Dokter Sindir Jateng Siapkan Makam Pahlawan untuk Nakes, Ganjar Minta Maaf

Reza Gunadha | Chyntia Sami Bhayangkara | Suara.com

Senin, 13 April 2020 | 15:39 WIB
Dokter Sindir Jateng Siapkan Makam Pahlawan untuk Nakes, Ganjar Minta Maaf
Ganjar Pranowo (Instagram/ganjar_pranowo)

Suara.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyampaikan permohonan maaf kepada tim medis yang mengkritik kebijakannya menyiampkan Taman Makam Pahlawan (TMP) bagi tenaga kesehatan yang gugur akibat virus corona.

Ganjar melalui akun Twitter miliknya @ganjarpranowo menegaskan sangat menghormati para tim medis yang berada di barisan terdepan memerangi virus corona. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada dokter Berlian Idris, salah satu dokter yang mengkritiknya.

Awalnya, dokter yang disapa dokter Bili itu mengkritik rencana Ganjar menyiapkan TMP untuk tenaga medis yang gugur. Ia meminta pemerintah melindungi tenaga medis, bukan menyiapkan tempat pemakaman.

"Ini sungguh menyakitkan. Kami ingin selamat Pak Ganjar, tidak ada yang ingin dimakamkan di Taman Makam Pahlawan," tulis dokter spesialis jantung dan pembuluh darah ini seperti dikutip Suara.com, Senin (13/4/2020).

Kritik dari dokter tersebut direspon oleh Ganjar. Ganjar meminta kontak dokter Bili, namun dokter Bili khawatir ia akan diserang.

"Maaf Pak Ganjar, saya capek banget malam ini. Ingin istirahat. Lagi pula saya hanya menyampaikan apa yang saya dan banyak dokter rasakan. Mohon jangan diserang. Terima kasih, Pak," ungkap dokter Bili.

Ganjar Pranowo minta maaf soal rencana pembangunan TMP untuk nakes (Twitter/ganjarpranowo)
Ganjar Pranowo minta maaf soal rencana pembangunan TMP untuk nakes (Twitter/ganjarpranowo)

Tak lama berselang, Ganjar menyampaikan permohonan maaf atas rencananya itu. Ia juga menegaskan sama sekali tidak bermaksud menyerang dokter Bili, seperti yang dikhawatirkan oleh dokter itu.

"Maaf saya tidak menyerang anda, sama sekali, Pasti panjenengan hari ini berjuang sangat keras mengobati pasien-pasien. Saya doakan panjenengan sehat terus," ujar Ganjar.

"Saya sangat hormat pada anda dan profesi anda. Dan mohon maaf kalau anda tidak berkenan saya menyiapkan TMP itu. Salam," lanjut Ganjar.

Mendapatkan klarifikasi dari Ganjar, dokter Bili meminta agar pemerintah lebih fokus pada penyediaan Alat Pelindung Diri (APD). Bukan malah menyiapkan TMP, meskipun ide tersebut baik.

Dokter Bili juga membeberkan beberapa rekan sejawatnya mulai berjatuhan akibat terinfeksi virus corona yang berasal dari Wuhan, China itu.

"Terima kasih doanya, pak @ganjarpranowo. Ide TMP itu baik, tapi saat ini fokus utama pada nakes yang babak belur karena minimnya APD," ungkap dokter Bili.

Tak lama berselang, Ganjar memberikan balasan bahwa pihak pemerintah Jawa Tengah juga sedang gencar memproduksi APD. Pemerintah juga mendapatkan bantuan APD dari dalam dan luar negeri.

"Kami terus mencari APD dan lain-lain. Kampus-kampus dan RS siap buka lab untuk PCR. Terus berjuang, kami dukung dan doakan," balas Ganjar.

Ganjar Pranowo minta maaf soal rencana pembangunan TMP untuk nakes (Twitter/ganjarpranowo)
Ganjar Pranowo minta maaf soal rencana pembangunan TMP untuk nakes (Twitter/ganjarpranowo)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aktivitas Warga Masih Padat Saat PSBB DKI, Pangdam Jaya: Tak Ada Perubahan

Aktivitas Warga Masih Padat Saat PSBB DKI, Pangdam Jaya: Tak Ada Perubahan

News | Senin, 13 April 2020 | 15:12 WIB

Wakil Ketua MPR Minta Pemerintah Relokasikan Anggaran Penanganan Covid-19

Wakil Ketua MPR Minta Pemerintah Relokasikan Anggaran Penanganan Covid-19

News | Senin, 13 April 2020 | 15:11 WIB

Kucing Schrdinger dan Kaitannya dengan Wabah COVID-19

Kucing Schrdinger dan Kaitannya dengan Wabah COVID-19

Your Say | Senin, 13 April 2020 | 14:53 WIB

Wabah Corona, Stok Pangan RI Hanya Cukup untuk 4 Bulan ke Depan

Wabah Corona, Stok Pangan RI Hanya Cukup untuk 4 Bulan ke Depan

Bisnis | Senin, 13 April 2020 | 14:46 WIB

Luhut Bolehkan Ojol Bawa Penumpang, NasDem: Bikin Polisi dan Warga Bingung

Luhut Bolehkan Ojol Bawa Penumpang, NasDem: Bikin Polisi dan Warga Bingung

News | Senin, 13 April 2020 | 14:43 WIB

70 Persen Keluarga di Malang Korban Corona, Bakal Dapat Sembako

70 Persen Keluarga di Malang Korban Corona, Bakal Dapat Sembako

Jatim | Senin, 13 April 2020 | 14:33 WIB

Indonesia Kembali Berduka, 2 Dokter Senior Meninggal karena Virus Corona

Indonesia Kembali Berduka, 2 Dokter Senior Meninggal karena Virus Corona

News | Senin, 13 April 2020 | 14:46 WIB

Terkini

Pusat Komando Militer: Tidak Ada Kapal yang Berhasil Melewati Blokade AS ke Pelabuhan Iran

Pusat Komando Militer: Tidak Ada Kapal yang Berhasil Melewati Blokade AS ke Pelabuhan Iran

News | Rabu, 15 April 2026 | 10:52 WIB

Cengkeraman Iran di Selat Hormuz Makin Kuat saat Ada Blokade AS, Kenapa?

Cengkeraman Iran di Selat Hormuz Makin Kuat saat Ada Blokade AS, Kenapa?

News | Rabu, 15 April 2026 | 10:35 WIB

Blokade Selat Hormuz AS Paksa 6 Kapal Tanker Iran Putar Balik di Teluk Oman

Blokade Selat Hormuz AS Paksa 6 Kapal Tanker Iran Putar Balik di Teluk Oman

News | Rabu, 15 April 2026 | 10:14 WIB

Respons Arogansi AS, Iran Siapkan Metode Pertempuran Mematikan

Respons Arogansi AS, Iran Siapkan Metode Pertempuran Mematikan

News | Rabu, 15 April 2026 | 09:48 WIB

Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional

Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional

News | Rabu, 15 April 2026 | 09:42 WIB

Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja

Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja

News | Rabu, 15 April 2026 | 09:30 WIB

BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan

BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan

News | Rabu, 15 April 2026 | 09:04 WIB

Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih

Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:57 WIB

Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'

Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:44 WIB

Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja

Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:33 WIB