Kritik Anies Liburkan Sekolah karena Corona, PSI Malah Diserbu Warganet

Reza Gunadha | Husna Rahmayunita | Suara.com

Sabtu, 14 Maret 2020 | 17:34 WIB
Kritik Anies Liburkan Sekolah karena Corona, PSI Malah Diserbu Warganet
Ilustrasi Anies Baswedan. (Suara.com/Iqbal Asaputro)

Suara.com - Politikus Partai Solidaritas Indonesia Mohamad Guntur Romli mengkritik kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menutup sementara semua sekolah di ibu kota. Tindakan tersebut dilakukan Anies untuk memerangi pandemi virus corona.

Guntur Romli menyambut baik keputusan tersebut, meski mengaku sekolah anaknya telah diliburkan sejak kemarin. Hal itu disampaikannya melalui cuitan di Twitter.

"Jakarta liburkan sekolah 2 minggu? Bagus. Meski sekolah anak saya sudah diliburkan dari kemarin," kata Guntur Romli seperti dikutip Suara.com, Sabtu (14/3/2020).

Ia justru menilai, Anies, Dinas Kesehatan dan Pendidikan DKI Jakarta selama ini tak berperan mencegah penyebaran virus corona terutama di sekolah-sekolah umum yang ada di ibu kota.

"Juga selama ini @aniesbaswedan & Dinas Kesehatan & Pendidikan tidak berbuat apa-apa di sekolah-sekolah umum terkait virus corona," terang Guntur Romli.

Tak ayal asumsi tersebut menuai atensi khalayak. Sebagian warganet justru memberikan sindiran kepada Guntur Romli atas cuitannya.

"Ga ada capenya ya, bukannya saling support apa susahnya si? di masa kaya gini masih dengki aja heran," tulis @ranggasetyo.

"Setan apa yang merasukimu Guntur," timpal @Gia_PR02.

"Weekend masih ngebuzzer aja om? Ga ada jatah libur ya?" celoteh @noerdyn.

PSI kritik kebijakan Anies liburkan sekolah. (Twitter/@GunRomli)
PSI kritik kebijakan Anies liburkan sekolah. (Twitter/@GunRomli)

Virus Corona Menjalar, Anies Mulai Senin Tutup Semua Sekolah di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menegaskan meminta seluruh pihak sekolah meliburkan anak didiknya selama dua pekan mulai Senin (16/3), besok.

Penghentian kegiatan belajar mengajar itu dihentikan guna mengantisipasi penyebaran virus corona alias COVID-19 di Jakarta.

Anies menyampaikan setelah melakukan koordinasi dengan melibatkan dokter ahli dan perwakilan World Helat Organization (WHO). Menurutnya, dari data murid siswa yang bersekolah di Jakarta mencapai 1,5 juta.

"Dari hasil diskusi tadi kami sampai pada kesimpulan bahwa Pemprov DKI memutuskan untuk menutup semua sekolah di lingkungan Pemprov DKI dan akan melakukan proses belajar mengajar dengan metode jarak jauh selama dua Minggu," kata Anies di Balai Kota, Jakarta Pusat, Sabtu (14/3).

Sekaligus, bagi peserta pelaksanaan Ujian Nasional di sekolah juga diminta untuk ditunda sementara. Anies menyebut peserta Ujian Nasional mencapai 124 ribu siswa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Virus Corona Menjalar, Anies Mulai Senin Tutup Semua Sekolah di Jakarta

Virus Corona Menjalar, Anies Mulai Senin Tutup Semua Sekolah di Jakarta

News | Sabtu, 14 Maret 2020 | 14:35 WIB

Potensi Tertular Corona, Anies: Anak Sekolah Jangan Keluyuran

Potensi Tertular Corona, Anies: Anak Sekolah Jangan Keluyuran

News | Sabtu, 14 Maret 2020 | 14:20 WIB

Warga Berterima Kasih ke Anies, Ernest: Titik Nadir Kepercayaan pada Jokowi

Warga Berterima Kasih ke Anies, Ernest: Titik Nadir Kepercayaan pada Jokowi

News | Sabtu, 14 Maret 2020 | 14:34 WIB

Pemprov DKI Tidak Akan Potong Gaji Pegawai yang Diisolasi Karena Corona

Pemprov DKI Tidak Akan Potong Gaji Pegawai yang Diisolasi Karena Corona

News | Sabtu, 14 Maret 2020 | 11:08 WIB

Terkini

50 Santriwati Dicabuli, Komnas HAM Desak Polisi Jerat Kiai di Pati Pakai UU TPKS

50 Santriwati Dicabuli, Komnas HAM Desak Polisi Jerat Kiai di Pati Pakai UU TPKS

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:34 WIB

Kader PSI Bro Ron Jadi Korban Pemukulan, Ahmad Ali: Siapapun Pelakunya Harus Bertanggung Jawab

Kader PSI Bro Ron Jadi Korban Pemukulan, Ahmad Ali: Siapapun Pelakunya Harus Bertanggung Jawab

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:26 WIB

Respons Kapolri Soal Reformasi Polri, Siap Tindak Lanjuti Rekomendasi di Depan Prabowo

Respons Kapolri Soal Reformasi Polri, Siap Tindak Lanjuti Rekomendasi di Depan Prabowo

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:24 WIB

Misteri Isi 10 Buku Reformasi Polri, Prabowo Setuju Kompolnas Diperkuat dan Jabatan Dibatasi

Misteri Isi 10 Buku Reformasi Polri, Prabowo Setuju Kompolnas Diperkuat dan Jabatan Dibatasi

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:09 WIB

Hapus Jejak Masa Lalu! Ketua Komisi XIII DPR Setuju Hak untuk Dilupakan Masuk RUU HAM

Hapus Jejak Masa Lalu! Ketua Komisi XIII DPR Setuju Hak untuk Dilupakan Masuk RUU HAM

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:04 WIB

Periksa Plt Bupati Cilacap, KPK Telusuri Pemerasan pada Periode Sebelumnya

Periksa Plt Bupati Cilacap, KPK Telusuri Pemerasan pada Periode Sebelumnya

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:59 WIB

Tak Ada Kementerian Keamanan, Polri Tetap di Bawah Presiden

Tak Ada Kementerian Keamanan, Polri Tetap di Bawah Presiden

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:55 WIB

33 Tahun Tanpa Keadilan, Kasus Marsinah Disebut Jadi Alarm Bahaya Kebangkitan Militerisme

33 Tahun Tanpa Keadilan, Kasus Marsinah Disebut Jadi Alarm Bahaya Kebangkitan Militerisme

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:48 WIB

KPK Periksa Eks Staf Ahli Menhub Terkait Dugaan Suap Proyek Jalur Kereta

KPK Periksa Eks Staf Ahli Menhub Terkait Dugaan Suap Proyek Jalur Kereta

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:42 WIB

Partai Buruh Kritik Sistem Pemilu Berbiaya Tinggi: Hanya Pemilik Modal dan Massa Besar yang Bertahan

Partai Buruh Kritik Sistem Pemilu Berbiaya Tinggi: Hanya Pemilik Modal dan Massa Besar yang Bertahan

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:14 WIB