Kompak Tolak Rapid Test DPR, Demokrat-PAN: Dahulukan Rakyat!

Agung Sandy Lesmana, Novian Ardiansyah

Selasa, 24 Maret 2020 | 16:11 WIB
Kompak Tolak Rapid Test DPR, Demokrat-PAN: Dahulukan Rakyat!
Ilustrasi DPR. [suara.com/Bagus Santosa]

Suara.com - Fraksi Partai Demokrat menyatakan penolakannya terhadap rencana DPR untuk melakukan pemeriksaan berupa rapid test virus corona Covid-19 terhadap anggota legislatif beserta keluarga.

Menurut Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR Edhie Baskoro Yudhoyoni, seharusnya DPR memiliki empati dengan mendahukukan rapid test tersebut kepada masyarakat ketimbang Dewan dan keluarganya.

"Dahulukan rakyat, karena mereka yang benar membutuhkan,” kata Edhie melalui keterangan tertulis, Selasa (24/3/2020).

Penolakan juga datang dari Fraksi Partai Amanat Nasional. Anggota Fraksi PAN Zainuddin Maliki menilai penanganan Covid-19, termasuk rapid test dapat diprioritaskan lebih dahulu ke masyarakat.

"Saya agak terkejut mendengar usulan itu. Tiba-tiba kok malah anggota DPR dan keluarganya yang diutamakan. Padahal, jelas kasat mata, banyak tenaga medis dan masyarakat yang terpapar. Merekalah yang lebih penting untuk didahulukan," kata Maliki.

Maliki menyarankan anggota legislatif sebaiknya melakukan pemeriksaan terkait corona secara mandiri, bukan justru secara kolektif. Ia berharap rencana rapid test kepada Dewan beserta keluarga dapat dibatalkan.

"Kalau mau mengadakan tes silakan laksanakan secara sendiri-sendiri. Itu adalah hak. Tidak ada yang bisa melarang. Tetapi kalau dilaksanakan kolektif itu tidak baik. DPR dinilai hanya mau menyelamatkan diri sendiri dan keluarganya," kata Maliki.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad merespon penolakan dari masyarakat ihwal rencana anggota DPR beserta keluarga bakal melakukan rapid test virus corona Covid-19.

Dasco menjelaskan, usulan pemeriksaan tersebut merupakan langkah pencegahan seiring dengan DPR yang bakal memasuki masa sidang setelah masa reses yang berakhir pada akhir pekan ini.

baca juga

"Bermula dari kegelisahan beberapa anggota DPR karena sebentar lagi DPR RI akan memasuki masa sidang. Sehingga dikhawatirkan pada saat masa sidang apabila tidak ada antisipasi anggota yang baru selesai reses dari dapil-dapil ini kemudian menyebarkan virus ke dalam Kompleks Parlemen," kata Dasco saat dihubungi, Selasa (24/3/2020).

Namun, kata Dasco, dalam pemeriksaan rapid test tersebut, DPR sama sekali tingak menggunakan APBN. Melainkan, pemeriksaan merupakan inisiatif anggota yang kemudian melakukan patungan untuk membeli alat rapid test.

Adapun pembelian alat rapid test berdasarkan batas minimal, yakni sebanyak 30 ribu alat. Sementara untuk jumlah anggota legislatif di Parlemen yang akan diperiksa 575 orang. Dengan perhitungan jumlah keluarga anggota, diperkirakan alat rapid test yang digunkana sekitar 2.000 lebih.

Dasco mengatakan kelebihan dari alat rapid test, nantinya juga bakal diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan, baik melalui pemerintah maupun rumah sakit.

"Pembelian alat ini juga ada batas minimalnya sehingga anggita DPR sudah sepakat bahwa kelebihan daripada alat ini akan dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Saya sudah pernah sampaikan di Harian Tempo pada waktu itu bahwa ada beberapa pemda yang sangat membutuhkan kita akan kirim," ujar Dasco.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Emak-emak Bikin Gosip Tetangganya Positif Corona, Dilaporkan ke Polisi

Emak-emak Bikin Gosip Tetangganya Positif Corona, Dilaporkan ke Polisi

Jabar | Selasa, 24 Maret 2020 | 16:09 WIB

Biang Keladi Penyebaran Virus Corona di Bergamo Ternyata Liga Champions

Biang Keladi Penyebaran Virus Corona di Bergamo Ternyata Liga Champions

Bola | Selasa, 24 Maret 2020 | 16:09 WIB

Masih 30 Orang, Jubir COVID-19: Tak Ada Penambahan Pasien Corona Sembuh

Masih 30 Orang, Jubir COVID-19: Tak Ada Penambahan Pasien Corona Sembuh

News | Selasa, 24 Maret 2020 | 16:07 WIB

BI Jamin Uang Kertas yang Beredar Bersih dari Virus Corona

BI Jamin Uang Kertas yang Beredar Bersih dari Virus Corona

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2020 | 16:04 WIB

Pemasangan Alat Disinfection Chamber di Kawasan Blok M

Pemasangan Alat Disinfection Chamber di Kawasan Blok M

Foto | Selasa, 24 Maret 2020 | 15:58 WIB

Viral Kericuhan di Mega Hypermal Bekasi karena Geger Corona

Viral Kericuhan di Mega Hypermal Bekasi karena Geger Corona

Jabar | Selasa, 24 Maret 2020 | 15:58 WIB

UN Dibatalkan karena Corona, Sekolah Boleh Gelar Ujian Tanpa Tatap Muka

UN Dibatalkan karena Corona, Sekolah Boleh Gelar Ujian Tanpa Tatap Muka

News | Selasa, 24 Maret 2020 | 15:57 WIB

Bertambah 7, Pasien Meninggal Positif Corona RI Tembus 55 Orang

Bertambah 7, Pasien Meninggal Positif Corona RI Tembus 55 Orang

News | Selasa, 24 Maret 2020 | 15:53 WIB

STOP PRESS! Pasien Positif Corona RI Melonjak 107 Per Hari, Jadi 686 Orang

STOP PRESS! Pasien Positif Corona RI Melonjak 107 Per Hari, Jadi 686 Orang

News | Selasa, 24 Maret 2020 | 15:52 WIB

Arsenal Pastikan Semua Karyawannya Tetap Dapat Gaji

Arsenal Pastikan Semua Karyawannya Tetap Dapat Gaji

Bola | Selasa, 24 Maret 2020 | 16:02 WIB

Terkini

Mediasi Sengketa Lahan 14 Hektare di Gunung Sindur Belum Menemukan Titik Terang, Ini Penyebabnya

Mediasi Sengketa Lahan 14 Hektare di Gunung Sindur Belum Menemukan Titik Terang, Ini Penyebabnya

News | Rabu, 04 November 2026 | 18:40 WIB

Solusi Disrupsi AI, UGM dan Uni Eropa Dorong Kolaborasi di EHEF 2026

Solusi Disrupsi AI, UGM dan Uni Eropa Dorong Kolaborasi di EHEF 2026

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 18:40 WIB

Koleksi Mobil Ariyo Windutomo, Plt KSP Usai Listyo Sigit Dipecat

Koleksi Mobil Ariyo Windutomo, Plt KSP Usai Listyo Sigit Dipecat

Otomotif | Rabu, 04 November 2026 | 18:39 WIB

Kisah Koperasi Rimba Lestari: Terangi Dusun dengan Mikrohidro, Hidupi Warga Lewat Kopi

Kisah Koperasi Rimba Lestari: Terangi Dusun dengan Mikrohidro, Hidupi Warga Lewat Kopi

News | Rabu, 04 November 2026 | 18:37 WIB

Shampoo Bayam Mustika Ratu Apakah Non SLS? Cek Kandungan dan Manfaatnya

Shampoo Bayam Mustika Ratu Apakah Non SLS? Cek Kandungan dan Manfaatnya

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 18:37 WIB

KPK Tak Berhenti, Jaringan Bisnis Djarum Bakal Diusut Termasuk BCA?

KPK Tak Berhenti, Jaringan Bisnis Djarum Bakal Diusut Termasuk BCA?

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 18:35 WIB

Review Novel Resign, Ketika Angkat Kaki dari Kantor Jadi Bahan Taruhan

Review Novel Resign, Ketika Angkat Kaki dari Kantor Jadi Bahan Taruhan

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 18:30 WIB

Makin Panas Pemakzulan Gibran, Pendukung Bilang Gusti Allah Mboten Sare Netizen Balas Menohok

Makin Panas Pemakzulan Gibran, Pendukung Bilang Gusti Allah Mboten Sare Netizen Balas Menohok

News | Rabu, 04 November 2026 | 18:29 WIB

Obat Diabetes Golongan SGLT2 Inhibitor Bisa Turunkan Berat Badan, Begini Cara Kerjanya

Obat Diabetes Golongan SGLT2 Inhibitor Bisa Turunkan Berat Badan, Begini Cara Kerjanya

Health | Rabu, 04 November 2026 | 18:26 WIB

10 Fakta Kasus Penyadapan Presiden Prabowo oleh Listyo Sigit Cs

10 Fakta Kasus Penyadapan Presiden Prabowo oleh Listyo Sigit Cs

News | Rabu, 04 November 2026 | 18:25 WIB

×