Final AXIS Nation Cup 2026 Segera Digelar!

Sport | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:59 WIB

×