MOU Menkopolhukam-Bakamla Pastikan Pelibatan Nelayan Jaga Laut Natuna Utara

Chandra Iswinarno, Ria Rizki Nirmala Sari

Jum'at, 21 Februari 2020 | 11:26 WIB
MOU Menkopolhukam-Bakamla Pastikan Pelibatan Nelayan Jaga Laut Natuna Utara
Kepala Bakamla RI Laksdya Bakamla Aan Kurnia. (Suara.com/Ria Rizki)

Suara.com - Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD melakukan penandatanganan naskah kesepahaman bersama dengan Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI. Naskah kesepahaman bersama yang telah ditandatangani tersebut berisikan tentang pengawasan pengamanan dan pemanfaatan sumber daya ikan di Laut Natuna Utara.

Kepala Bakamla Laksamana Madya Aan Kurnia mengatakan, kesepakatan tersebut merupakan lanjutan dari rapat koordinasi khusus tingkat menteri pada Januari lalu. Nantinya, pemerintah akan berupaya mengatasi permasalahan wilayah kedaulatan Indonesia dan hak berdaulat atas pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya di zona ekonomi ekslusif Indonesia (ZEEI).

Seperti diketahui sebelumnya, kapal pencari ikan Tiongkok sempat memasuki wilayah ZEEI dan mengklaim wilayah tersebut masih termasuk wilayah mereka.

Dengan begitu, melalui penandatangan kesepahaman tersebut, pemerintah akan menjaga wilayah Perairan Natuna Utara dengan menurunkan kapal ikan milik nelayan Indonesia.

"Pemerintah melalui Menkopolhukam bersama KKP berencana untuk mengerahkan sejumlah kapal ikan Indonesia sebagai bentuk penguasaan secara de facto atas wilayah yurisdiksi Indonesia di Laut Natuna Utara," kata Aan di Gedung Bakamla RI Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat pada Jumat (21/2/2020).

Dengan adanya upaya dari pemerintah itu, maka seluruh instansi keamanan laut juga turut melaksanakan pengawasan dan pengamanan. Hal tersebut dilakukan dengan cara melakukan kegiatan lintas laut dan pengamanan ikan di Laut Natuna Utara dan kegiatan lainnya.

Selain itu, asosiasi nelayan di Indonesia juga diikutsertakan dengan menyiapkan kapal ikan yang akan beroperasi di wilayah Perairan Natuna Utara. PT Pertamina pun ikut membantu bertugas menjaga ketersediaan bahan bakar minyak bagi kapal ikan dan kapal patroli.

Hal ini menegaskan, seluruh instansi dan masyarakat maritim dapat bekerjasama dan bersinergi untuk melaksanakan tugas negara. Aan menjelaskan, setelah adanya penandatanganan kesepakatan tersebut, akan ada penyusunan prosedur operasi standar (SOP) yang akan menjadi pedoman bagi pelaksanaan kegiatan tersebut.

"Beserta desain operasi yang juga akan melibatkan seluruh instansi terkait yang dikoordinasikan Kemenkopolhukam dengan leading sector adalah Bakamla."

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Temui MPR RI, Dubes China Xiao Qian: Laut Natuna Milik Indonesia

Temui MPR RI, Dubes China Xiao Qian: Laut Natuna Milik Indonesia

News | Jum'at, 24 Januari 2020 | 15:06 WIB

Pesan Mendalam Eks Menteri KKP Susi Pudjiastuti Terkait Sengketa Natuna

Pesan Mendalam Eks Menteri KKP Susi Pudjiastuti Terkait Sengketa Natuna

News | Selasa, 21 Januari 2020 | 06:03 WIB

Mahfud Sampaikan Ketegasan Indonesia Soal Kedaulatan Natuna ke Dubes China

Mahfud Sampaikan Ketegasan Indonesia Soal Kedaulatan Natuna ke Dubes China

News | Kamis, 16 Januari 2020 | 22:22 WIB

TNI Sebut Posisi Kapal China Sudah Jauh dari Perairan Natuna

TNI Sebut Posisi Kapal China Sudah Jauh dari Perairan Natuna

News | Kamis, 16 Januari 2020 | 09:04 WIB

Menteri KKP Edhy Prabowo: Enggak  Ada Kapal Nelayan China di Laut Natuna

Menteri KKP Edhy Prabowo: Enggak Ada Kapal Nelayan China di Laut Natuna

News | Selasa, 14 Januari 2020 | 20:46 WIB

Terkini

Rilis You're Under Arrest! ILLIT Tolak Keras Terlena oleh Harapan Palsu

Rilis You're Under Arrest! ILLIT Tolak Keras Terlena oleh Harapan Palsu

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:40 WIB

Cak Imin Puji MBG: Program Terbaik dari APBN, 1,3 Juta Orang Miskin Jadi Pekerja

Cak Imin Puji MBG: Program Terbaik dari APBN, 1,3 Juta Orang Miskin Jadi Pekerja

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:36 WIB

7 Penyebab Baterai HP Cepat Habis dan Panas Saat Dimainkan, Ini Cara Mengatasinya

7 Penyebab Baterai HP Cepat Habis dan Panas Saat Dimainkan, Ini Cara Mengatasinya

Tekno | Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:35 WIB

Cara Pakai Body Mist agar Wanginya Lebih Tahan Lama, Jangan Sembarang Layering!

Cara Pakai Body Mist agar Wanginya Lebih Tahan Lama, Jangan Sembarang Layering!

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:35 WIB

Berkedok Bengkel di Pidie, Jaringan Clandestine Lab Racik Sabu 'Blue Ice' Berkualitas Super

Berkedok Bengkel di Pidie, Jaringan Clandestine Lab Racik Sabu 'Blue Ice' Berkualitas Super

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:35 WIB

Komnas HAM Kritik Draf RUU HAM: Frasa Lembaga Independen Tak Boleh Dihapus!

Komnas HAM Kritik Draf RUU HAM: Frasa Lembaga Independen Tak Boleh Dihapus!

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:34 WIB

Hujan Guyur Palembang Usai 4 Bulan Kabut Asap, BMKG Ingatkan Warga Tak Minum Air Hujan

Hujan Guyur Palembang Usai 4 Bulan Kabut Asap, BMKG Ingatkan Warga Tak Minum Air Hujan

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:33 WIB

Dugaan Keracunan MBG di Dramaga, Dua SMP Terapkan PJJ Selama Dua Hari

Dugaan Keracunan MBG di Dramaga, Dua SMP Terapkan PJJ Selama Dua Hari

Bogor | Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:29 WIB

KAI Dituntut Pengadaan KRL Secepatnya, Mau Impor atau Produksi INKA?

KAI Dituntut Pengadaan KRL Secepatnya, Mau Impor atau Produksi INKA?

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:26 WIB

Bulog Jadi Penyangga Ekosistem Jagung Nasional, Lindungi Petani & Jaga Keberlanjutan Usaha Peternak

Bulog Jadi Penyangga Ekosistem Jagung Nasional, Lindungi Petani & Jaga Keberlanjutan Usaha Peternak

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:23 WIB

×