PSK Tetap Melayani Pelanggan saat Corona, 'Saya Takut Menulari Anak-Anak'

Dany Garjito, Chyntia Sami Bhayangkara

Selasa, 21 April 2020 | 13:06 WIB
PSK Tetap Melayani Pelanggan saat Corona, 'Saya Takut Menulari Anak-Anak'
Ilustrasi PSK

Suara.com - Para Pekerja Seks Komersial (PSK) di Hong Kong dihadapkan dengan pilihan yang sulit ditengah pandemi virus corona. Di saat mereka berusaha keras mencari pelanggan demi memenuhi kebutuhan hidup, mereka juga dihadapkan dengan kekhawatiran akan menularkan virus corona kepada anak mereka.

Kenyataan itulah yang dialami oleh Cici, seorang PSK dan ibu dari dua anak. Sudah empat tahun ia bekerja menjadi PSK di Hong Kong namun baru kali ini ia merasakan kekhawatiran yang luarbiasa.

Bukan hanya karena penghasilan yang tak seberapa, tetapi juga karena ia menyadari pekerjaannya sangat rentan dalam penularan virus corona.

"Setiap pelanggan bisa saja terinfeksi dan saya selalu khawatir. Saya tidak ingin menulari anak-anak saya," kata Cici dialihbahasakan dari South China Morning Post, Selasa (21/4/2020).

Jauh sebelum corona menyebar, Cici biasanya bisa mendapatkan 1.000 dolar Hong Kong atau sekitar Rp 20 juta dalam sehari. Kini, setelah corona menyebar di Hong Kong sejak Januari, mencari seorang pelanggan dalam sehari sangat sulit.

Sejak kasus pertama corona di Hong Kong pada Januari, pemerintah setempat telah memerintahkan warga untuk melakukan pembatasan sosial. Sejak saat itu penghasilan Cici mengalami penurunan secara drastis.

"Saya belum pernah mengalami bisnis yang sedemikian buruk," ujar wanita berusia 30 tahun itu.

Mengikuti anjuran pemerintah untuk tetap di rumah bukan menjadi pilihan baik bagi Cici. Ia tetap harus bekerja demi bisa bertahan hidup di salah satu kota dengan biaya hidup termahal di dunia itu.

Ia menyadari pekerjaannya sangat berisiko tinggi terpapar corona, namun ia tak memiliki pilihan lain. Sebagai upaya pencegahan, Cici mengubah cara bekerjanya.

baca juga

Ia akan memeriksa suhu tubuh pelanggannya sebelum masuk ke kamar di rumah bordil. Ia juga meminta sang pelanggan mengenakan masker dan mencuci tangan sebelum melakukan aktivitas bersamanya.

"Jika mereka menolak, saya akan meminta mereka pergi," ungkapnya.

Setelah aktivitas selesai, Cici segera membersihkan kamar tersebut. Ia menyadari sedang mempertaruhkan nyawanya, namun hanya cara itu yang bisa dilakukan Cici demi bisa bertahan hidup dan memenuhi kebutuhan kedua buah hatinya.

Nasib serupa dialami para PSK lainnya di Asia bahkan seluruh dunia. Mereka dihadapkan dengan permasalahan-permasalahan pelik demi bertahan hidup.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hari Kartini, Grup Arisan Bisa Jadi Sarana Edukasi Saat Pandemi

Hari Kartini, Grup Arisan Bisa Jadi Sarana Edukasi Saat Pandemi

News | Selasa, 21 April 2020 | 12:14 WIB

Aksi Perampokan Meningkat, Polisi Minta Pengusaha Minimarket Pasang CCTV

Aksi Perampokan Meningkat, Polisi Minta Pengusaha Minimarket Pasang CCTV

News | Selasa, 21 April 2020 | 12:12 WIB

Pangkas Waktu Pengetesan Covid-19, Ghana Manfaatkan Drone

Pangkas Waktu Pengetesan Covid-19, Ghana Manfaatkan Drone

News | Selasa, 21 April 2020 | 12:25 WIB

Beras Impor Terkendala Lockdown, DPR: Momentum Bulog Wujudkan Swasembada

Beras Impor Terkendala Lockdown, DPR: Momentum Bulog Wujudkan Swasembada

News | Selasa, 21 April 2020 | 11:46 WIB

Virus Corona Sudah Masuk Korea Utara?

Virus Corona Sudah Masuk Korea Utara?

Tekno | Selasa, 21 April 2020 | 12:30 WIB

Terkini

Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar di OKI, Uang Pengganti 3 Terdakwa Tembus Rp9 Miliar

Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar di OKI, Uang Pengganti 3 Terdakwa Tembus Rp9 Miliar

Sumsel | Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:25 WIB

Buaya Muara 3 Meter Mendadak Muncul di Pantai Pasir Putih Cihara

Buaya Muara 3 Meter Mendadak Muncul di Pantai Pasir Putih Cihara

Banten | Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:19 WIB

Tenis Meja Indonesia Bidik 8 Besar di Asian Games 2026

Tenis Meja Indonesia Bidik 8 Besar di Asian Games 2026

Sport | Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Gempa NTT, PDIP Kirim Bantuan Khusus untuk Ibu Hamil dan Anak

Gempa NTT, PDIP Kirim Bantuan Khusus untuk Ibu Hamil dan Anak

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Diisukan Ada OTT KPK, Begini Kondisi Kompleks Pemkab Bogor Malam Ini

Diisukan Ada OTT KPK, Begini Kondisi Kompleks Pemkab Bogor Malam Ini

Jabar | Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Yasonna Laoly Dukung Kewarganegaraan Ganda Terbatas Usulan Prabowo: Demi Kepentingan Nasional

Yasonna Laoly Dukung Kewarganegaraan Ganda Terbatas Usulan Prabowo: Demi Kepentingan Nasional

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:36 WIB

Purbaya: Pembatasan Subsidi BBM Hemat Anggaran 10 Persen

Purbaya: Pembatasan Subsidi BBM Hemat Anggaran 10 Persen

Video | Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Sudah Beroperasi Tanpa Tarif, Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi Bayung Lencir-Pijoan Segera Bertarif

Sudah Beroperasi Tanpa Tarif, Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi Bayung Lencir-Pijoan Segera Bertarif

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:24 WIB

Siapa yang Menentukan Audit BPK di 3 Daerah Sumsel? Ini yang Kini Didalami KPK

Siapa yang Menentukan Audit BPK di 3 Daerah Sumsel? Ini yang Kini Didalami KPK

Sumsel | Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:01 WIB

Minta Praperadilan Febrie Ditolak, Kejagung: Tak Ada Duplikasi Penetapan Tersangka

Minta Praperadilan Febrie Ditolak, Kejagung: Tak Ada Duplikasi Penetapan Tersangka

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:57 WIB

×