Pasien Bohong Hasil Tes Negatif, 10 Tenaga Medis Terancam Corona

Rendy Adrikni Sadikin | Suara.com

Selasa, 31 Maret 2020 | 20:13 WIB
Pasien Bohong Hasil Tes Negatif, 10 Tenaga Medis Terancam Corona
Ilustrasi rapid test virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Seorang pasien corona atau Covid-19 di Sarawak, Malaysia, dituding berbohong saat diperiksa. Buntutnya, 10 tenaga medis terancam kena infeksi.

Pernyataan itu disampaikan menteri dalam negeri dan rumah tangga negara bagian Sarawak di jejaring sosial Facebook seperti dikutip Suara.com dari laman World of Buzz, Selasa (31/3/2020).

Dalam unggahannya, menteri Sarawak memanggil warga-warganya yang masih juga berbohong kepada tenaga medis terkait kondisi kesehatan mereka.

"Sangat sedih menerima pesan dari kolega tenaga medis yang berada di garda depan untuk melayani Anda. Tapi gara-gara beberapa orang tak bertanggung jawab, mereka terancam infeksi Covid-19. Jika mereka terinfeksi, siapa yang nanti merawat Anda? #DontRiskLife," ujar menteri Sarawak dalam unggahan tersebut.

Di unggahan Facebook miliknya, menteri Sarawak membagikan hasil bidik layar dari percakapan di aplikasi pesan singkat WhatsApp dengan salah seorang tenaga medis.

Dalam percakapan itu, si tenaga medis menghadapi seorang pasien yang berbohong tentang tes negatif Covid-19. Buntutnya, 10 rekan sesama petugas medis mesti menjalani tes swab.

Percakapan menteri Sarawak dan Tenaga Medis.[Facebook]
Percakapan menteri Sarawak dan Tenaga Medis.[Facebook]

Bukan cuma itu, gara-gara pasien bandel tersebut, hingga kekinian belum diketahui kapan para tenaga medis tersebut bisa kembali bekerja hingga dinyatakan bebas dari infeksi virus corona.

Petugas medis menyebut pasien tersebut sebagai 'super spreader' atau orang yang dinilai mampu menularkan virus secara cepat dan masif.

Sepuluh mungkin bukan jumlah yang besar, namun ini menjadi kerugian sangat signifikan ketika rumah sakit menghadapi kekurangan tenaga medis di tengah meningkatnya jumlah kasus Covid-19.

Menurut Sin Chew Daily, tangkapan layar terpisah mengungkapkan bahwa orang-orang yang terbang dari negara-negara yang berisiko tinggi secara langsung tidak mematuhi perintah karantina untuk tinggal di rumah.

Sebab, warga ini khusus ditandai pelacak GPS agar pergerakannya terpantau. Satu orang itu keluar ke tempat umum dan dilaporkan mencoba berbaur meski sudah diperintahkan untuk tak keluar.

"Jangan berbohong kepada dokter! Para dokter dan perawat ada di sini untuk membantu Anda. Jika tidak ada lagi, tidak ada yang bisa membantu Anda,” desak menteri.

Dia menambahkan, infeksi memang bukan kesalahan siapa-siapa, karena itu publik diminta jujur dan bekerja sama untuk menghentikan kasus-kasus ini agar tidak meningkat secepat sekarang.

“Majulah, katakan yang sebenarnya kepada dokter dan perawat,” saran Dr. Sim kepada orang yang terinfeksi yang belum mencari pengobatan.

"Bersama dengan pemerintah, kami akan mencoba membantu Anda menulari keluarga dan teman-teman Anda!"

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cegah Corona, Anies Buat Sistem Belanja Online di Pasar

Cegah Corona, Anies Buat Sistem Belanja Online di Pasar

News | Selasa, 31 Maret 2020 | 20:05 WIB

Usai 'Ditolak' RS Rujukan, Wartawan dengan Gejala COVID-19 Meninggal

Usai 'Ditolak' RS Rujukan, Wartawan dengan Gejala COVID-19 Meninggal

News | Selasa, 31 Maret 2020 | 20:01 WIB

Terharu, Cerita Nenek-nenek Sembuh dari Virus Corona di Surabaya

Terharu, Cerita Nenek-nenek Sembuh dari Virus Corona di Surabaya

Jatim | Selasa, 31 Maret 2020 | 19:59 WIB

5 Berita Menarik Bola: Dokter Persib Ungkap Kondisi Terkini Wander Luiz

5 Berita Menarik Bola: Dokter Persib Ungkap Kondisi Terkini Wander Luiz

Bola | Selasa, 31 Maret 2020 | 19:52 WIB

Akses Gratis di FB, Penari Perut Ini Gratis Hibur Orang-orang yang WFH

Akses Gratis di FB, Penari Perut Ini Gratis Hibur Orang-orang yang WFH

News | Selasa, 31 Maret 2020 | 19:58 WIB

Akibat Covid-19, Fiat Terpaksa Pangkas Karyawan

Akibat Covid-19, Fiat Terpaksa Pangkas Karyawan

Otomotif | Selasa, 31 Maret 2020 | 20:00 WIB

'Istri Pakai Suara Doraemon', Saran Menteri Malaysia Agar Keluarga Harmonis

'Istri Pakai Suara Doraemon', Saran Menteri Malaysia Agar Keluarga Harmonis

News | Selasa, 31 Maret 2020 | 19:30 WIB

Gaji Kecil dan Cuma Dibayar 25 Persen, Begini Jeritan Hati Pemain Persiraja

Gaji Kecil dan Cuma Dibayar 25 Persen, Begini Jeritan Hati Pemain Persiraja

Bola | Selasa, 31 Maret 2020 | 20:05 WIB

Pasangan Ini Menikah di Pengadilan Gegara Pandemi Covid-19

Pasangan Ini Menikah di Pengadilan Gegara Pandemi Covid-19

Lifestyle | Selasa, 31 Maret 2020 | 20:00 WIB

Kreatif! Pelajar di Jepang Wisuda Lewat Game Minecraft

Kreatif! Pelajar di Jepang Wisuda Lewat Game Minecraft

Video | Selasa, 31 Maret 2020 | 20:00 WIB

Terkini

Analis Politik Senior Bongkar Makna di Balik Blusukan Wapres Gibran

Analis Politik Senior Bongkar Makna di Balik Blusukan Wapres Gibran

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:33 WIB

Sukabumi Jadi Markas "Cinta Palsu" Antarnegara: 16 WNA Spesialis Love Scamming Digulung Imigrasi!

Sukabumi Jadi Markas "Cinta Palsu" Antarnegara: 16 WNA Spesialis Love Scamming Digulung Imigrasi!

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:25 WIB

Wakil Ketua Komisi VIII Abidin Fikri Buka Suara Penangkapan 3 WNI Terkait Haji Ilegal

Wakil Ketua Komisi VIII Abidin Fikri Buka Suara Penangkapan 3 WNI Terkait Haji Ilegal

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:24 WIB

Besok Perisai Geruduk DPR Bawa 15 Tuntutan May Day: Dari Upah hingga Agraria!

Besok Perisai Geruduk DPR Bawa 15 Tuntutan May Day: Dari Upah hingga Agraria!

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:00 WIB

Amnesty International Ungkap Tiga Faktor Penyebab Impunitas Militer di Indonesia

Amnesty International Ungkap Tiga Faktor Penyebab Impunitas Militer di Indonesia

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:45 WIB

Main Mata Proyek Jalur Kereta: KPK Bongkar Skenario 'Plotting' Bupati Pati Sudewo di Balai Ngrombo

Main Mata Proyek Jalur Kereta: KPK Bongkar Skenario 'Plotting' Bupati Pati Sudewo di Balai Ngrombo

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:35 WIB

Bakar Sampah hingga Truk Besar Ganggu Warga, Kevin Wu PSI Sidak Pabrik Makanan di Kedoya

Bakar Sampah hingga Truk Besar Ganggu Warga, Kevin Wu PSI Sidak Pabrik Makanan di Kedoya

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:31 WIB

Ketum Posyandu Tekankan Pentingnya Mendidik Generasi Emas 2045

Ketum Posyandu Tekankan Pentingnya Mendidik Generasi Emas 2045

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:19 WIB

Tri Tito Karnavian Tekankan Implementasi 6 SPM di Peringatan Hari Posyandu Nasional

Tri Tito Karnavian Tekankan Implementasi 6 SPM di Peringatan Hari Posyandu Nasional

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:13 WIB

Jadi Pemicu Kecelakaan Maut KRL: Sopir Taksi Green SM Baru Kerja 3 Hari dan Cuma Dilatih Sehari!

Jadi Pemicu Kecelakaan Maut KRL: Sopir Taksi Green SM Baru Kerja 3 Hari dan Cuma Dilatih Sehari!

News | Kamis, 30 April 2026 | 20:56 WIB