Ini yang Harus Diperhatikan Jika Mau Isolasi Mandiri atau Berkelompok

Dwi Bowo Raharjo, Ummi Hadyah Saleh

Senin, 06 April 2020 | 13:49 WIB
Ini yang Harus Diperhatikan Jika Mau Isolasi Mandiri atau Berkelompok
Achmad Yurianto, Juru Bicara Pemerintah Covid-19. (capture Youtube BNPB Indonesia)

Suara.com - Juru Bicara Covid-19 Achmad Yurianto menyebut isolasi mandiri untuk mencegah virus corona atau covid-19 tidak harus dilakukan secara berkelompok. Yurianto mengatakan isolasi mandiri bisa dilakukan di rumah dengan cara menjaga jarak, menggunakan masker, dan menggunakan alat makan sendiri.

"Satu orang di rumahnya bisa dengan ketentuan dia tidak kontak dekat, dia selalu menggunakan masker, dia menggunakan alat makan sendiri, dan dia tidak makan bersama di satu tempat dengan saudara lain. Jadi kepisah," ujar Yurianto dalam video konferensi pers di BNPB, Jakarta, Senin (6/4/2020).

Namun Yurianto mengapresiasi inisiatif sejumlah daeran yang tengah mempersiapkan tempat untuk isolasi berkelompok. Ia menilai tempat isolasi berkelompok harus nyaman seluruh kebutuhan manusia tersebut dipenuhi oleh pemerintah daerah.

"Manakala tidak memungkinkan sendiri-sendiri, inisiatif daerah boleh mengumpulkan mereka pada satu tempat. Prinsipnya adalah, tempatnya nyaman," kata dia.

"Artinya yakinkan bahwa mereka bisa istirahat dengan baik, kemudian bisa jaraknya dibatasi dengan orang lain, kemudian sarana dasar kebutuhan manusia terpenuhi, seperti MCK (Mandi, cuci, kakus dan sebagainya)," Yurianto menambahkan.

Direktur Jendral (Dirjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan itu kemudian menyarankan agar tempat isolasi berkelompok harus memiliki fasilitas yang baik, sehingga warga tidak mengalami stres.

Selain itu, Yurianto mengatakan tempat tersebut juga harus memiliki fasilitas olahraga.

"Dan ini secara ilmu sudah diketahui bahwa perasaan gembira, perasaan tidak tertekan, tidak stres, sangat mempengaruhi perbaikan pada status imunitas seseorang. Artinya kalau orang itu stres, ketakutan, imunitasnya akan turun. Nah, kalau imunitas turun, penyakit akan parah. Silakan sediakan tempat di mana saja, tetapi membawa rasa bahagia. Rasa tenang," katanya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terseok-seok Janda Penjual Emas Pasar Kapasan Surabaya karena Corona

Terseok-seok Janda Penjual Emas Pasar Kapasan Surabaya karena Corona

Jatim | Senin, 06 April 2020 | 13:44 WIB

PSSI Masih Godok Penyesuaian Gaji untuk Shin Tae-yong Selama Pandemi Corona

PSSI Masih Godok Penyesuaian Gaji untuk Shin Tae-yong Selama Pandemi Corona

Bola | Senin, 06 April 2020 | 13:27 WIB

Cegah Penularan Corona, Polisi Sudah Bubarkan 10.873 Kerumunan Massa

Cegah Penularan Corona, Polisi Sudah Bubarkan 10.873 Kerumunan Massa

News | Senin, 06 April 2020 | 13:19 WIB

Pemerintah Klaim 56 Persen Masyarakat Tahu Bahaya Corona dan Tidak Mudik

Pemerintah Klaim 56 Persen Masyarakat Tahu Bahaya Corona dan Tidak Mudik

News | Senin, 06 April 2020 | 13:14 WIB

1 Tewas, Pemerintah RI Rahasiakan Jumlah WNI Terjangkit Corona di New York

1 Tewas, Pemerintah RI Rahasiakan Jumlah WNI Terjangkit Corona di New York

News | Senin, 06 April 2020 | 13:07 WIB

Terkini

Sadis! Rampok Menteng Gasak Setengah Kilo Emas, Tamu Rumah Disekap Hingga Pingsan

Sadis! Rampok Menteng Gasak Setengah Kilo Emas, Tamu Rumah Disekap Hingga Pingsan

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:52 WIB

Bom Waktu BLT India saat Pengangguran Anak Muda Makin Kronis

Bom Waktu BLT India saat Pengangguran Anak Muda Makin Kronis

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:47 WIB

Jakarta Dikepung Lima Aksi Demo, Pramono Anung Ingatkan Massa Tak Merusak Fasilitas Publik

Jakarta Dikepung Lima Aksi Demo, Pramono Anung Ingatkan Massa Tak Merusak Fasilitas Publik

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:41 WIB

Nur Alam Masuk PSI Meski Berstatus Bebas Bersyarat, KPK Ingatkan Parpol Utamakan Rekam Jejak Kader

Nur Alam Masuk PSI Meski Berstatus Bebas Bersyarat, KPK Ingatkan Parpol Utamakan Rekam Jejak Kader

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:30 WIB

Kondisi Selat Hormuz Terkini Setelah AS - Iran Damai

Kondisi Selat Hormuz Terkini Setelah AS - Iran Damai

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:18 WIB

Jangan Salahkan Rakyat! Ekonom Sebut Tata Kelola Pemerintah Jadi Biang Kerok Daya Beli Lesu

Jangan Salahkan Rakyat! Ekonom Sebut Tata Kelola Pemerintah Jadi Biang Kerok Daya Beli Lesu

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:13 WIB

PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang Pemerintah: Bukan Abu-abu, Tapi Teman yang Jujur

PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang Pemerintah: Bukan Abu-abu, Tapi Teman yang Jujur

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:07 WIB

Kabel Menjuntai Renggut Nyawa Siswi SMAN 6 Jakarta, Pramono Turun Tangan

Kabel Menjuntai Renggut Nyawa Siswi SMAN 6 Jakarta, Pramono Turun Tangan

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:06 WIB

Ketua DPR Iran ke AS: Jangan Minta Hal Berlebihan, Kami Tak Ragu Menghancurkan

Ketua DPR Iran ke AS: Jangan Minta Hal Berlebihan, Kami Tak Ragu Menghancurkan

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 12:56 WIB

Giliran Kelompok Tani Geruduk Patung Kuda, Suarakan Pengaruh MBG Hingga Reforma Agraria

Giliran Kelompok Tani Geruduk Patung Kuda, Suarakan Pengaruh MBG Hingga Reforma Agraria

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 12:42 WIB