Pelajar Masih Keluyuran, Disdik DKI: Namanya Anak Ada Jenuhnya

Kamis, 19 Maret 2020 | 14:30 WIB
Pelajar Masih Keluyuran, Disdik DKI: Namanya Anak Ada Jenuhnya
Ilustrasi - Suasana kota Jakarta. (ANTARA/Laily Rahmawaty)

Suara.com - Meski belajar mengajar di sekolah-sekolah Jakarta sudah disetop sementara guna mengantisipasi penyebaran virus corona Covid-19, ada saja pelajar yang masih keluyuran di jalanan.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan, fenomena itu masih wajar. Karena sebagai anak, pelajar tentu merasa bosan kalau  terus-terusan di rumah.

"Namanya anak, ada jenuhnya. Orang belajar di kelas saja kadang-kadang saja pengin keluar.  Kan kita pernah sekolah juga," kata Nahdiana saat dihubungi, Rabu (19/3/2020).

Selain itu, kondisi di rumah masing-masing pelajar disebutnya juga berbeda-beda. Para siswa kerap mencari suasana atau lingkungan yang menurutnya paling nyaman.

"Atau dia lebih senang dalam rangka aktualisasi dan lain-lain, dan kondisi di rumah berbeda-beda," jelasnya.

Karena itu, ia menyebut pihaknya sudah mengantisipasi tindakan para siswa keluyuran ini dalam surat edaran (SE) Disdik. Para orang tua diminta melakukan pengawasan yang ketat kepada anaknya.

Selain itu, wali kelas juga telah diminta terus menjalin komunikasi intensif dengan para orang tua terkait kondisi anaknya. Pasalnya, dalam situasi penularan corona yang semakin marak ini, kegiatan di luar rumah harus dikurangi.

"Maka, salah satu diktum dari SE kami pada orangtua adalah untuk melakukan pengawasan yang lebih intensif kepada anak-anaknya.”

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta telah resmi meliburkan semua sekolah demi mengantisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19.

Baca Juga: Wabah Virus Corona, Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup

Meski demikian, kesempatan ini justru dipergunakan para siswa untuk bermain di warung internet alias warnet hingga malam.

Hal ini diungkap oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja DKI Arifin. Sejak sekolah diliburkan, ia menyebut jajarannya kerap menemukan pelajar masih berkeliaran di pusat keramaian.

Padahal, tujuan diliburkan adalah agar mengurangi kontak fisik yang merupakan cara termudah penularan virus.

"Kami setiap hari melakukan pemantauan (pelajar) di tempat-tempat keramaian, seperti kafe, warung, warnet, dan RTH," ujar Arifin saat dihubungi, Rabu (18/3/2020).

Arifin mengklaim sudah menginstruksikan jajarannya untuk menegur para pelajar itu. Mereka yang kedapatan sedang keluyuran diminta segera kembali ke rumahnya masing-masing.

"Jika kedapatan anak-anak sekolah, maka diedukasi dan diarahkan untuk kembali ke rumah masing-masing, melakukan  aktivitas belajar di rumah.”

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI