Operasional RSPAD Kewalahan Tangani Corona, KSAD: Kalau Tak Dibantu Kolaps

Chandra Iswinarno, Novian Ardiansyah

Rabu, 15 April 2020 | 17:18 WIB
Operasional RSPAD Kewalahan Tangani Corona, KSAD: Kalau Tak Dibantu Kolaps
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa. [Suara.com/Arya Manggala]

Suara.com - Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Andika Perkasa mengungkapkan pihaknya mengalami kendala dalam menangani pasien Covid-19 di rumah sakit milik Angkatan Darat. Bahkan, kendala ditemukan di rumah sakit rujukan di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.

Menurutnya kondisi operasional harian di RSPAD untuk penanganan Covid-19 sudah mengkhawatirkan. Padahal, secara signifikan bantuan diberikan kepada RSPAD, meski bantuan-bantuan serupa tetap didistribusikan ke 69 RS milik Angkatan Darat.

"Untuk operasional hariannya sebenarnya sudah cukup sangat mengkhawatirkan. Karena memang keterbatasan, walaupun RSPAD ini sejak awal dijadikan satu dari tujuh rumah sakit rujukan, pada awal, sebelum rumah sakit Wisma Atlet diresmikan," ujar Andika dalam rapat virtual dengan Komisi I DPR pada Rabu (15/4/2020).

Menurutnya, RSPAD memiliki beban tersendiri, lantaran menjadi tempat rujukan pasien positif Covid-19 yang membutuhkan penanganan serius dibanding rumah sakit rujukan lainnya. Bahkan, pasien dari RS Wisma Atlet juga dirujuk ke RSPAD.

"Yang saya sampaikan tadi Bu, bahwa hanya untuk operasional harian saja RSPAD sendiri itu tertatih-tatih," ujar Andika kepada Ketua Komisi I Meutya Hafid.

Andika mencontohkan, satu kendala yang saat itu dialami RSPAD yakni mengenai waktu menunggu hasil tes PCR yang saat itu hanya berpusat di Balitbangkes. Sementara, pasien yang sudah dilakukan tes harus dirawat tanpa mengetahui kepastian apakah dia positif Covid-19 atau tidak, sebelum keluar hasil PCR.

"Jadi waktu tunggunya saja kalau VIP sudah harian, apalagi yang bukan VIP itu bisa (hitungan) minggu. Sementara, mereka sudah harus masuk ruangan tanpa bisa kita tahu pasien ini positif atau enggak, dan bisa kita campur atau enggak. Jadi kebingungan itu terjadi hari ke hari," tuturnya.

Beruntung kendala tersebut kemudian dapat diringankan, usai RSPAD mendapat bantuan satu lab untuk tes PCR dari Kementerian Kesehatan. Meski belakangan diketahui alat untuk swab test juga mengalami keterbatasan.

"Jadi pada saat telekonferens kami Senin kemarin, itu hanya tinggal bertahan sampai dengan hari ini untuk test kit swab-nya. Kalau itu gak ada kan nggak bisa, percuma ada lab tapi tidak bisa melakukan swab test. Jadi kita harus merujuk lagi ke lab PCR di Balitbangkes, lama lagi," kata Andika.

baca juga

Mengenai pasokan terbatas alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis baik dokter maupun perawat menjadi kendala yang lain.

"Terus APD juga RSPAD saat ini stok cadangannya tinggal lima hari, empat hari, bayangin nih bu. Berarti kan dari hari ke hari kita berpacu dalam melodi gitu loh. Bagaimana mensuplai lagi, suplai lagi terus-menerus. Karena kalau tidak dibantu ya sudah, pasti akan kolaps, tidak bisa membantu pasien Covid," terang Andika.

Sementara itu mengenai anggaran, Andika menjelaskan bahwa anggaran untuk penanganan Covid-19 di RSPAD sudah berkisar Rp 90 miliar. Ia berujar ada angaran Rp 50 miliar bantuan dari Kementerian Pertahanan. Sedangkan ada Rp 40 miliar hasil usulan Angkatan Darat yang masuk refocusing anggaran.

"Itu baru satu, padahal kami punya 69. Jadi ini tambahan dari kami bu, betapa yang sudah jadi rujukan pun paling besar pun di Angkatan Darat. Itu kalau nggak kita kawal bisa-bisa berhenti, karena itu tadi ketersediaan part atau suplai yang kecil-kecil ini tidak terlalu tersedia," kata Andika.

"Total di RSPAD sekarang dirawat 75 orang itupun, setelah kita berjibaku untuk menyiapkan tambahan-tambahan ruangan fasilitas paling besar. Akan terus komitmen kami mengawal terus supaya RSPAD bisa terus memperbanyak pasien Covid."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi Tak Lagi Dirawat di RSPAD

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi Tak Lagi Dirawat di RSPAD

Bisnis | Rabu, 15 April 2020 | 11:54 WIB

Haru, Penghormatan Terakhir Perawat RSPAD yang Meninggal karena Corona

Haru, Penghormatan Terakhir Perawat RSPAD yang Meninggal karena Corona

News | Senin, 13 April 2020 | 19:38 WIB

2 Perawat Pasien Corona di RSPAD Gatot Subroto dan Eka Hospital Gugur

2 Perawat Pasien Corona di RSPAD Gatot Subroto dan Eka Hospital Gugur

News | Minggu, 12 April 2020 | 06:52 WIB

Momen Penghormatan Terakhir Perawat RSPAD Positif Corona Meninggal

Momen Penghormatan Terakhir Perawat RSPAD Positif Corona Meninggal

Video | Jum'at, 03 April 2020 | 16:48 WIB

Pakai Bahasa Palembang, Menhub Budi Karya Bicara dari Ruang Isolasi RSPAD

Pakai Bahasa Palembang, Menhub Budi Karya Bicara dari Ruang Isolasi RSPAD

Video | Selasa, 31 Maret 2020 | 13:33 WIB

Terkini

3 Zodiak yang Paling Rentan Kena Manipulasi saat Pacaran dengan Cancer

3 Zodiak yang Paling Rentan Kena Manipulasi saat Pacaran dengan Cancer

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 18:15 WIB

Ulasan Drama Dinner Mate: Menemukan Ruang Pulih setelah Patah Hati

Ulasan Drama Dinner Mate: Menemukan Ruang Pulih setelah Patah Hati

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 18:10 WIB

Hadir 15 Oktober, Kate Wyler Hadapi Krisis Politik di The Diplomat Season 4

Hadir 15 Oktober, Kate Wyler Hadapi Krisis Politik di The Diplomat Season 4

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 18:05 WIB

Apa Itu Vape Etomidate yang Bikin Jule Ditangkap Polisi? Kenali Bahaya dan Efeknya

Apa Itu Vape Etomidate yang Bikin Jule Ditangkap Polisi? Kenali Bahaya dan Efeknya

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 17:56 WIB

Lubang Bekas Tambang Jadi Sumber Air Warga, Dicari Skema Aman

Lubang Bekas Tambang Jadi Sumber Air Warga, Dicari Skema Aman

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 17:50 WIB

KEHATI Dorong Kebijakan Iklim Integrasikan Perlindungan Keanekaragaman Hayati

KEHATI Dorong Kebijakan Iklim Integrasikan Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Jabar | Sabtu, 19 September 2026 | 17:48 WIB

Rebutan Lahan Lap Kaca Berujung Berdarah: Pengamen Kemoceng di Lamongan Tikam Rekan Sendiri

Rebutan Lahan Lap Kaca Berujung Berdarah: Pengamen Kemoceng di Lamongan Tikam Rekan Sendiri

Jatim | Sabtu, 19 September 2026 | 17:48 WIB

Jule Ditangkap Polisi karena Kasus Apa? Begini Kronologi Penangkapannya

Jule Ditangkap Polisi karena Kasus Apa? Begini Kronologi Penangkapannya

Entertainment | Sabtu, 19 September 2026 | 17:40 WIB

Di Balik Kecanggihan AI: Ada Tagihan Listrik dan Air Bumi yang Membengkak

Di Balik Kecanggihan AI: Ada Tagihan Listrik dan Air Bumi yang Membengkak

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 17:40 WIB

Rakyat Harus Beradab, Mengapa Penguasa Bebas Berkata Kasar di Ruang Publik?

Rakyat Harus Beradab, Mengapa Penguasa Bebas Berkata Kasar di Ruang Publik?

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 17:40 WIB

×