Efek Kejut saat Corona, Ade Armando Tuduh Anies Jahat Tak Punya Rasa Empati

Reza Gunadha, Husna Rahmayunita

Rabu, 25 Maret 2020 | 15:40 WIB
Efek Kejut saat Corona, Ade Armando Tuduh Anies Jahat Tak Punya Rasa Empati
Bantuan 40 ribu disposable protective coverall atau setelan baju dan celana pelindung untuk tenaga medis, diterima Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Senin (23/3/2020) pagi. [dokumentasi Pemprov DKI Jakarta]

Suara.com - Dosen Universitas Indonesia, Ade Armando menyebut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sengaja membuat warga menderita di tengah pandemi virus corona Covid-19.

Ia berkaca pada kejadian beberapa waktu lalu, ketika para penumpang TransJakarta dan transportasi lainnya panjang mengantre.

Ade menyoroti klaim Anies yang mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sengaja membatasi armada dan jam operasional sejumlah transportasi umum untuk memberikan efek kejut kepada warga.

Namun menurut Ade, kebijakan tersebut justru mencerminkan perilaku jahat. Pernyataan tersebut disampaikan Ade lewat video unggahan kanal YouTub Cokro TV.

"Ia ingin masyarakat terkejut dan menyadari bahwa kondisi itulah adalah keadaan mereka ketika menghadapi virus corona.Ini sepenuhnya jahat. Anies dengan sengaja membuat orang terjebak dalam penderitaan selama berjam-jam pada hari itu," kata Ade.

Sebab menurut Ade, dengan membiarkan antrean penumpang mengular sampai jalan raya, malah memicu penularan virus corona sehingga pemberian efek kejut hanya menambah penderitaan.

Ia lantas menyebut, "Anies memang tidak punya rasa empati sedikit pun".

Ade mengatakan, mestinya Anies berkoordinasi dengan semua perusahan untuk sementara waktu menghentikan usaha bukannya membatasi akses transportasi.

Pasalnya, tidak semua orang bisa bekerja di rumah. Ada yang memang harus bekerja di luar rumah untuk menyambung hidup.

baca juga

"Kalau Anies mau mewajibkan kantor tutup, jangan hukum karyawannya. Anies harus bicara kepada semua pemilik perusahaan untuk menghentikan usaha mereka," kata Ade.

Tapi bila Anies tidak memiliki kuasa akan hal itu, maka perlu menerapkan strategi lain yang lebih efektif. Kebijakan mengenai pembatasan transportasi umum pada 16 Maret lalu, dinilai belum disosialisasikan dengan baik sebelumnya.

"Pemprov memang sudah mengumumkan soal pengurangan armada tapi tanpa mengingatkan publik apa yang akan terjadi pada 16 Maret lalu. Anies seperti berharap begitu saja dengan pengumuman itu," imbuh Ade.

Ade kemudian membandingkan kebijakan itu dengan penghapusan sistem ganjil-genap selama DKI Jakarta dilanda corona yang justru memudahkan kaum elite.

Ia pun kembali memberikan sindiran pedas kepada orang nomor satu di DKI Jakarta.

"Kesannya Anies hanya menghukum mereka yang tidak bermobil dan sebaliknya memberi kemudahan bagi orang bermobil. Jadi kesimpulannya, Anies memang tidak peduli dengan kaum menengah ke bawah," kata Ade, memungkasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terpapar Covid-19, Petinju yang Buat Fury Dapat 47 Jahitan Tolak Tes Corona

Terpapar Covid-19, Petinju yang Buat Fury Dapat 47 Jahitan Tolak Tes Corona

Sport | Rabu, 25 Maret 2020 | 15:20 WIB

Wafat Sepulang dari Prancis, Warga Solo Dimakamkan seperti Pasien Corona

Wafat Sepulang dari Prancis, Warga Solo Dimakamkan seperti Pasien Corona

Jawa Tengah | Rabu, 25 Maret 2020 | 15:19 WIB

Dampak Wabah Corona, PAN Tunda Pelantikan Kepengurusan Periode 2020-2024

Dampak Wabah Corona, PAN Tunda Pelantikan Kepengurusan Periode 2020-2024

News | Rabu, 25 Maret 2020 | 15:17 WIB

Cegah Covid-19, Seberapa Efektif Cuci Tangan Pakai Sabun Mandi Cair?

Cegah Covid-19, Seberapa Efektif Cuci Tangan Pakai Sabun Mandi Cair?

Health | Rabu, 25 Maret 2020 | 15:20 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×