alexametrics

Bisa Tampung 3 Ribu Pasien, Wisma Atlet Beri Layanan Visit Video Call

Agung Sandy Lesmana | Yosea Arga Pramudita
Bisa Tampung 3 Ribu Pasien, Wisma Atlet Beri Layanan Visit Video Call
Sejumlah petugas menyiapkan peralatan medis yang akan digunakan untuk Rumah Sakit Darurat penanganan COVID-19 di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Minggu (22/3). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

"...Karena rumah sakit ini menerapkan dengan sistem pelayanan self handling dengan sistem visit video call," jelas Eko.

Suara.com - Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat kekinian telah dijadikan rumah sakit darurat penanganan virus corona Covid-19. Akan ada dua tower yang dijadikan rumah sakit darurat, yakni tower 6 dan 7.

Panglima Komando Daerah Militer Jayakarta Mayjen Eko Margiyono mengatakan, dua tower tersebut mampu menampung sebanyak 3 ribu pasien. Rinciannya, tower 7 memunyai kapasitas 1.700 orang dan tower 6 berkapasitas 1.300 orang.

"Kapasitas yang tersedia saat ini, dari 2 tower yang disiapkan menjadi RS. Tower 7 itu mampu menampung 1.700 orang. Sedangkan tower 6, 1.300, sehingga total 3 ribu pasien mampu ditampung di rumah sakit ini," kata Eko dalam keterangan resmi di akun Youtube BNPB, Kamis (26/3/2020).

Eko menerangkan, pihaknya pun telah menyiagakan tower 4 dan tower 5 jika seandainya skenario bertambah buruk. Misalnya, jumlah pasien positif kembali bertambah.

Baca Juga: TNI dan Polri Imbau Warga Tidak Mendekat ke RSD Corona Wisma Atlet

"Kalau skenario bertambah buruk, maka kami bisa gunakan tower 4 dan tower 5," kata dia.

Eko menambahkan, rumah sakit darurat ini berbeda dengan rumah sakit yang menjadi rujukan penanganan Covid-19 lainnya. Sebab, rumah sakit darurat di Wisma Atlet ini menerapkan pelayanan self handling dengan sistem visit video call.

"Kami juga ingin menyampaikan ke masyarakat Rumah sakit ini berbeda dengan rumah sakit lain. Karena rumah sakit ini menerapkan dengan sistem pelayanan self handling dengan sistem visit video call," jelas Eko.

Selain itu, sistem self karantina dan limitasi kontak dengan petugas kesehatan turut diterapkan. Jika nantinya seorang pasien kondisinya makin memburuk, maka akan dirujuk menuju rumah sakit lainnya.

"Kedua, self karantina, ketiga limitasi kontak dengan petugas. Keempat apabila makin memberat akan dirujuk ke rumah sakit rujukan. Sudah ada pasien yang datang, kemudian setelah diperiksa karena berat, kami rujuk," kata dia. 

Baca Juga: Wisma Atlet Rawat 144 Pasien: 9 Positif Corona, 41 ODP, 94 PDP

Diketahui, angka kasus positif virus corona Covid-19 yang terjadi di Indonesia terus melonjak. Hingga hari Rabu (25/3/2020), total ada 790 orang yang dinyatakan positif Covid-19.

Komentar