Darah Penyintas Virus Corona Jadi Obat Pasien yang Masih Sakit, Bisakah?

Reza Gunadha, Rifan Aditya

Kamis, 26 Maret 2020 | 15:59 WIB
Darah Penyintas Virus Corona Jadi Obat Pasien yang Masih Sakit, Bisakah?
Novel Coronavirus (nCoV) alias virus corona yang sedang mewabah di China. (Shutterstock)

Suara.com - Para dokter di Cina mencoba pengobatan Covid-19 menggunakan metode yang dalam buku-buku sejarah disebut "convalescent plasma" atau plasma darah yang disumbangkan dari para penyintas virus baru.

Dilansir Associated Press, Rabu (25/3/2020), pengobatan menggunakan plasma darah ini telah digunakan untuk melawan wabah flu dan campak sebelum vaksinnya ditemukan. Metode ini pernah dilakukan saat wabah SARS dan Ebola.

Saat para dokter di China telah melakukannya, Amerika Serikat masih menunggu izin Food and Drug Administration (FDA) untuk mencoba hal yang sama.

Metode pengobatan ini memungkinkan terciptanya perlindungan sementara bagi orang yang sakit. Seperti vaksin untuk orang yang berisiko tinggi terhadap infeksi.

Namun belum ada jaminan pengobatan ini akan berhasil sepenuhnya.

Dr. Arturo Casadevall dari Universitas Johns Hopkins mengatakan kepada Associated Press, "Kami tidak akan tahu sampai kami melakukannya, tetapi bukti sejarahnya menggembirakan".

Berdasarkan keberhasilan sejarah pengobatan "convalescent plasma" itulah, Casadevall mengajukan izin ke FDA.

Seorang juru bicara FDA menanggapi, "(FDA) bekerja dengan cepat untuk memfasilitasi pengembangan dan ketersediaan plasma convalescent ini".

Seputar plasma convalescent

baca juga
Plasma darah hasil donor. (Shutterstock)
Plasma darah hasil donor. (Shutterstock)

Dr. Jeffrey Henderson dari Fakultas Kedokteran Washington University, St Louis, Missouri, Amerika Serikat mengungkapkan beberapa alasan ilmiah untuk mencoba menggunakan darah pasien yang sembuh dari virus.

Ia bersama Dr Arturo Casadevall menyusun aplikasi itu untuk diajukan ke FDA.

Menurutnya, ketika seseorang terinfeksi oleh kuman tertentu, tubuh mulai membuat protein yang dirancang khusus yang disebut antibodi untuk melawan infeksi.

Setelah orang tersebut pulih, antibodi-antibodi itu mengapung dalam darah para penyintas -khususnya plasma, bagian cair dari darah- selama berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun.

Salah satu studi yang direncanakan para dokter ini akan menguji apakah memberikan infus plasma darah yang kaya antibodi dari penyintas kepada pasien Covid-19 akan meningkatkan upaya tubuh mereka sendiri untuk melawan virus.

Untuk melihat tingkat keberhasilannya, para peneliti akan mengukur apakah pengobatan tersebut memberi pasien kesempatan yang lebih baik untuk hidup atau melemahkan sistem pernapasan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penggali Kubur Takut, Wabup Sidoarjo Turun tangan Gali Makam Pasien Corona

Penggali Kubur Takut, Wabup Sidoarjo Turun tangan Gali Makam Pasien Corona

Jatim | Kamis, 26 Maret 2020 | 15:20 WIB

Gadis 21 Tahun Asal Inggris Meninggal Akibat Covid-19 Tanpa Penyakit Bawaan

Gadis 21 Tahun Asal Inggris Meninggal Akibat Covid-19 Tanpa Penyakit Bawaan

News | Kamis, 26 Maret 2020 | 14:36 WIB

Babak Baru Perseteruan China vs AS: soal Penyebab dan Pasien 0 Covid-19

Babak Baru Perseteruan China vs AS: soal Penyebab dan Pasien 0 Covid-19

News | Kamis, 26 Maret 2020 | 15:16 WIB

Dampak COVID-19, Polusi Udara Menurun Drastis

Dampak COVID-19, Polusi Udara Menurun Drastis

Otomotif | Kamis, 26 Maret 2020 | 13:05 WIB

Klub Malam Tutup, Para Stripper Siap Antar Makanan Sambil Telanjang Dada

Klub Malam Tutup, Para Stripper Siap Antar Makanan Sambil Telanjang Dada

News | Kamis, 26 Maret 2020 | 12:49 WIB

Tentara AS Dicurigai Jadi Manusia Pertama Positif Corona dan 4 Berita Lain

Tentara AS Dicurigai Jadi Manusia Pertama Positif Corona dan 4 Berita Lain

News | Kamis, 26 Maret 2020 | 12:52 WIB

Terkini

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

Manga Komedi-Romantis Hiragi-san's House of Vampires Dapat Adaptasi Anime

Manga Komedi-Romantis Hiragi-san's House of Vampires Dapat Adaptasi Anime

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:40 WIB

BEI Siap Periksa Acak Free Float Emiten, Direksi Terancam Sanksi Tegas!

BEI Siap Periksa Acak Free Float Emiten, Direksi Terancam Sanksi Tegas!

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:15 WIB

Love's Ambition: Akting Sedih Zhao Lu Si yang Patahkan Genre Romansa CEO

Love's Ambition: Akting Sedih Zhao Lu Si yang Patahkan Genre Romansa CEO

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:14 WIB

Pakar Geopolitik: Konser Andrea Bocelli di Borobudur Harus Jadi Pesan Perdamaian Dunia

Pakar Geopolitik: Konser Andrea Bocelli di Borobudur Harus Jadi Pesan Perdamaian Dunia

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:04 WIB

Kronologi WNI Eks Sopir Taksi Jadi Tentara Bayaran Rusia, Baru 10 Hari Latihan Tewas di Ukraina

Kronologi WNI Eks Sopir Taksi Jadi Tentara Bayaran Rusia, Baru 10 Hari Latihan Tewas di Ukraina

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Kunci Sukses Indonesia di Mata Presiden Prabowo: Pendidikan dan Pemimpin Berhati Bersih

Kunci Sukses Indonesia di Mata Presiden Prabowo: Pendidikan dan Pemimpin Berhati Bersih

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:00 WIB

DPW PPP Sebut Pemberhentian Agus-Yasin Tak Sah: Bakal Ditolak Menkum

DPW PPP Sebut Pemberhentian Agus-Yasin Tak Sah: Bakal Ditolak Menkum

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:58 WIB

3 Shio Ini Diramal Paling Beruntung di Bulan November 2026

3 Shio Ini Diramal Paling Beruntung di Bulan November 2026

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:55 WIB

Gudang Siluman hingga Masuk Gang Sempit: Siasat Licik Penjual Miras di Surabaya Dibongkar Satpol PP

Gudang Siluman hingga Masuk Gang Sempit: Siasat Licik Penjual Miras di Surabaya Dibongkar Satpol PP

Jatim | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:54 WIB

×