Pemerintah Pertimbangkan Tarik Pelaut Lokal di Sabah ke Natuna Utara

Chandra Iswinarno, Ria Rizki Nirmala Sari

Rabu, 11 Maret 2020 | 22:11 WIB
Pemerintah Pertimbangkan Tarik Pelaut Lokal di Sabah ke Natuna Utara
Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. (Suara.com/Ria Rizki)

Suara.com - Pemerintah berhasil membawa nelayan-nelayan asal Pantura untuk melaut di perairan Natuna Utara dengan 30 kapal besar. Saat ini pemerintah juga tengah mempertimbangkan untuk memboyong pelaut-pelaut lokal yang mencari ikan di Sabah, Malaysia ke Laut Natuna Utara.

Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD mengatakan, saat ini pemerintah sedang memikirkan untuk memindahkan pelaut-pelaut lokal yang bekerja di Sabah, Malaysia. Hal itu dipertimbangkan pemerintah karena pelaut-pelaut tersebut sering menjadi korban penculikan.

"Kita sedang akan memikirkan penempatan orang-orang Sabah, orang Indonesia yang kerja di Malaysia menjadi pelaut yang sering menjadi korban penculikan," kata Mahfud di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (11/3/2020).

Mahfud juga mengemukakan yang terpenting dari pertimbangan pemerintah tersebut ialah mudahnya perizinan sehingga para nelayan-nelayan yang asalnya bekerja di Sabah bisa mencari nafkah di perairan Indonesia.

"Laut Indonesia diisi dengan kapal-kapal itu dan sudah banyak yang pulang dari Sabah, bisa dapat menjadi pelaut di Indonesia tanpa aturan yang rumit-rumit," pungkasnya.

Sebelumnya, pemerintah memutuskan mengirim nelayan-nelayan asal Pantura untuk mencari ikan di Laut Natuna pada Selasa (10/3/2020) esok. Para nelayan itu akan mencari ikan di Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) Indonesia dengan menggunakan 29 kapal.

Hal itu disampaikan langsung Menkopolhukam Mahfud MD di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (9/3/2020). Langkah pemerintah itu sebenarnya sudah sudah dirumuskan seusai kapal ikan milik China masuk ke wilayah ZEE Indonesia pada Desember 2019.

Kapal-kapal ikan milik China itu mengaku tidak melanggar aturan lantaran menganggap kawasan tersebut termasuk ke dalam Nine dash-line China. Dengan adanya kejadian itu, maka pemerintah memutuskan untuk menjaga kedaulatan Indonesia dari segi pertahanan dan juga pemanfaatan sumber daya alam oleh nelayan lokal.

"Mulai besok hari Selasa tanggal 10 Maret akan ada kapal-kapal besar, kapal nelayan besar dari Pantura sebanyak 29 kapal. Sebenarnya ada 30, satu nyusul sedang perbaikan," kata Mahfud dalam penjelasannya.

baca juga

Mahfud menyebut kapal yang akan digunakan oleh nelayan Pantura itu berkapasitas di atas 10.000 gross tonnage (GT). Kapal berukuran besar tersebut akan mencari ikan hingga ke tengah ZEE Indonesia sehingga wilayah tersebut akan ramai dengan aktivitas ekonomi dari dalam negeri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nelayan Pantura Mulai Melaut di Natuna Utara, Dikawal Bakamla

Nelayan Pantura Mulai Melaut di Natuna Utara, Dikawal Bakamla

News | Rabu, 11 Maret 2020 | 12:58 WIB

MOU Menkopolhukam-Bakamla Pastikan Pelibatan Nelayan Jaga Laut Natuna Utara

MOU Menkopolhukam-Bakamla Pastikan Pelibatan Nelayan Jaga Laut Natuna Utara

News | Jum'at, 21 Februari 2020 | 11:26 WIB

Temui MPR RI, Dubes China Xiao Qian: Laut Natuna Milik Indonesia

Temui MPR RI, Dubes China Xiao Qian: Laut Natuna Milik Indonesia

News | Jum'at, 24 Januari 2020 | 15:06 WIB

Pesan Mendalam Eks Menteri KKP Susi Pudjiastuti Terkait Sengketa Natuna

Pesan Mendalam Eks Menteri KKP Susi Pudjiastuti Terkait Sengketa Natuna

News | Selasa, 21 Januari 2020 | 06:03 WIB

Mahfud Sampaikan Ketegasan Indonesia Soal Kedaulatan Natuna ke Dubes China

Mahfud Sampaikan Ketegasan Indonesia Soal Kedaulatan Natuna ke Dubes China

News | Kamis, 16 Januari 2020 | 22:22 WIB

TNI Sebut Posisi Kapal China Sudah Jauh dari Perairan Natuna

TNI Sebut Posisi Kapal China Sudah Jauh dari Perairan Natuna

News | Kamis, 16 Januari 2020 | 09:04 WIB

Terkini

Cari Sunscreen untuk ke Pantai yang Tak Bikin Mata Perih? Ini 5 Rekomendasi Sesuai Review

Cari Sunscreen untuk ke Pantai yang Tak Bikin Mata Perih? Ini 5 Rekomendasi Sesuai Review

Lifestyle | Jum'at, 24 Juli 2026 | 15:11 WIB

Ulasan A Bloody Lucky Day: Saat Keberuntungan Menjadi Awal Malapetaka

Ulasan A Bloody Lucky Day: Saat Keberuntungan Menjadi Awal Malapetaka

Your Say | Jum'at, 24 Juli 2026 | 15:10 WIB

5 Pilihan Warna Lipstik Maybelline yang Bikin Kulit Sawo Matang Terlihat Glowing dan Fresh

5 Pilihan Warna Lipstik Maybelline yang Bikin Kulit Sawo Matang Terlihat Glowing dan Fresh

Lifestyle | Jum'at, 24 Juli 2026 | 15:09 WIB

Modernisasi Transaksi Aset Game Lewat Sistem 'Escrow' Berbasis Komunitas

Modernisasi Transaksi Aset Game Lewat Sistem 'Escrow' Berbasis Komunitas

Tekno | Jum'at, 24 Juli 2026 | 15:09 WIB

AJI Desak Prabowo Minta Maaf Soal Londo Ireng: Sama Saja dengan Hotman Paris

AJI Desak Prabowo Minta Maaf Soal Londo Ireng: Sama Saja dengan Hotman Paris

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 15:07 WIB

Menjemput Harapan di Balik Layar Lebar: Cara CGV Hibur Anak-Anak Pejuang Penyakit Kritis

Menjemput Harapan di Balik Layar Lebar: Cara CGV Hibur Anak-Anak Pejuang Penyakit Kritis

Entertainment | Jum'at, 24 Juli 2026 | 15:03 WIB

Cegah Korupsi Program Sekolah Rakyat, Kemensos Gandeng ICW

Cegah Korupsi Program Sekolah Rakyat, Kemensos Gandeng ICW

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 15:02 WIB

Laut Madura Lagi Nggak Bersahabat, Penyeberangan dari Pelabuhan Jangkar Resmi Disetop Sementara

Laut Madura Lagi Nggak Bersahabat, Penyeberangan dari Pelabuhan Jangkar Resmi Disetop Sementara

Jatim | Jum'at, 24 Juli 2026 | 15:00 WIB

Review My Name: Perempuan yang Menghabiskan Hidupnya demi Balas Dendam

Review My Name: Perempuan yang Menghabiskan Hidupnya demi Balas Dendam

Your Say | Jum'at, 24 Juli 2026 | 15:00 WIB

ICW Bongkar Celah Korupsi Sekolah Rakyat, Gus Ipul Janji Benahi Tata Kelola

ICW Bongkar Celah Korupsi Sekolah Rakyat, Gus Ipul Janji Benahi Tata Kelola

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 14:58 WIB

×