alexametrics

Ingat! Virus Corona Bisa Muncul Lagi Meski Telah Dinyatakan Sembuh

Bangun Santoso
Ingat! Virus Corona Bisa Muncul Lagi Meski Telah Dinyatakan Sembuh
Ilustrasi seorang pasien virus corona atau Covid-19 tengah dirawat di salah satu rumah sakit di Australia. (ANTARA/REUTERS/Andrew Kelly/tm)

Pria di Jepang berusia 70 tahun telah membuktikannya, setelah dirawat dan dinyatakan sembuh, pria tersebut kembali positif corona

Suara.com - Seorang pria Jepang berumur 70 tahun terjangkit virus corona baru atau Covid-19 pada tanggal 14 Februari, ia kemudian ditransfer ke rumah sakit di Tokyo dan dirawat di sana hingga sembuh.

Ia kembali ke kehidupan wajar bahkan naik angkutan umum. Namun beberapa hari kemudian ia sakit lagi, demam.

Kembali ke rumah sakit ia diperiksa dan dites dengan hasil mengejutkan, virus yang sempat ada di tubuhnya muncul kembali.

Kasus ini - dilaporkan oleh media publik Jepang, NHK - membuat waspada para ahli, peneliti dan ilmuwan karena hingga kini banyak yang beranggapan bahwa seseorang tak bisa terinfeksi Covid-19 dua kali (setidaknya dalam waktu berdekatan).

Baca Juga: PM Boris Khawatir Inggris Bakal Kewalahan Lawan Corona Seperti Italia

Beberapa negara seperti Inggris bahkan sempat mendasarkan strategi penanganan mereka untuk mengalahkan pandemi dengan pendekatan "herd immunity".

Dengan pendekatan ini diharapkan sebagian besar populasi akan mengembangkan kekebalan alami sesudah terpapar virus tersebut.

Namun dengan adanya kasus pria Jepang tersebut, rencana seperti ini jadi sangat diragukan.

Maka itu kini komunitas ilmuwan kini fokus pada memecahkan permasalahan: seberapa benar bahwa tubuh mengembangkan kekebalan alami sesudah sembuh dari penyakit tersebut?

Infeksi Ulang atau Bangkitnya Kembali Virus?

Baca Juga: AS Izinkan Penggunaan Alat Deteksi 45 Menit Virus Corona

Seorang pekerja menyemprotkan cairan disinfektan di jalanan kawasan Piazza del Duomo, Kota Folorence, Italia. (Foto: AFP)
Seorang pekerja menyemprotkan cairan disinfektan di jalanan kawasan Piazza del Duomo, Kota Folorence, Italia. (Foto: AFP)

Sementara kasus Covid-19 meningkat setiap harinya, ratusan peneliti berpacu mempelajari dampak virus ini pada manusia.